RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
PART 15


__ADS_3


Mereka duduk lesehan dengan meja sebagai pemisah, para perempuan duduk disebelah kanan sedangkan para lelaki duduk disebelah kiri. Ada tambahan orang yaitu Selvia dan tunangan Aina. Selvia duduk disebelah kiri Indah jadi Indah ditengah-tengah antara Selvia dan Aina sedangkan didepan Aina tunangannya, Zain berhadapan dengan Indah dan disebelah Zain ada Faris disebelah Faris Aril.


“aku yang biasa ya Na”


“heum.. kita berdua yang biasa A’” beritahu Aina pada suaminya dan Zain ikut memesan seperti milik Indah. Beberapa lama menunggu akhirnya pesanan mereka datang. Ustad memimpin doa lalu mereka menikmati makanan mereka.


“kamu gak boleh banyak-banyak makan sambal, kata Aina kamu belum sarapan” cegah Zain ia langsung mengambil mangkuk cabe saat Indah hendak menambahkan sambal lagi kedalam mangkoknya padahal sudah satu sendok cabe tadi.


“ih apaan sih pak.. gak enak kalo gak pedes” sungutnya


“sekali gak tetap gak, In Na.. tolong jauhkan sambal ini dari sahabatmu yang keras kepala itu” titahnya, dan Aina mengambil mangkuk memindahkan dari sana membuat Indah mendengus sebal namun tetap memakan lahap mienya membuat Zain tersenyum puas.


Selvia yang melihat interaksi Zain dan Indah membuatnya jengkel, saat indah menyuapkan mie ke mulutnya dengan sengaja Selvia menyikut lengan itu membuat Indah tersedak. Spontan Faris dan Zain menyerahkan air mineral bedanya punya Faris sudah dibukakan sedangkan milik Zain tidak, jadi Indah mengambil air minum milik Faris yang tentunya ia tidak sadar karna terbatuk, namun efeknya mampu membuat Zain jengkel, sedangkan Aril terkikik geli akan tingkah sahabatnya ini.


Selesai makan, semua pada pulang Faris ingin mengantar Indah namun Indah menolak karna ia membawa sepadanya sendiri, Aina jangan ditanya ia pulang bersama tunangannya, dan terpaksa Faris mengantar Selvia yang sedari tadi caper ingin diantar Zain, namun Zain yang cuek tak meladeni hal itu.


“kok lo naik taxi sih Zain?” Tanya Aril heran pada sahabatnya setelah sampai dijalanan kota.


“gue mau ikutin si Indah kalo gue pakek mobil Indah bakalan sadar kalo dia iikutin, apalagi ini mobil gue pasti dia tau lah kalo gue yang ngikutin” jelasnya Aril mengangguk paham, Zain meminta Taxi mengikuti Indah dan Aril mengikuti taxi yang Zain tumpangi.

__ADS_1


Hingga Indah memasuki gerbang tinggi berwarna hitam yang terbuka lebar ada satpam juga disana, Zain melihat dari luar ternyata didalam sana ada sebuah rumah yang pernah Zain datangi saat pergi kekota bersama Indah kenangan yang tidak akan pernah ia hapus dari ingatannya, jalan-jalan menurut dia untuk pertama dan terkahir kalinya. Setelah memastikan Indah masuk barulah Zain meminta supir Taxi untuk kembali jalan.


######


Siang hari ba’da dzuhur Zain pergi kerumah yang ditempati Indah sekarang, saat masuk ia bertemu dengan mbk Sin yang ternyata ikut pindah kesini.


“assalamu’alaikum mbk” salam Zain pada Mbk Sin yang terkejut akan kedatangan Zain.


“waalaikumslam mas.. kok bisa..”


“maaf mbk.. Indah ada?”


“saya mohon mbk.. ada sesuatu yang harus saya katakana padanya”


“eum ada mas..”


“dimana ruangannya mbk?”Tanya Zain tak sabaran


“neng lagi ada ditaman belakang mas.. sama putri dan juga A’ Faris”


“oh baiklah” Zain hendak pergi namun dicegat oleh Mbk Sin

__ADS_1


“ada apa?”


“buguru.. gak akan ada di Bandung lagi”


“maksudx?” Zain menuntut penjelasan lebih


“ia.. neng akan ambil cuti 2 bulan, namun ia juga tidak tau akan kembali legi kesini atau tidak” dan tanpa menunggu lagi Zain langsung pergi dari sana langkahnya yang lebar membuat dia bisa lebih cepat sampai. Saat sampai disana Faris hendak pergi sedangkan Zain baru saja datang.


“mari mas” pamit Faris dan diangguki oleh Zain, Zain berjalan mendekati Indah yang duduk di bangku seraya memandangi putri yang sedang bermain dengan si pupus gembul.


“assalamu’alaikum” salamnya


“waalaikusal..” Indah tercekat saat melihat lelaki didepannya “ekhem.. waalaikumslaam warahmah” jawabnya ramah


“boleh aku duduk”


“silahkan..” jawabnya tanpa menoleh


“aku.. ingin menanyakan banyak hal dan mengatakan sesuatu padamu” ucap Zain membuat Indah menatapnya dengan tatapan penuh arti.


Terimakasih ....😊

__ADS_1


__ADS_2