RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
PART 24


__ADS_3


Siang ini Indah diminta suami tercintanya untuk pergi kekantor karna ada berkas meeting yang tertinggal, jadi mumpung ia free jadi sekalian ia makan siang bersama suaminya dimana sudah ia siapkan semuanya. Ia mengenakan gamis berwarna biru langit dengan kerudung perintang berwarna biru lembut disertai gambar awan yang terkesan cerah namun soft.


“ udah siap neng..?” Tanya seroang berseragam berwarna navy pada Indah yang keluar dari gedung apartemen.


“eum.. siapa ya pak?” Tanya Indah heran.


“saya disuruh bapak Zain menjemput nengnya.. beliau tidak mengizinkan neng pergi sendiri” jelasnya dan Indah manut saja, malas juga ia bawa motor hari ini.


Tak berapa lama kemudian Indahpun sampai kekantor suaminya yang baru pertama kalinya ia menginjakkan kakinya kemari.


“terimakasih” ujar Indah tulus saat sang supir membukakannya pintu padahal tak usahpun taka pa, tak terbiasa.


“sama-sama neng..”


“hati-hati dijalan yapak.. saya masuk dulu assalamu’alaikum”


“ia neng.. waalaikum salam warahmah” jawab sisupir dan mereka saling berlalu untuk urusan masing-masing.


+++++++

__ADS_1


 


Setelah bertanya tadi dimana ruangan suaminya akhirnya lift yang ia naiki berhenti tepat dilantai 30 tempat ruangan privasi suaminya, ruangan kuasa hanya untuk dirinya seorang.


 


“hey.. mau kemana?” cegat seseorang yang duduk tepat didepan ruangan suaminya, Indah menghentikan langkah lalu berbalik arah menatap perempuan didepannya yang sepertinya terkejut.


“oh maaf bu.. saya kira ibu siapa” ucapnya gugup dan tidak enak karna tidak berlaku sopan pada istri bosnya, padahal seluruh rekan kantor di undang diacara resepsi pernikahan mereka.


“oh gak papa kok, mbk.. bapak ada?”


“ada kok bu.. silahkan masuk saja.. dan maaf atas kelancangan saya tadi” Indah mengilas senyum hangat.


“ck.. sopan gitu, ini lagi mulut kok gak ada sopan-sopannya heh” rutuknya setelah berdecak kagum dengan istri bossnya yang terlihat rendah hati dan ramah.


“assalamu’alaikum sun..” salam Indah dan benar saja seseorang yang dipanggil Sun yang sudah menunggu dengan cemas itu mendesah lega ia bangun dari duduknya dan sedikit tergesa ia menghampiri Indah lalu memeluknya membuat Indah sedikit limbung jika Zain tidak menahannya..


“waalaikum salam my moon.. kok lama sih yang.. aku cemas loh ini nunggu kamu” ujarnya.


“aik… kan masih dijalan By, lain lagi lampu merahnyakan.. toh istrimu sampai juga ini” jawabnya, Zain sedikit meregangkan pelukan tanpa memindahkan tangan yang merengkuh pinggang istrinya posesive.

__ADS_1


“ya aku tau.. cuman kok lama.. aku kawatir takut kamu kenapa-napa sayangku.. huf tapi Alhamdulillah deh kamu sampai. Ayo duduk dulu” ajaknya Zain menuntun istrinya untuk duduk disofa panjang berwarna putih itu.


“mana berkasnya Hun?” Tanya Zain saat mereka sudah duduk dan semua barang yang istrinya bawa diletakkan dimeja. Indah menyerahkan map yang diminta suaminya.


“nih.. gak meeting?”


“ia ini mau meeting, gak papakan Uji tinggal bentaran?”


“gak papa kok sudah sana meeting.. oh ya ji.. kalo bisa meetingnya sebelum adzan dzuhur udah kelar ya..”


“heum.. ia sayang.. Uji meeting dulu oke.. baik-baik disini kalo capek masuk kekamar itu ya” tunjuknya dan Indah mengangguk setuju, terkekeh geli saat suaminya ini masih saja asik menciumi seluruh wajahnya


“ini gak mau meeting” tegur Indah dan Zain hanya nyengir. “ udah sana.. jangan sampai kamu ditunggu malu dong” sindir Indah dan Zain mengangguk setuju.


Sekepergian Zain Indah mengamati ruangan suaminya yang mewah dan maskulin ini luas dan nyaman, serasa rumah sendiri.


(



(Ilustrasi Kantor)

__ADS_1


Terimakasih...😊😊


__ADS_2