RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
PART 33


__ADS_3


Tanpa keduanya sadari, jika ada dua orang yang mendengar pembicaraan mereka, hingga keduanya tak tahan untuk tidak mengetuk pintu. Zain dan Indah saling menjauh, Indah bangun lebih dulu sedikit merapikan pakaiannya yang kusut juga khimarnya lalu serasa sudah rapi ia membuka pintu dan terkejut siapa yang ada dihadapannya kini.


“assalamu’alaikum putri ummah” salam lembut nyonya Abraham itu.


“waalaikumsalam warahmah masyaallah ummah” Indah langsung menubruk badan yang tak lagi sebugar saat masa muda, walau tak ada ikatan darah mereka saling menyayangi layaknya ibu dan anak.


“loh abah. Ummah” Zain juga kaget ia mencium dan memeluk abahnya, sedangkan istri dan ibunya kini masih asik melepas rindu.


“ini kenapa mata kamu nak.. bengkak gini.. pasti gara-gara anak soleh samping kamu ini ya” sindirnya dengan melirik Zain tajam, Zain hanya mengusap tengkuk salah tingkah.


“he..he.. biasa ummah lagi diajarin nangis sama dia” canda Indah lalu beralih mencium tangan abah mertua dan memeluknya.

__ADS_1


“heuh tau gini kamu ummah bawa kabur ke Aceh, biar tau rasa dia ditinggal sendiri” cetusnya jengkel.


“aik jangan dong mah.. entar yang temenin, ingetin aku, terus saling berbagi sayang sama aku, siapa?”


“noh guling” jawab ummah Sarkasme


“ck.. taulah.. umur udah hampir kepala 3 kok pikirannya kayak orang yang gak ada ilmu aja” sergah Abah menatap Zain tajam persis sekali dengan Zain, kedua mata pasangan itu membulat dan beradu tatap saling member luasa membaca pikiran.


“ya kami dengar semuanya. Jadi bisa abah meminjam suami nakalmu ini sayang?” Tanya Abah pada Indah yang diam kikuk.


+++++


Saat makan malam pandangan Indah tak berhenti mencuri pandang pada wajah suaminya yang sembab dan seperti entahlah seakan wajahnya itu sayu dan lesu. ‘ okefix aku harus bicara sama dia nanti’ batin Indah.

__ADS_1


Makan malam selesai Indah juga sudah menyelesaiakan tugasnya didapur dan pamit undur diri pada kedua mertuanya. Indah melihat kamar dan terlihat suaminya sedang berdiri dibalkon. Zain merasakan ada yang merengkuhnya dari belakang dan ia menikmatinya.


“kok ikut keluar sayang heum..?” tanyanya lembut seraya menggenggam tangan yang melingkar diperutnya.


“pengen nikmatin angin juga sama suami tercinta.. uh ini punggung lagi sandar able.. banget jadi pengen bubuk” Zain terkekeh geli. Dan Indah terpekik tertahan saat Zain membopong tubuh mungil kurus itu, tidak terlalu kurus tidak juga terlalu gemuk.


“Uji..”


“ssst diem sayang.. katanya mau bubuk.. suamimu ini juga mau bubu sayang” ujar Zain dan Indah mengangguk.


Kini keduanya tidur saling berhadap-hadapan saling memeluk dibawah selimut yang sama. Saat Indah hendak bertanya apa penyebab suaminya ini berbeda matanya memerah, walau memang habis nangis tapi terlihat nangis lagi setelah bertemu abah tadi, ia penasaran apa yang kedua ayah dan anak ini bicarakan. Tapi sayang seribu sayang suaminya kini sudah terlelap ganteng.


“heum.. apapun yang abah dan kamu bicarakan Ji.. aku berharap dapat menghilangkan beban dan rasa risau kamu. Dan pastinya makin cinta aku.. love you my hubby” bisik Indah tepat didepan wajah suaminya lalu mencium kening itu lama. Kemudian menelusupkan wajahnya didada bidang suaminya tempat ternyaman dan membuatnya cepat terlelap.

__ADS_1


Sebenarnya Zain tidak tidur ia hanya pura-pura tidur, ia tidak ingin Indah menanyakan apa yang Abah dan dia bicarakan biarkan cukup ia, abah, dan allah yang tau, namun perkataan Abah padanya tadi nasehatnya membuat ia merasa tertampar berulang kali oleh tangan tak kasat mata dan efeknya penyesalan dengan tekad dan janji dihati untuk tidak membuat istrinya menangis dan ngerendahin diri lagi.


Terimakasih....😊😊


__ADS_2