
بسم الله الر حمن الر حيم
Indah dan Zain menempati apartement Zain, Indah diboyong kesana oleh suaminya. Setelah melakukan respsi 2 minggu lalu. Di Aceh kota kelahiran sang ummah dan di Jawa timur kota kelahiran Istrinya.
(ilustrasi gambar)
Dan kini mereka memang berencana menetap dibandung. Sore hari Indah sedang menyiapkan makan malam karna sebentar lagi suaminya pulang. Setelah menikah Zain selalu mengantarkannya lebih dulu barulah ia kekantornya yang Indah tidak pernah datang kesana. Dan setiap pulang sekolah Zain akan menjemputnya, makan siang bersama lalu Zain kembali kekantornya yang sungguh membuat Indah tidak enak hati takut membuat suaminya itu lelah.
Makan malam sudah siap kini Indah duduk dirang Tv menonton tayangan yang disajikan seraya ngemil kebiasaan jika dia sedang datang tamu bulanan. Indah tidak sadar jika ada seseorang yang kini mengamati dengan hati mengahangat dalam diamnya.
“yaampun patriknya sih.. mau aja dibodohin” ucap Indah mengomentari kelakuan film kartoon spongebob kesukaannya, ia tertawa karna tingkah kartoon lucu yang gak pernah bikin bosan. Indah meletakkan cemilan diatas meja dan meraih gelas namun belum juga minum ia terperangah pada suaminya yang kini tersenyum lebar, merentangkan kedua tangannya. Indah mengulas senyum tak kalah manis ia bangun dan berhambur memeluk suaminya yang sudah 2 minggu mereka jalani rumah tangga semanis gulali itu.
“kok gak salam dulu Ji?” tanyanya yang kini bersandar nyaman dipelukan suaminya.
“sengaja gak mau ganggu princes aku yang lagi asik nontonin si spon kuning” jawabnya seraya terkekeh.
“heum.. tapikan wajib sal..”
__ADS_1
“assalamu’alaikum sayang..”
“waalaikumsalam uji.. duduk dulu yuk..” ajaknya seraya menggiring suaminya duduk. Indah duduk melipat kaki dan hendak membuka kaos kaki suaminya.
“gak usah biar uji yang buka sendiri”
“gak papa okey.. sekarang pangeran aku ini duduk aja liatin istri cantikmu ini ya” jawabnya seraya tersenyum manis, dan itu membuat Zain gemas dan mencium kening dan kedua pipi cubby istrinya itu.
Selesai mengurus suaminya Indah datang dari dapur membawa teh mint untuk suaminya dan Zain menerimanya dengan senang hati dia haus juga karna ngemil kesukaannya yaitu kripik kentang buatan istrinya.
“ sudah sholat ashar ji?” Tanya Indah yang kini duduk disamping suaminya yang asik ngemil
“Alhamdulillah sudah..”
“kenapa sayang..” jawabnya lembut dengan tangan yang mengelus kepala istrinya sayang
“eum.. uji gak capek anterian aku terus balik lagi kekota setelah itu balik lagi buat jemput aku.. maksud Uja, bukannya gak seneng Ji cuman Uja kawatir Uji kecapean gara-gara aku.”
“sayang…” panggilnya kedua tangannya kini ditakupkan kewajah mungil Indah.
__ADS_1
“lihat Uji.. Uji gak merasa capek kok, dan jika Uji gak melakukan itu Uji yang merasa bersalah karna nelantarin kamu. Dan kamu tau ini udah ada di list aku loh buat antar jempu kamu”
“eh.. jadi sebelum nikah udah direncanain gitu.. seyakin itu bakalan nikahnya sama aku, kalo sama orang lain gimana”
“ya nikmatin juga kan istri aku” jawaban yang membuat Indah mencebik ia melepaskan tangan yang menakup pipinya.
“ck.. terus kamu bahagia diatas penderitaan aku gitu” Zain tersenyum geli bercampur gemas.
“emang waktu sebelum nikah kamu suka sama aku ya.. cinta juga pastinyakan?” katanya dengan senyum menggoda lihat alisnya sudah di naik turunkan membuat Indah kikuk sendiri.
“siapa yang bilang” elaknya
“ngaku aja deh cantik.. gak usah sok ngelak”
“tau ah.. udah sana mandi nanti kalo kemaleman dingin Ji” suruh Indah mengalihkan topic
“sayang.. memang benar aku list semua itu aku merencanakan itu setelah aku mengkhitbah kamu dan aku selalu berdoa pada allah agar lamaran aku kamu terima agar rencana masa depanku bersamamu terjalankan, namun jika nanti allah berkehendak lain aku tak bisa apakan.. tapi nyatanya allah persatukan kita.. membuat aku merasakan kebahagian yang tiada tara. Kamu kebahagian yang allah titipkan yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun” jelasnya kini Indah menatap matanya berkaca-kaca terharu.
Zain tersenyum ia mendekatkan wajahnya lalu mencium kening, hidung kedua pipi, dan Indah memejamkan mata meresapi setiap sentuhan Zain yang penuh cinta dan sayang padanya, lalu kecupan itu beralih pada bibir mereka yang menyatu. Setelahnya Zain langsung pergi kekamar mandi meninggalkan Indah yang sedang menetralkan degup jantungnya karna keajaiban suaminya yang selalu bersikap manis itu.
__ADS_1
“masyaallah” lirihnya seraya tersenyum. Zainpun tak kalah bahagia dia masih tersenyum sendiri dikamar mandi mengingat kejadian tadi.
Terimakasih...😊