RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
EPILOG


__ADS_3

بسم الله ارحمن الرحيم


Kandungan Indah sudah masuk 9 bulan, menurtu Dokter HPLnya masih 1 minggu setelah hari raya qurban. Dan si calon abi itu semakin over protektif pada istrinya dia selalu menelfon jika berada diluar per 30 menit sekali. Indah juga sudah cuti dari mengajar dan urusan bisnisnya yang kini ditangani sang adik baik Syifa atau Bayu yang entah sejak kapan mereka bekerja sama dengan baik tidak bertengkar lagi walau tetap saja Bayu irit ngomong.


Besok hari raya qurban, Zain dan Indah juga berkurban sapi begitupula dengan ummah dan abahnya yang kini menginap disana. Ibu Indah tidak bisa datang karna ia PNS yang kini usdah masuk untuk mengajar. Namun ia kaan datang saat Indah melahirkan nanti. Diruang keluarga menikmati makan malam dengan khidmat.


“ini sayang jusnya diminum dulu” titah Zain sebelum Indah menyuapkan nasi kemulutnya. Jus yang kaya asam volat dan baik untuk kandungan lebih tepat smoothie yang selalu Zain buatkan baik disetiap pagi dan sebelum tidur bahkan sebelum Indah hamil Zain juga membuatkannya namun hanya sebelum tidur. Indah menerimanya dengan senang hati hingga Indah merasakan sakit melilit diperutnya ia mengusapnya dan menyentak gelas ke meja hingga berdenting keras membuat dia menjadi pusat perhatian. Semua orang terkejut melihat wajah Indah yang memerah.


“astagfirullah.. sst sakit By” ringis Indah, Zain yang ada disamping menghadap sempurna Indah lalu mengusap peruta istrinya yang menegang.


“kita kedokter ya.. atau panggil Humairah saja, gimana ummah?”


“panggil Humarah saja Zain.. cepetan, abi ayo bantu ummah bawa Indah kekamar tamu” abah mengangguk lalu membantu memapah Indah kekamar tamu bersama ummah.


25 menit Humairah datang bersama anaknya dan tentunya Aril ia langsung melesat keruang tamu dimana ia sudah paham seluk beluk rumah Zain dan Indah karna seringnya ia kemari bersama suami dan anaknya untuk bermain dan silaturahmi. Humairoh memeriksa dan terakhir melihat jalan buka.


“eum.. Insyaallah Indah mampu buat lahir normal Zain.. sepertinya memang mau melahirkan.. tapi jalan bukanya masih sempit masih bukaan 2, tunggu saja mungkin besok” jelas Humairah.


“masih sakit In?” Tanya Humairah perempuan bercadar itu.


“udah gak Ra.. makasih loh”


“ia kayak sama siapa aja sih. Aku udah telfon rumah sakit untuk sediain kamu kamar buat bersalin. Insyallah kamu lahirin besok jadi besok bawa aja Zain kerumah sakit tapi jika nanti sakitnya bertambah kamu bawa aja ya Zain.” Jelas Humarah lagi yang hanya dibalas anggukan. Entahlah Zain kelu untuk menjawab karna saking paniknya saat Indah kesakitan tadi.

__ADS_1


++++


Malam harinya disunyinya malam seorang ibu terus berjaga semalaman tanpa ada orang yang tau lebih tepatnya ia tertidur hanya 15 menit setelah kejadian kontraksi palsu itu. Kini ia menangis tersedu tanpa suara duduk disofa yang ada dikamar tamu bersandar disandaran kursi dengan tangan yang mengusap perutnya yang kini melilit hebat bahkan pingganyanyapun terasa amat sakit dari saking hebatnya rasa sakit, hingga bibir Indah berdarah karna menahan tangis agar tak bersuara ia tidak ingin membangunkan suaminya itu.


Ia memejamkan mata dengan air mata yang terus merembes keluar bibirnya bersolawat lirih mensugesti diri agar sakitnya tidak terlalu parah. Hingga ia merasakan usapan lembut dipipinya membuat Indah membuka mata. Ternyata suaminya yang kini memandanganya dengan mata coklat legam yang kini berkaca-kaca.


“kok gak bangunin Hubby sayang” ucapnya lembut dengan tangan yang masih mengusap air mata yang terus keluar itu. Indah hanya menggeleng saat kontraksi semakin hebat solawat yang indah bacakan semakin bergetar. Sungguh demi apapun Zain tidak bisa untuk tidak ikut menangis ia tidak tega. Zain melipat lutut didepan istrinya merentangkan tangan agar sang istri besandar pada bahunya dan Indah menurut tangan Zain terulur memijat di sekitar pinggang Indah dan bersolawat disamping telinga istrinya.


“kalo sakitnya bertambah gigit bahu Hubby ya” pinta Zain, pinta Zain dengan suara serak karna menangis.


“gak.. by” jawab Indah dengan suara bergetar


“gak papa sayang gigit aja yang keras jika sakitnya bertambah”


“gak mau.. nanti bahunya sakit”


“gak mau hiks.. hiks..” ucapnya dan kini menangis sejadi-jadinya, walau sakit Indah tidak mau menyakiti suaminya biarlah ia tanggung sendiri.


“ssst ia .. ia yasudah gak papa, sabar ya sayang” ujar Zain suaranya kini bergetar ia menangis tak tega dengan sakit yang istrinya rasa, dan Zain merasakan ada yang mencengkram bajunya yang dilakukan oleh Indah saat kontraksinya semakin menjadi-jadi..


“yaallah… sakit.. sekali” lirih Indah dan Zain memejamkan mata menguatkan hati dan dirinya jika ia ikut lemah siapa yang akan menompang istrinya sekarang, tangan kanan Zain beralih keperut istrinya yang kini bertambah menegang, lagi air mata Zain kembali merembes keluar bibirnya beristigfar tepat di telinga kanan Indah.


“By.. ada yang basah By” beri tahu Indah. Zain mendorong pelan Indah namun kedua tangannya menahan lengan Indah dan benar saja saat ia melihat kebawa gamis yang istrinya kenakan basah.

__ADS_1


Tanpa mengulur waktu Zain membopong istrinya memanggil ummah yang tak lama keluar sepertinya ummah mengerti.


“ummah nyusul Zain” ucap ummah dengan berteriak karna Zain yang sudah hilang dibalik pintu utama.


+++++


 


Diruangan bersalin cukup menegangkan bukan hanya si ibu tapi bapak yang setia menggenggam tangan istrinya yang sedang berjuang melahirkan manusia baru yang sudah waktunya untuk dikeluarkan hingga akhirnya suara tangisan melngking mendominasi diruangan itu.


 


Tepat adzan subuh bayi kedua lahir dan kompak berhenti menangi saat adzan subuh itu berkumandang membuat semua orang membungkam takjub seakan bayi itu mengerti jika itu suara adzan. Selesai adzan subuh Zain dan Indah berdoa setelah adzan dan bersyukur atas lahirnya dua mujahid kecil titipan allah kepada mereka kebahagian yang membuncah kini terasa amat dihati mereka ribuan kata syukur terucap dihati kedua orang tua baru itu.


Tak lupa yang menunggu cemas diluar ruanganpun ikut bersyukur atas kelahiran cucuk kembar pertama dia keluarga mereka. Abah juga menelfon besannya jika cucu mereka sudah terlahir kedunia.


Dua bayi kembar yang menjadi pelipur lara kedua orang tuanya kini diaqiqohi tepat setelah 1 bulan mereka dilahirkan. Bayi kembar sepasang yang diberina nama


Orion Arfadhia Arsya Rabbani


Oriana Nadhira Arsy Rabbani lahir 3 menit setelah abangnya.


__ADS_1


Oriana dan Orion yang menggemaskan...😀😀


Terimakasih.....😉😊


__ADS_2