RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
PART 31


__ADS_3


Keesokan paginya, Zain yang tertidur setelah subuh dan terbangun saat matahari menyilaukannya, masuk kedalam rumah dari balik jendela kamar yang kordennya sudah tersingkap. Dan netra itu membulat saat istrinya tidak ada disana. Bahkan keduanya tidak sholat malam bersama yang mana lebih tepatnya Indah menghindar darinya. Zain melompat turun dari kasur, dengan tergesa-gesa menuju dapur membuat Mbk Sin yang diangkat bekerja disana kaget.


“loh mas kok tergesa-gesa gitu” heran Mbk Sin saat ia sedang mencuci piring bekas ia dan Putri makan.


“Indah mbk.. Indah kemana?” tanyanya tak sabaran.


“oh buguru cantik toh.. dia pergi sama putri karna hari ini ada jadwal mengajar dipanti,. Oh sebelum pergi buguru sudah masakin kesukaan mas kok tenang aja.. dan dia juga titip salam pergi gak pamit dulu karna gak tega buat bangunin mas katanya” jelas Mbk Sin dan meninggal Zain yang sepertinya mematung.


Namun dengan cepat ia pergi kekamar mencuci wajahnya karna sebelum subuh ia sudah mandi jadi tak perlua mandi. Mengenakan jaket mengganti sarung dengan celana kain dan pergi dari sana dengan terburu-buru. Mbk Sin yang hendak menegur kini tersimpan apik ditenggorokan saat Zain melintas bagai angin dari saking cepatnya.

__ADS_1


“kenapa mas ini, kok tergesa-gesa gitu”


gumamnya.


++++++++


Indah hanya diam melamuan dibangku bawah pohon tak menghiraukan anak\-anak panti yang kini sudah bermain seraya berlarian. Hingga sebuah tangan mengesat lembut pipinya membuat mata itu mengerjap\-ngerjap dan menatap seseorang yang kini berdiri didepannya dan menatapnya sendu.


“putri.. buguru cantiknya om bawa dulu ya.. nanti pulangnya dijemput supir oke”


“oke.. om.. oh ya om.. kembalikan senyum manis buguru cantik ya.. dari tadi buguru cantik hanya diam melamun dan menangis, Putri gak tega om.. putri jadi ingin nangis juga” jelasnya, Zain tersenyum terpaksa dan mengangguk pasti. Tentu saja.. tanpa senyuman manis istrinya yang menghilang karna kebodohannya itu membuat dia hampa. Dalam perjalan dua sejoli itu hanya diam lebih tepatnya kaku karna Indah menatap jalanan dibalik kaca mobil sesekali mengesat air matanya yang tak berhenti keluar.

__ADS_1


Tak lupa lirihan istigfar ia ucap agar sakit didadanya yang membuatnya sesak nafas tidak semakin mencekik. Bahkan dadanya ia pukul karna seakan terhimpit. Zain yang sadar meminggirkan mobil dan mengesat air matanya kasar lalu membuka sabuk pengaman dan mencekal tangan istrinya yang memukuli dadanya.


“pliss jangan sakiti diri kamu sendiri sayang.. aku mohon” pintanya kini ia merengkuhnya


“aku hanya membantu meringankan dadaku yang sesak” jawab Indah datar, tangannya ia paksa keluar dari rengkuhan suaminya hendak memukul lagi.


Zain membalikkan badan Indah hingga kini menghadapnya dan tangan itu, tangan Indah yang Zain pegang di pukulkan kepipinya


“pukul aku aja oke.. jangan pukul kamu.. jangan sakiti badan kamu sendiri pukul Uji aja.. pukul” Indah menyentakkan tangannya dari genggaman Zain hingga berhasil terlepas, tatapan yang selalu lembut kini berubah menajdi dingin dan sayu membuat Zain kembali merasa bersalah.


“pulang” ujar Indah dingin, Zain mengangguk seraya mengesat air matanya. Mobil kembali membawa mereka menempuh perjalanan menuju rumah mereka. suasana dingin dan mencekap melingkupi suasana perjalanan mereka. Zain yang ingin mengawali pembicaraan terpaksa menelan mentah ucapannya saat melihat sang istri yang memejamkan mata. seakan mengatakan jika dia tidak ingin mendengarkan apapun.

__ADS_1


Terimakasih...😉😉


__ADS_2