
بيم الله الرحمن الرحيم
Zain menunggu dengan sabar diruang tengah tepatnya disamping tangga, menunggu istrinya yang masih asik didalam kamar entah kenapa rasanya membuat dia tidak sabar bukan kesal atau apa, karna ini pertama kali ia akan mengajak istrinya pergi diacara kolega bisnisnya. Dengan hati membuncah bahagia biasanya ia akan pergi bersama Aril kini ada kekasih halal yang akan menemaninya, ia tersenyum dan bermonolg dalam hati penuh rasa syukur dan haru ‘ masyaallah nikmat mana lagi yang hamba dustakan yarab, sedangkan engkau memberikan aku teman hidup yang halal untuk aku cintai karnamu, jaga karnamu dan bimbing karnamu’ saat asik dengan pikirannya sendiri Zain tidak sadar jika istrinya kini sudah berada tepat disisinya. Hingga Indah yang merasa aneh dengan suaminya yang senyum-senyum sendiripun menepuk lengannya pelan yang sungguh demi apapun membuat Zain terlonjak kaget dia bahkan beristigfar dan memegang dadanya karna perbuatan sang istri
“astagfirullah sayang… uji kaget yank” sedangkan Indah hanya tertawa renyah sekali membuat Zain terkesima dengan penampilan istrinya yang entah kenapa selalu cantik disetiap harinya.
“ha..ha.. lagian ngelamunin apa sih Ji?”
“ngelamunin bidadari yang lagi ketawa didepan aku.. cantik sekali, manis juga terus imuut banget gitu” pujinya membuat Indah tersipu malu. “yaudah berangkat yuk” ajaknya tangannya terulur
“tapi Indah cocokkan pakek ini,, terus sopankan Ji.. gak malu-maluin ujikan” cerocosnya, Zain yang gemas menarik lembut tangan istrinya
“gak kok malahan cantik banget gaun ini cocok banget sayank..”
“heum.. ia dibeliin ama pangeran juga nih.. lumayan gratis” candanya dan Zain tergelak. Mereka akan pergi keacara pernikahan bergengsi dan mewah yaitu pernikahan kolega bisnisnya Arilpun diundang yang kini tengah pdktean dengan seseorang akhwat yang berjilbab panjang dan bercadar.
+++++++
__ADS_1
Kedua pasangan itu berjalan menuju gedung tempat acara dialngsungkan. Saat melewati lorong penuh bunga Zain menghentikan langkahnya, membuat Indah yang sedari tadi gugup bertambah gugup
“kenapa berhenti Ji?” tanyanya
“yang mumpung sepi aku fotoin kamu yank..”
“tapi..”
“udah ayo” suruhnya dan mau tak mau Indah mnurut saja. Tak lama fotopun selesai Zain memperlihatkan hasil hepretannya pada istrinya yang cantik itu.
“lihat cantikkan” ungkapnya. Dan Indah hanya tersenyum. Zain yang menggunakan celana kain cingkrang berwarna hitam kemeja abu-abu dan toeksido hitam, dosertai dasi kupu-kupu berwarna hitam. Sedangkan Indah menggunakan dres muslimah yang anggung melekat di tubuhnya Zain yang belikan komplit dengan baju yang ia kenakan.
“masyaallah assalamu’alaikum pengantin baru” sapanya pada Indah dan Zain, Aril berpelukan ala lelaki dengan suaminya sedangkan dengan Indah saling bertakup tangan.
“waalaikumsalam yang bentar lagi nyusul” jawab Zain diiku indah yang tersenyum.
__ADS_1
“aamiin yarab.. moga si baby jug cepet hadir ya.. biar rame”
“aamiin” ucap keduanya.
“udah salam sama mempelai?”
“belum bro antriannya panjang kayak rel, persis nikahan kalian berdua” jawbanya membuat Zain tersenyum.
“yaudah sayank.. kesana dulu apa makan dulu?” tanyanya kepada snag istri yang sepertinya asik mengamati,
“eum.. kita ucapin selamat dululah ji.. baru makan”
“oke.. ayo”
“is kalian ini bikin gue iri.. hadeh” gerutunya membuat Indah tersenyum canggung sedangkan Zain tergelak.
“makanya buruan halalin lah bro.. udah ya kita kesana dulu atau lo mau gabung”
__ADS_1
“gak ah.. bikin gue kebelet entar kalo ikut kalian” jawabnya Sarkasme dan merekapun berpisah, Aril yang sedang berbincang dengan rekan bisnis lainnya sedangkan Zain dan Indah menghampiri dua mempelai yang menjadi raja dan ratu semalam.
Terimakasih...😊😊