RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
PART 6


__ADS_3

بسم الله الر حمن الر حيم


“Indah…” Panggil seorang gadis pemilik rumah mewah didesa itu Indah menoleh sedangkan Zain melirik sekilas lalu tak acuh, Indah bangun dari sana membuka gerbang dan benar saja gadis itu langsung nyelonong begitu saja dan berdiri didepan Zain yang asik ngemil.


“kenalin nama saya Selvi” Zain memandang tangan itu lalu tak acuh lagi


“Zain” jawabnya, dia asik ngemil kripik kentang yang bisa Zain tebak pasti buatan sendiri bumbu dan rasanya saja berbeda. Selvi menarik kembali tangannya lalu duduk di kursi yang ditempati Indah tadi.


“oh ya, A’.. AA’ kalo kesini lagi mampir ya kak dirumah mewah didepan rumah kumuh ini” ucapnya, Zain tak menanggapi


“Vi mau minum apa?” Tanya Indah ramah


“gak perlu.. gak level sama minuman kamu” jawabnya ketus, Indah juga tak mengerti kenapa dengan Selvia yang selalu bersikap ketus padanya, sedangkan Zain jengah dan kesal sikap perempuan yang tiba-tiba nongol ini bikin moodnya yang baik berubah sedikit buruk.


“in.. aku pulang”


“oh ya hati-hati”


“heum.. oh ya.. ini kripiknya tinggal segini gak papa”


“gak papa kok, kan disuguhkan buat dimakan”


“ia enak sekali soalnya buat sendiri?”


“eum” jawab Indah


“kalo masih ada boleh gak aku minta buat cemilan”


“hah?”


“oh AA’ mau.. punya saya malah lebih enak A’ belinya di mall besar Jakarta”


“aku bercanda kok In.. tapi kalo beneran ada akumah gak nolak..” ujarnya seraya tersenyum jail tanpa memperdulian ucapan Selvia yang sudah kesal.

__ADS_1


“aik..”


“ha… ha… bercanda bercanda aku pulang.. assalamu’alaikum”


“waalaikumsalam warahmah.”, Jawab Indah, Zain pulang diintilan Selvia yang sama sekali tak dianggap olehnya. Sedangkan Indah terheran-heran akan kelaukan Zain itu.


######


Sudah satu minggu ini Zain tak pernah absen datang kerumah Indah bahkan warga dan seseorang yang setiap 1 minggu dua kali datang kerumah Indah untuk bersih\-bersih hafal akan kedatangan Zain kerumahnya dan pasti setiap jam pulang sekolah Indah, Zain sudah standby di depan rumahnya bahkan Indah merasa aneh sendiri dari saking seringnya Zain datang, bahkan Indah akhirnya berkata agar menunggu diteras rumahnya saja dan duduk disana walau Indah sendiri tidak mengerti kenapa pria itu mendatanginya, menimbulkan salah paham warga yang sering menggodanya.


Indah yang memang tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun bahkan ustad kampung ini yang dulu sempat dijodoh-jodohkan dengannya ternyata sekarang tengah mengkhitbah seorang gadis yang tak lain sahabatnya sendiri Aina.


Pagi ini hari sabtu sekolah libur Indah sudal selesai juga memasak untuk sarapan pagi dibantu mbk Sin, seorang single mom yang sudah berumur 43 tahun. Makanan dipindah keruang tamu yang juga bersambung dengan ruang tv makanan sudah dijejerkan disana Indah juga sudah duduk anteng ditempat diikuti mbk sin dan juga putrinya yang sudah berumur 8 tahun salah satu muridnya juga.


“ayo mbk.. kita makan dulu” ajak Indah yang melihat mbk Sintanya masih sibuk didapur


“ia sebentar Indah ini mbk masih ambil air minum nanti kalo tersedak gimana”


“he..he.. ia ya”. mereka duduk melingkari makan lezat sarapan pagi mereka.


“iakah.. mana ada tamu sepagi ini mbk.. masih jam setengah tujuh aja.. paling juga ibu walimurid, kalo ia suruh masuk aja mbk, kalo bukan panggil saya ya” beritahu Indah, Mbk Sin mengangguk untung saja dia masih belum memakan sarapannya. Tak lama mbk Sin kembali.


“siapa mbk?”


“calonmu ituloh”


“calon.. claon siapa?” Tanya Indah heran


“itu si mas-mas ganteng toh.. calon suamimu” goda Mbk Sin membuat Putri dan dirinya terkikik.


“is bukanlah mbk.. tak cocok aku dengannya kita itu bagaikan langit dan bumi dia langit dan aku buminya.. gak cocok” jawab Indah


“eh.. neng ini.. cocok banget malah neng.. udah sana samperin dulu kasian tuh calonnya nunggu diluar berdiri lagi” Indah langsung bangun, Mbk Sin ingin mencegat tapi Indah sudah keburu pergi, ibu dan anak itu tertawa. Indah menatap punggung kekar itu yang si pemilik memunggungi pintu.

__ADS_1


“ekhem…” deham Indah, Zain berbalik dengan seuntai senyum


“assalamu’alaikum In”


“waalaikumsalam warahmah , ada apa om?” karna Zain sudah terbiasa dipanggil om dari gadis yang sedikit keras kepala didepannya ini jadi ia fine-fine aja.


“gak ad… tunggu kamu sarapan ya”


“hah…?” heran Indah


“itu dipipimu ada sebutir nasi” ucapnya santai, sedangkan Indah menahan malu ia berbalik lalu membersihkan butir nasi itu dipipinya setelah selesai baru berbalik lagi, Zain terkekeh.


“ekhem.. ada apa om” berusaha menunjukkan wajah senormal mungkin demi menutupi rasa malunya.


“gak ada.. aku boleh ikut sarapan juga tidak.. kamukan tau sendiri aku hidup sendiri di.


apartement mana ada sarapan sepagi ini”


“om..”


“gak boleh ya..”


“baiklah”


“ikhlas gak”


“ikhlas om, lagian ikhlas gak harus diucapinkan” jawabnya sakartis, membuat zain tersenyum keonyol. “yaudah om ayo masuk aja” ajak Indah


“memang boleh”


“boleh karna kita tidak cuman berdua tapi berempat” jawab Indah


“oh ya sama siapa suami kamu?”

__ADS_1


“kalo akupun ada suami mana boleh om kesini setiap hari kalo ia om bakalan diusir sama suami aku” jawbanya sakartis, lagi Zain terkekeh ia membuka sandal yang bermerek itu dan mengikuti langkah Indah memasuki rumahnya.


terimakasih ....😊😊


__ADS_2