RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
Ekstra Part 2


__ADS_3

بسم الله الرحمن الر حيم


Saat memasuki gedung Indah disapa ramah oleh warga kantor kedua bocah kembar saling menggenggam tangan umminya dikanan dan kiri.


“assalamu’alaikum Biya” pekik slaam mereka dengan mendorong pintu antusias, membuat kedua lelaki dewasa didalam sukses berjengit kaget.


“masyaallah waalaikumslam warahmah.. mujahid-mujahid kecilnya Biya”


Zain bangun dari duduknya lalu merentangkan tangan pada kedua anaknya yang kni berlarian dan menubruk dada bidang yang selalu merengkuh mereka hangat menjadi tempat sandaran ternyaman saat sang ayah menggendongnya dengan sayang.


“eum.. tau aja kalo Biya kangen kalian… mana bajunya couplelan lagi sama Mei.. Biya jadi iri. Rajuknya dan kedua anaknya hanya tertawa.


“eh assalamu’alaikuk kak Aril” sapa Indah yang ternyata ada Aril disana.


“Om Alil..” sapa mereka berbarengan dan meminta turun pada sang Ayah dan kini menyalami Aril bergantian.


“kak Ata ana?” Tanya Orion


“dirumah boy.. bentar lagi juga keseni sama ate Humairah.

__ADS_1


“oh ya?” Tanya senang


“ia.. kangen kak Ata ya?”


“ia..ia.. apalagi adek tuh” beritahu Orion membuat pipi Oriana bersemu merah yang membuat kedua orang tuanya terkekeh. Dan benar saja 10 menit menungu Humairah dan Atala datang tak lupa sang adik yang kini berusia 10 bulan.


“kak Ata” pekik Oriana antusias, ata yang mendengar namanya dipanggil merentangkan tangan pada Oriana, ya Ata memang sayang dengan Oriana dan Orion dia adalah kakak tertua disana walau mereka hanya berbeda 1 tahun.


“hey baby girl” jawab Ata seraya mengusap sayang pucuk kepala Oriana yang terbalut hijab “Ana jadi makin cantik kalo pakek hijab kayak ummi” pujinya dan membuat pipi cubby itu bersemu merah.


“ck.. Liana aja yang disapa aku gak” sungut Orion, yang membuat Ata terkekeh


“kemari boy..” ucap Orion yang kini sudah merentangkan tangan padanya.


“loh.. kenapa nak?” Tanya Indah heran tadi aja antusias mau berwudhu’ eh sekarang sedih pikir Indah.


“anti alo ijab ibuka kan alu Mei” ungkapnya, Indah menatap suaminya yang menyimak ia ingin mendengarkan anaknya dulu.


“kenapa malu?” Tanya Indah yang sudah mensejajarkan tingginya dengan sang anak.

__ADS_1


“itu ada kak Ata Mei” bisiknya sungguh menggemaskan padahal itu bukan berbisik karna terdengar semua orang.


“gak papa sayang.. Riana kan masih kecil jadi gak papa, tapi nanti kalo sudah besar gak boleh” jelas Humairah.


“ia api Orin gak moh Mei.. ama Mei aja” pintanya kini bersiap menangis. Zain membawanya dalam gendongan


“yaudah ayo.. sama Biya aja ya” putus Zain dan Oriana mengangguk antusias.


“ayang Biya.. emuah” ucapnya seraya mencium pipi abinya.


Selesai berwudhu’ semua ornag mengambil posisi dimushalla kantor dengan Aril yang menjadi imam semua warga yang muslimm juga sholat disana. Setelah itu mereka makan siang bersmaa diruangan Zain. Indah menyuapi dua anaknya Zain menyuapi dirinya dan Indah.


“sini Ana dan rion kakak yang suapi” tawar Ata


“gak Ion au dicuap ,Mei” toloknya seraya merengek.


“yaudah Ana aja mau?” Oriana mengangguk dengan mata berbinar senang, ia duduk berpindah disamping Ata.


“terimakasih ya nak.. sudah sayang sama adik-adik kamu” ucap Indah tulus

__ADS_1


“sama-sama ummi. Mereka dan Aya adik aku.” Jawab Ata seraya mengembangkan senyum.


Terimakasih.....😊😊😊😊😊


__ADS_2