RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
PART 9


__ADS_3


Zain membenarkan ucapannya dia sudah tidak setiap hari mengunjungi Indah hanya 1 minggu 2 kali ia datang tepatnya diweekand saja.


“neng.. kok calonnya neng jadi jarang kesini ya neng?” Tanya mbk Sin, dia sedang menyetrika sedangkam Indah baru saja pulang kerja, ia duduk didepan tv bersama Putri.


“calon apa sih mbk.. kan sudah dibilang kita gak ada apa-apa kok, dia pria yang baik yang kebetulan menemukan ponsel Indah” Mbk Sin mengangguk.


“mbk Indah tinggal istirahat dulu ya” pamitnya


“heum.. buguru istirahat saja, pasti lelah. Oh ya pembelian tanahnya jadi?”


“eum.. masih diproses sama mas Faris mbk.. Indah permisi” pamitnya.


+++++++

__ADS_1


Siang harinya Faris bertamu kerumahnya, dimana Faris bertemu Indah yang dalam perjalanan pulang dari sekolahnya mengajar.


“duduk dulu mas, Indah ambilin minum.” Ucapnya, Indah kembali setelah mengganti seragam dengan gamis rumahannya. Menyuguhkan minuman es sirup rasa jeruk dan kripik singkong.


“silahkan diminum mas”


“ah ia” Faris minum yang disuguhkan setelahnya menikmati kripik singkong, Mbk Sin datang pamit kedalam karna akan menyiapkan makan siang.


Indah dan Faris tengah serius membicarakan tentang tanah yang akan Indah beli, Faris Faturrahman putra dari ibu pemilik sewa yang bekerja tambang hari ini pulang karna libur. Dan ibu Sri merekomendasikan putranya agar membantu Indah membeli tanah yang Indah mau dengan beget sesuai.


“oh … jadi ini alasan kamu buat nyuruh aku gak nemuain kamu setiap hari supaya kamu bisa berduaan dengan dia gitu” sentaknya pada Indah.


“maaf anda jangan kasar sama perempuan” tegur Faris ia bangun dari duduknya.


“diam saya tidak sedang bicara dengan anda” bentaknya, Indah bangun ia sedikit mundur menjarakkan diri dari Zain.

__ADS_1


“om salah paham.. dia anak ibu pemilik sewa rumah Indah dan dia…”


“oh hanya karna dia anak pemilik ibu sewa jadi kamu biasa saja. Kamu bilang menghindari fitnah jadi kalo dengan dia gak” gertaknya seraya menunjuk Faris dengan tatapan menghujam yang masih tertuju pada Indah.


“om salah paham om.. aku dan mas Faris gak ada hubungan apa-apa.”


“oh ya.. apakah kamu memang selalu mengundang tamu pria kerumahmu”


“om.. apa maksud om hah.. om pikir aku prempuan apaan.. denger ya om.. terserah om mau berfikir aku apa,.. jelekin aku juga gak masalah tapi apalasan om berlaku seperti ini sama Indah.. kita bukan siapa-siapa tidak ada hubungan apapun om dan Indah jadi tak ada alasankan om menghakimi Indah tanpa sebab dan tau yang sebenarnya. Perkataan terkadang tidak mencerminkan jika orang tersebut memiliki ilmu” Indah terlanjur kecewa, lagian dia siapa aku’ pikirnya bulir bening yang ia tahan luruh begitu saja, Zain tersentak melihat bulir bening yang membasahi pipi Indah Zain menatap lekat mata berkaca-kaca itu Indah segera mengesat air matanya.


“eum.. maaf mas jika saya tidak sopan… bisa tidak diskusinya dilanjutkan besok” Faris mengangguk lalu dengan isarat menyuruh Indah masuk, Mbk Sin yang juga menyaksikan itu menatap kecewa dan amarah terpendam dengan manatap Zain ia ikut masuk lalu mengunci pintu Indah. Meninggalkan dua lelaki itu diluar.


“anda salah paham mas.. saya hanya membantu Indah membeli tanah, tidak mungkin seorang perempuan mengurusi itu sendirian, jadi ibu saya menyuruh saya membantunya tidak seperti apa yang mas kira. Saya permisi assalamu’alaikum”.


Zain menjawab salam dalam hati, dia terpaku dan merutuk dirinya sendiri sudah meluapkan emosi yang tak seharusnya ia lakukan, dan membuat Indah menangis tadi, ia kecewa pada dirinya sendiri. Zain mengusap kepalanya kasar. Ia pergi dari sana seraya memukul stirnya berkali-kali karna kesal.

__ADS_1


Terimakasih. 😊😊


__ADS_2