RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
PART 36


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


“kak coba tangan kakak usap perut Indah” pinta Humaira, Zain menurut, ia mengusap lembut perut Indah yang mengencang, Zain terbalalak ia menatap perut Indah yang ia usap bergantian menatap Indah yang bingung lalu menatap Humaira yang mengangguk dengan pancaran binary senang.


“kok aku ngerasa nyaman ya Ji perut aku diusap sama kamu, kayak ada sesuatu gitu” ucapnya.


“jadi Ra?” Tanya Zain tak sabaran dan Humaira mengangguk yakin.


“allhau akbar.. allahu akbar” Zain mendekatkan wajahnya diperut menonjol istrinya dan mencium disana “ assalamu’alaikum baby.. ini abi nak” ujarnya parau lihat air mata bahagia kini menetes.


“maksudnya baby.. siapa ji?” Tanya Indah bingung Zain mengangkat wajah lalu mencium kening Indah setelahnya membawa tangan istrinya keperut menonjol itu.


“sayang.. disini hidup manusia baru titipan allah untuk kita jadikan anggota keluarga baru, malaikat kecil yang dengan tingkah polosnya akan mengisi ruang rumah kita dengan tangis dan gelak tawa”


“masyaallah benerankan By?”

__ADS_1


“ia sayang.. bu dokter tuh yang bilang” Indah menatap Humairah.


“tapi perasaan kemarin aku keluar darah Ra”


“apa.. kita periksa ayo!” ajak Humairah untuk perlengkapannya ia bawa, karna selesai dari rumah sakit tadi.


Zain memandu didepan membuka pintu dia memaksa didalam, tapi akhirnya mau juga keluar karna tidak mungkin membiarkan Aril berduaan dengan Sila yang dimana wajah Aril yang sudah tidak bersahabat dengan Sila, Zain lebih memilih mondar-mandir didepan pintu.


“ck.. istri lo kok lama banget sih meriksanya” keluh Zain tak sabaran, Aril terkekeh bahkan dulu ia juag begitu saat Humaira mengerang sakit diperutnya saat mengandung Aril.


“sabar bro.. lagi diperiksa”


“waalaikumsalam” jawab Zain dan Aril, Zain mendesah lega dan langsung menerobos masuk, pantes saja lama, istrinya malah tertidur.


“jadi Ra dia gak papakan, baby kita juga gak papakan?”

__ADS_1


“gak papa kak.. mungkin kemarin Indah terlalu lelah, wajar sih diakan gak tau ada baby diperutnya, ini besok kamu ajak dia kerumah sakit untuk perkembangan selanjutnya agar tau gimana baby disana, sudah berapa minggu juga kandungan Indah” jelas Humairah dan Zain bernafas lega.


“oke.. tanks ya..”


“kayak sama siapa aja kak.. yaudah aku pamit pulang juga ya.. kasian Azril takut lapar” pamitnya dan Zain mengangguk. Zain keluar kamar ia berwudhu’ bersujud menghadap kiblat dan mengucap syukur sebanyak-banyaknya kepada allah Zain mendekati Indah lalu menunduk mengusap perut istrinya dengan sedikit menyingkap gamis yang Indah pakai karna bagian bawah tertutup selimut jadi oke-oke aja.


Dan tangan Zain bergetar saat tangannya menyentuh dengan terpampang jelas perut putih istrinya yang kini menonjol ada kehidupan disana, bayi mungil yang bersemayam nyaman diperut sang ibu.


Allahummaj’alhu shahiihan kaamilan wa’aaqilan haa dziqan wa’aaliman’aamilan, allaahumma thawwil khuluqohu wafashshih lisaa nahu, wa ahsin shautahuli qiraa atil haditsi wal qur’aan, wawasi’rijaqahu, wajalhu insaanan kaamilan saaliman fiddunya wal aakhirah.


‘yaallah semoa engkau jadikan bayi ini sehat, sempurna, berakal cerda dan mengerti dalam urusan agama. Yaallah semoga engkau membeirkan kepada bayi ini umur panjang, sehat jasmani dan rohani, bagu budi perangainya, fasih lisannya serta bagus suaranya untuk membaca al-qur’an dan tinggikanlah derajatnya dan luaskanlah rizkinya dan jadikanlah manusia yang sempurna selamat di dunia dan akhirat. Bibarakati sayyidinaa Muhammad shallaahu’alaihi wasallam wal hamdulillahi rabbil’aalamiina. Aamiin allahu aamiin.” Doa Zain lalu mencium dalam perut itu.


“Biya sayang kamu dan ummi sayang” lirih Zain mengakhiri ciuman ringan disana lalu menurunkan kembali gamis yang istrinya kenakan. Zain tekekeh saat melihat istrinya tertidur begitu pulas tak terganggu sama sekali akan apa yang ia lakukan barusan.


“heum.. kayaknya baby ngajakin umminya suka bubuk” kekehnya gemas “ selamat jadi ibu sayang.. semoga allah menambah kelapangan hatimu dan memberikan keberkahan dihidupmu sayang.. aamiin allahumma aamiin” doanya lalu mengecup lama kening istrinya kemudia keluar dari sana untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda itu.

__ADS_1


Zain semakian semangat bekerja saat ada satu orang yang akan wajib ia beri nafkah, dihatinya tidak henti berdecak kagum akan kuasa allah ini, tak henti ia mengucap syukur akan semua ini, Indah saja sudah hadiah terindah untuknya dari allah kini allah kasih ia bonus dengan hadirnya sikecil yang terkadang tak tega saat istrinya menangis diam-diam memikirkan hal itu, dan kini kesabarannya allah balsa dengan berlipat ganda.. masyaallah tabarakallah Alhamdulillah.


Terimakasih..😉😉


__ADS_2