RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
PART 17


__ADS_3


Indah beserta keluarganya kini berada di bandara bersama rombongan haji yang lain. Kali ini ia dan keluarganya mendapat giliran panggilan dari allah untuk menunaikan ibadah yang semua orang impikan begitu juga dirinya dan keluarga. Melakukan ibadah di bangunan yang dibangun oleh nabi Ibrahim AS.


Sesampainya di Mekkah keluarga dan jamaah dibawa menuju hotel terlebih dahulu untuk menyaipkan mental dan hati untuk beribadah yang akan dilakukan 40 hari berturut-turut membutktikan dengan kesungguhan hati akan kecintaannya pada allah.


Malam harinya, tepat malam terkahir saat sedang melaksanakan sholat malam ayahnya mendekati sang anak setelah selesai berdoa.


“ada apa yah?” Tanya melihat kegelisahan dan kerutan didahi ayahnya yang tampak berfikir.


“beberapa bulan yang lalu sebelum kamu cuti dan berangkat haji, ada seseorang lelaki beserta keluarganya bertamu kerumah..” jelasnya menggantung, membuat Indah mengernyit heran.


“lalu?”

__ADS_1


“kelurga baik-baik dan agama yang terdidik dan baik pula.. bahkan ayah sangat segan dengan mereka nak” Indah mengangguk mencoba untuk bersabar karna ia sudah sangat penasaran.


“dia.. keluarganya melamarmu untuk anak lelaki mereka. Dia mapan dan..”


“ayah.. jika ayah dan ibupun ridho akan hal itu Indah ikut aja.. hanya saja Indah memandang dia bukan karna pekerjaan atau pangkatnya yang tinggi, indah melihat kedewasaan dan agamanya, menurut ayah dia seperti harapan Indah”


“insyaallah begitu. Dia lulusan Al-ahzar kota pelajar yang mendidik agama islam dengan baik kepada pemuda yang benar-benar ingin belajar keinginan kamu yang ingin belajar di sana walau tak keturutan.” Jelasnya yang mampu membuat dada Indah berdetak cepat, siapakah apakah orang yang ia kenal atau tidak sama sekali’ batinnya seraya bertanya-tanya.


“ayah ridho”


“dan begitupun putri ayah. Jika ayah yakin pemuda itu baik untuk putri ayah.. Indah setuju, karna ridho kalian adalah keberkahan dan keharusan untuk Indah” sang ayah tersenyum haru, ia memeluk putrinya lalu mencium kening itu lama menyalurkan betapa ia menyayangi anak sulungnya ini yang kini sudah dewasa.


Keesokan paginya saat melaksanakan sholat dhuha ada seseorang yang memberitahukan sebuah pengumuman disebuah alat pengerasa suara.

__ADS_1


“sebentar lagi ada sebuah pernikahan yang akan dilakukan ba’da dhuha” ucapnya dengan bahasa arab dan bahasa inggris.


Indah berdecak kagum pada pasangan yang akan menikah ditempat suci dirumah allah yang bahkan berjuta-juta orang pasti ingin pergi kesini, apalagi menikah. Ia menatap sang ibu dan tersenyum dibalik cadar putih yang ia kenakan senada dengan gamis dan khimarnya.


“wah.. sosweet sekali ya bu.. yang menikah di rumah allah ini.. disaksikan beribu orang dan imam masjidil haram yaampun impian Indah banget” bisiknya antusias padahal bukan dia yang menikah.


Sang ibu hanya tersenyum dia menyembunyikan air matanya dari sang anak yang kini tersenyum dibalik cadarnya. Disamping ibunya ada 3 seorang perempuan yang tidak bercadar menitikkan air mata haru kala mendengar suara merdu membacakan ayat suci al-qur’an.


Tanpa disadai Indahpun ikut menetaskan air mata. Hingga kalimat sacral yang menegangkan terjadi. Dan yang membuat terkejut bahkan terasa seperti mimpi.


“ANKAHTUKA WAZAWWAJTUKA MAKHTUBATAKA CALISTA INDAH ZAHRA NADHIRA BINTI HAJAR IBNU ALAL MAHRIL QUR’AN HALLAN.”


“QABILTU NIKAHAHA WA TAZWIJAHA ALAL MAHRIL MADZKUR WARADHIITU BIHI, WALLAHU WALIYU TAUFIQ."

__ADS_1


Deg.. deg.. Indah merasa tak salah dengarkan.. disana suara ayahnya dan itu namanya.. ia manatap sang ibu yang kini menitikkan air mata menatapnya penuh haru ia menatap penuh Tanya namun pertanyaan itu terjawab saat sang ibu mengangguk 3 kali. Jadi sekarang aku istri orang’ batinnya ia merasa linglung dan bingung.


Terimakasih...😊


__ADS_2