
" rencana kita, kamu akan mengetahuinya besok " putri astin segera pergi latihan seperti biasanya,
Besok paginya putri astin masuk kedapur saat didapur iya melihat bayangan seseorang dan segera ia keluar , tidak lama kemudian masuklah putri mei mengambil makanan untuk diberikan kepada ibunya selir lin.
"ibu, hari ini aku membawakan makanan, aku tahu bahwa ayahanda tidak akan memberikanmu makanan layak selama seminggu jadi aku mengambil ini diam-diam dari dapur" putri mei menaruh dengan pelan makanan didepan ibunya.
"terima kasih nak, saat aku keluar nanti aku akan menghancurkan putri astin" dengan cepat selir lin menghabiskan makanannya.
Tidak lama berselang wajah selir lin tiba-tiba membiru, ia sesak nafas dan mulai mengeluarkan busa dari mulutnya,
"an.. anak kurangajar, kau me.. me.. meracuniku" dengan seketika selir lin terkapar membiru kehabisan nafas.
__ADS_1
"ibu, ibu, apa yang terjadi, racun? Aku tidak melakukannya " putri mei menagis dan duduk diam tak percaya tapi saat itu putri astin yang sengaja lewat melihat kejadian itu dan berteriak meminta tolong hingga semua orang dikediaman jendral keluar melihat.
"apa yang terjadi, kenapa bisa begini coba jelaskan" ucap jendral dengan marahnya
"ayahanda aku tidak tahu apa-apa, aku hanya memberikan makanan kepada ibu lalu ibu tiba-tiba begini" mendengar penjelasan putri mei, jendral langsung menampar putri mei.
"ayahanda ini pasti perbuatannya adik kedua" putri mei mencoba melemparkan masalahnya ke putri astin,
"kakak pertama apa yang kau katakan aku baru saja akan pergi latihan tapi kau menyalahkanku" putri astin sengaja menagis agar ia tampak seperti korban.
"jelas-jelas kamu yang memberikan makanan tapi malah menyalahkan orang lain, pengawal cepat kurung putri mei dikamarnya dan jangan beri dia makan selama 3 hari" jendral merintahkan penjaga dan membawa putri mei.
__ADS_1
"tidak mungkin, ya ampuuuun kenapa nasibmu sungguh teragis kak" selir yu yang juga berakting sedih semakin membuat suasana mamburuk,
"bawa mayat selir lin dan segera lakukan acara kematian" jendral yang shok segera meninggalkan tempat itu.
" putri astin, ternyata kamu memang sangat pintar membunuh orang" selir yu melirik putri astin dengan senyuman tajam,
"bibi yu, bukankah kamu yang membunuhnya, kenapa kau menuduhku, aku melihat sendiri kau pergi kedapur pagi ini dan saat aku kedapur dan mengecek dari baunya saja itu adalah racun yang sangat berbahaya dan mahal, jadi bagaimana aku bisa melakukannya " putri astin tidak mau kalah dan membuat selir yu marah .
"ayo yue, kita harus segera latihan dan tidak penting berlama-lamaan disini membuatku Susah bernafas" putri astin dan yue segera meninggalkan tempat itu.
"putri rencana kita sudah berjalan setengahnya dan sekarang apa yang akan kau lakukan" yue bertanya diperjalan menuju pergunungan,
__ADS_1
"apa yang akan aku lakukan? Yang pasti kakak pertama tidak akan tinggal diam dan juga tidak gampang menjatuhkan selir yu jadi rencana kita selanjutnya adalah latihan dan mempersiapkan diri untuk masuk sekolah spirit" dengan senang putri astin berjalan seakan pundaknya sudah sedikit ringan.
Setelah pemakaman selir lin maka masa saat putri astin dan yue pergi ke ibu kota kerajaan untuk mendaftar akhirnya sampai, jendral memberikan sedikit uang kepada putri astin karna rasa bersalahnya waktu itu mengucapkan kata-kata kasar.