
Perempuan itu tersenyum mendengar nasehat suaminya pada adik keduanya itu. Ia meletakkan teh hijau didepan suaminya dan adiknya serta cemilan disana.
“kamu sudah sholat Isya’ Zain?”
“sudah kak”
“kenapa gak kemesjid, kamu gak ganti gender jadi muslimahkan” candanya
“ya gak lahkak kan Zain masih”
“sakit.. bahkan yang pincang, ada yang buta bisa tuh kemesjid Zain”, jika sudah begini Zain menunduk patuh dan malu.
“sini Zahra sama ummi, abi mau minum dulu sayang” ucapnya mengambil alih Zahra dari gendongan abinya.
“minum dulu Zain” suruh Arif kakak iparnya
“ia kak.. kak Arif dan kak Sofia nginep sampai kapan?”
“sampai ummah dan abah kesini sama Syifa” jawab Sofia
“uhuk…uhuk…” Zain tersedak karna pemberitahuan tiba-tiba dari kakaknya.
__ADS_1
“pelan-pelan Zain” tegur Arif
“hemz.. ia kak.. kok bisa mereka mau kesini”
“ini mau introgasi putra satu-satunya yang sedang kasmaran” jawab Sofia sakartis.
“pasti kakak yang aduin ya”
“lah dari pada kamu gantungin anak orang sok-soa’an tebar pesona kayak gak ngerti agama aja” cibirnya skak mat Zain bungkam.
“udah yang.. sana dek kamu istirahat saja siapin mental buat ketemu abah dan ummah besok” Zain mengangguk lemah, ia tidak bisa menyangkal lagi tidak bisa mencegah juga karna semuanya sudah terlanjur.
Sebenarnya 10 menit sebelum Indah masuk Sofia memaksa adiknya untuk makan karna zain susah makan ia menahan tengkuk adiknya dan tangan satunya menekan pipi agar mulut Zain terbuka namun tidak sesuai rencana tepisan kuat tangan Zain yang memang lebih kuat darinya membuat Sofia sedikit limbung jadilah Sofia sepontan melingkarkan tangannya disana agar tidak terjatuh dan bertepatan dengan Indah yang membuka pintu.
Tanggal 21 April adalah hari memperingati emansipasi wanita yang didelegasikan oleh RA Kartini. Untuk memperingati kelahiran RA Kartini ini hampir diseluruh sekolah yang ada di Indonesia memperingatinya dengan berbagai macam acara, seperti disekolah Pelita Bangsa tempat Indah mengajar, para guru perempuan dan siswi diwajibkan menggunakan kebaya sedangkan para pria diwajibkan menggunakan batik dengan celana hitam.
Aina menunggu Indah yang masih bersiap didalam rumah, Aina juga mengenakan kebaya berwarna abu-abu senada dengan kain songket sebagai bawahan dan pasmina yang dua ujung panjangnya ia julur kebalakang, dengan make up natural diwajahnya. Indah juga selesai ia keluar dari dalam, mengunci pintu dan mengajak Aina yang tercengang pada sahabatnya ini.
“masyaallah cantik banget sih Dah”
“kamu juga malah lebih cantik” ucap Indah
“gak masih cantikan kamu, coba sini duduk dulu” Indah menatap heran sahabatnya itu
__ADS_1
“udah duduk Indah, aku hanya akan memberimu sedikit polesan diwajah putih bersih kamu yang hanya pakek bedak bayi itu” ucapnya.
“eh apa-apaan gak usah Na”
“udah diam.. hanya kali ini Indah” paksa Aina tak gentar dan Indah tak bisa membantah sebelum gincu berlabuh dibibirnya Indah mencegah dan memberi peringatan
“jangan tebel-tebel loh ya.. aku gak mau bertabarruj”
“tenang aja, udah kamu diam anteng aja oke” Indah mengangguk pasrah.
Aina memoleskan lip tint berwarna pink dibagian tengah bibir tipis Indah yang memang sudah pink jadi tak perlu banyak-banyak sudah pink, setelahnya ia memberikan sedikit pewarna di bagian pipi dan bawah mata Indah hingga membuat pipi Indah kemerah-merahan namun soft dan kalem dipipi putih bersihnya itu, bulu mata yang lentik Aina bubuhi mascara dan setelahnya selesai.
“udah buguru cantik, aduh kamu itu imut banget si Indah” ucapnya gemas
“malahan aku kawatir kamu apa-apain wajah aku Na”, selidknya
“udah yuk berangkat, takut telat”
“aku mau cermin dulu Na” belum sempat bercermin Indah sudah ditarik paksa oleh Aina.
Indah menggunakan kebaya berwarna Navy senada dengan bawahan dan kerudung segiempat yang di model Aina tadi. Walaupun bermodel tetap menutupi dada. Dengan tas selempang yang juga berwarna senada andalannya.
Terimakasih...😊😊
__ADS_1