RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
PART 12


__ADS_3

بسم الله الر حمن الر حيم


Hari ini Indah kebetulan libur karna tanggal merah, ia sudah siap untuk pergi kerumah Zain bersama mbk Sin sedangkan putri tidak ikut karna ada les dengan guru matematikanya ia ingin menjenguk Zain.


Indah membawa buah tangan berupa parsel buah. Tanpa menekan bel Indah menekan beberapa no. sandi apartemen Zain lalu masuk, ia pikir Zain pasti masih tidak bisa bangun namun ia tercengang akan apa yang dilihatnya disofa ruang tamu ia melihat Zain duduk disofa dan didepannya seseorang bergelayut dileher Zain membuat Indah memejamkan matanya dan spontan menjatuhkan parsel buah yang ia bawa membuat dua orang menoleh pada pusat suara dan Zain memebelalak, ia menyingkirkan lengan itu dan bangun dari sana mengejar Indah yang sudah keluar dari apartementnya.


“tunggu In, berhenti!” teriaknya hingga ia berhasil mendahului Indah dan menghadang didepannya.


“kamu salah paham itu…” Zain mencoba menjelaskan tapi Indah memotongnya cepat


“untuk apa kamu jelasin ke aku.. aku tidak ada hak kan untuk itu”


“In.. plis dengerin penjelasan aku”


“mau jelasin apa.. ke aku memang aku siapa kamu yang harus mendengarkan penjelasan itu. Aku sadar diri kok kitakan tidak ada apa-apa dan hanya orang asing yang sebatas kenal”


“in.. kenapa kamu selalu bilang kita tidak hubungan apa-apa”

__ADS_1


“memang kenyataannya begitu om, maaf sudah melihat yang harusnya om jadikan privasi om.. tenang saja aku tidak akan mengatakannya pada siapapun jadi om tidak usah kawatir. Maaf juga sudah lancang masuk tanpa menekan bel terlebih dulu, Indah pikir om masih tidak bisa bangun dan berbaring dikamar”


“in..”


“Indah dan Mbk sin permisi ya.. dan Indah senang karna om sudah sembuh. Assalamu’alaikum” pamitnya dari sana meninggalkan Zain yang mematung.


Zain mengacak rambutnya frustasi dia duduk gusar di sofa ruang tamu. Sedangkan perempuan tadi dengan pakaian rumahan dan hijab instannya terkikik geli seraya menggendong bayi berumur 5 bulan


“kok frustasi gitu dek” ujarnya


“diem deh kak.. ini gara-gara kak nih.. heh” kesalnya membuat perempuan yang dipanggil kakak itu tertawa.


“karna kejadian tadi, sekarang buat aku berfikir dia gak akan pernah berniat nerima aku, padahal belum apa-apa juga” keluhnya.


Seseorang datang dengan sarung dan kokonya


“assalamu’alaikum sayang..” salamnya, ia menghampiri istri yang menyambutnya dengan senyum manis dengan bayi degendongannya yang sekarang sudah menggapai-gapai jenggotnya.

__ADS_1


“waalaikumsalam Hubby. Duduk sini.. Ummi ambilin minum dulu oke.. temenin adik ipar kamu yang frustasi tuh” sindirnya membuat Zain mendengus sebal, tadi ia melihat pasangan itu adem rasanya eh sekali bicara kakaknya itu bikin dia kesal.


“ha..ha.. kenapa Zain, masalah gadis tadi?” Zain mengangguk lemah


“kamu cara mendekatinyapun salah Zain.. dia perempuan berpendirian ia juga benar untuk apa juga kamu mau jelasin kedia.. dia bukan siapa-siapa kamukan”


“yah tapi kak”


“jika kamu serius datangi kedua orang tuanya Zain, jangan ajak dia berdosa.. jangan pikir aba dan kakak tidak tau kelakuan kamu disini, kamu sering menghampiri diakan di rumahnya, bukankah kamu belajar agama Zain”


“maaf”


“jika memang ingin kenal lebih dekat islam beri kamu jalankan,, taaruf jika kamu masih meragukan dia”


“maaf”


“dan lagi jangan jadi laki-laki pemberi harapan palsu Zain, perempuan itu butuh bukti, dan kamu melanggar aturan agama dengan mendatangi kerumah seorang gadis no mahram kamu, jelas saja dia berkata begitu padamu, mengingatkan kamu” nasehatnya lembut sedari tadi tidak ada emosi disana kelembutan diiringi ketegasan seperti abahnya yang memang tidak pernah memarahi anaknya namun sekali ketegasan itu keluar semua anaknya langsung kicep tak berkutik.

__ADS_1


Terimakasih...😊😊


__ADS_2