
بسم الله الرحمن الز حيم
Selesai meeting, Zain berjalan cepat menuju ruangannya karna sungguh ia sudah rindu dengan istrinya itu.
“yaampun ente kenapa tergesa-gesa gitu?” Tanya Aril heran biasanya sahabatnya ini jika sudah masuk jam istirahat uring-uringan dan kalian tau alasannya apa jika ditanya kangen istri. Lebay kan'
“istri ane nunggu diruangan kasian” jawabnya
“gak sholat dulu?” Tanya Aril
“jamaah sama istri aja dah.. udah ya,.. aku pergi assalamu’alaikum”
“ck waalaikumsalam.. dasar Zain” cibirnya,, dengan berjalan gontai menuju kamar mandi.
+++++++++
“assalamu’ alaikum say…” salamnya terhenti saat ia tidak menemukan istrinya diruangan itu, ia mengunci pintu lalu meletakkan map di meja dan mulai mencari istrinya dikamar mandi namun nihil lalu ia membuka pintu ingin membukanya kasar tapi urung saat ia mendengar suara lirih dengan Indah sedang membaca ayat suci al-qur’an kitab milik allah, ia membukanya perlahan lalu menutupnya perlahan dan hatinya dilingkupi rasa haru luar biasa melihat istri sokihahnya yang duduk diatas sajadah dengan mata terpejam disertai bibir yang melantunkan ayat suci al-qur’an yang istrinya itu hafal surah Maryam di ayat kelima yang artinya.
“ dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-mu.” Belum cukup sampai disitu Indah terus melanjutkan murajaahnya.
__ADS_1
“ yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga ya’qub; dan jadikanlah dia, ya tuhanku seorang yadiridhoi’ surah mayram ayat ke 6.
“allah berfirman ) “wahai Zakaria! Kami member kabar gemberi kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.” Ayat ke 7 surah maryam.
Hingga murajaah Indah terhenti kala ada sebuah tangan kekar dan tubuh tegap merengkuhnya dari belakang.
“sodaqallahul adzim..’ “ udah selesai Zauji?” Tanya Indah lembut.
“heum.. dan Ujipun berharap kita akan mendapatkan kabar gembira juga dari allah dengan menitipkan buah hati kita disini” ujar Zain serak menahan tangis akan rasa haru, dengan tangan yang mengelus perut istrinya.
“aamiin allahumma aamiin. Uji udah sholat?”
“yasudah calon abi ini harus sholat dulu sana.. biar jadi ayah dan imam yang baik” tutur Indah lembut dengan tangan mengelus punggung tangan suaminya yang masih asik mengusap perutnya padahal baby tak adapun.
“heum.. siap calon ummi.”
Selesai shoat Zain berbalik menatap istrinya yang tidak mengenakan mukenah
“Uji” panggil Indah Zain yang asik memeluk istrinya itu berdeham sebagai jawaban.
__ADS_1
“seandainya Uji berada disituasi dimana Uja, gak bisa hamil.. Uji akan milih berdoa dan memohon seperti nabi Zakaria As yang akhirnya atas kuasa allah Nabi Yahya As hadir diantara mereka menjadi manusia hebat sebagai utusan allah.. atau menjadi Nabi Ibrahim As dengan kelapangan hati Sarah untuk menikah lagi dan allah kasih dia dua manusia hebat pesuruh allah yang tak lain adalah nabi Ismail dan nabi Ishaq As?” pertanyaan Indah membuat Zain mengeratkan pelukan istrinya, ia bingung dan mungkin ia tidak akan pernah siap untuk menjadi keduanya karna imannya hanya sebiji kacang mungkin tak sampai, sabarnyapun mungkin hanya sebuih bukan buih-buih dilautan namun hanya sebuih kecil dilautan.
“uji..” tegur Indah saat tak ada jawaban dari suaminya.
“makan yuk sayang… Uji dah lapar” ajak Zain tiba-tiba yap dia menghindar akan pertanyaan istrinya yang jelas saja dia tidak tau akan menajwab apa.
Saat Zain bangun dan hendak pergi Indah mencekal tangannya membuat Zain berbalik, Indah menatap manic mata yang sedang gamang yang biasanya jika menatap Indah memancarkan Cinta kini dalam keadaan gamang, Indah melingkarkan tangannya dipinggang suaminya hingga jarak tubuh mereka saling menempel.
“Uji.. jika mengharuskan Indah menjadi Sarah agar Uji dapat keturunan Indah mau asalkan teman kita nanti Seperti Siti Hajar yah memang aku tak sesabar dan seolihah Sarah.
"Indah menjeda perkataannya saat Zain menatapnya tajam dan Indah hanya terkekeh
“ tapi.. jika ya.. makanya kalo Uji mau cari madu nanti yang harus kayak siti Hajar loh ya atau gak kayak Siti Aisyah” candanya dan Zain semakin menatapnya tajam.
“ais bercanda sayang aku” candanya seraya memincuk hidung mancung suaminya itu yang masih menatapnya tidak bersahabat dan lihat pelukan suaminya kini semakin mengerat.
“ heum… setiap rumah tangga allah sudah siapkan praha didalamnya siap gak siap terima gak terima tetep terimakan, hanya saja semoga tangan kekar ini selalu ada untuk aku buat menompang tubuhku yang lemah, mata yang selalu memancarkan kasih sayang dan ketulusan, jantung yang masih berdetak dengan cintanya kepada sang murabbi hingga mampu membawa aku menjadi salah satu biadadarimu.. dan jika nanti Uji berada dipilihan menjadi nabi Zakarian aku harap Uji tidak mengeluh akan hal itu, namun Uji harus tau.. aku mau Uji madu” Zain makin mengetatkan pelukan dan tatapan yang semula bercahaya kini menajam.
“Indah mau dimadu seperti siti khadijah namun nabi Muhammad memberikannya teman bidadari disurga, jadi intinya.. Indah mau dimadu asal setelah allah mengambil nyawaku dengan meni…” belum sempat melanjutkan kata-katanya Zain sudah mencium bibirnya lembut namun sedikit penekanan disana mengutarakan betapa hatinya sedang Indah berhasil porak porandakan.
__ADS_1
Terimakasih..😊😊