
ucapan jendral membuat selir yu memikirkan rencana untuk menghabisi putri astin ,
"jendral, biarkan putri astin pulang melihat pemakaman adiknya untuk yang terakhir kali" ucap selir yu berpura-pura.
"benar sekali putri astin, yue biarkan kita yang merawatnya" ucap kepala sekolah memberikan izin,
setelah berfikir lama akhirnya putri astin menyetujui usulannya,
"baiklah tapi aku hanya pulang untuk pemakaman adik ketiga, setelah itu aku akan kembali kesini "
"putri, apakah aku harus pergi bersamamu?" ucap pangeran han menatap khawatir putri astin ,
"tidak " putri astin langsung memalingkan wajahnya lalu pergi bersama ayahnya dan yang lainnya.
"ayahanda, kenapa anda tidak menghukum adik kedua, gara-gara dia aku kehilangan tanganku" tanya putri mei yang menatap kesal putri astin.
"kamu akan tahu saat pulang nanti" jawab jendral sambil meninggalkan ibu kota,
saat ibukota sudah tidak terlihat, kereta yang di naiki mereka berhenti,
__ADS_1
"astin, turun! " ucap tegas jendral,
akhirnya putri astin dan jendral turun dari kereta,
"sebagai hukumannya kamu harus berjalan sampai rumah" jendral menarik tangan putri astin lalu ingin mengikatnya .
"tidak, apa yang kau lakukan ayah? " tanya putri astin melepas genggaman ayahnya dan setelah dilihat lagi ternyata ayahnya sudah terpengaruh oleh sesuatu,
"tidak astin, ayah hanya menghukummu" ucap jendral
"kau bukan ayahku, siapa kamu"
"Kenapa kamu bilang begitu anak nakal, kamu sama saja seperti ibumu!!"
setelah lama berdebat akhirnya selir yu turun dari kereta,
"jendral, kenapa kamu belum menghukumnya" selir yu menampakan senyum jahatnya.
"kau bibi yu, apa yang kau lakukan terhadap ayahku"
__ADS_1
"ayahmu? dia adalah suamiku tercinta, untuk apa aku menyakitinya " selir yu tertawa dan merusak kereta hingga terlihatlah putri mei yang sudah mati membiru dengan cairan biru yang keluar dari mata dan juga mulutnya.
"iblis, kau apakan kakak pertama " putri astin mulai waspada terhadap selir yu,
"aku hanya membantu mu membunuhnya, dan aku akan membunuhmu juga " ucap selir yu
sedangkan jendral yang masih berdiri walaupun masih terlihat seperti biasanya, dia tidak kaget melihat anak pertamanya meninggal, tidak lama kemudian mata selir yu kembali menghitam dan merah setelah itu mengayunkan cambuknya kepada putri astin,
"apa kau sudah gila" ucap putri astin
"apa kau tau, ayahmu tidak akan menyelamatkanmu karna dia sudah berada dalam pengaruhku, seperti dulu saat aku mepengaruhi ayahmu untuk memenjarakan ibumu dan bagaimana aku mempengaruhi selir lin untuk membunuh ibumu, hahaha" ucapan selir yu membuat putri astin sudah tidak bisa berfikir lagi untuk mengasihani selir yu.
"kalau begitu, aku akan mengambil kembali ayahku dan juga tidak akan melepaskanmu"
putri astin mulai mengambil seruling dan meniupnya dengan perlahan hingga menghasilkan suara yang membuat ayahnya terlepas dari pengaruh kekuatan selir yu.
" apa yang kau lakukan!! " selir yu sangat marah dan menyerang putri astin, tapi putri astin berhasil menghindar dan terus memainkan serulingnya sampai ayahnya terbebas.
" kamu, tidak akan aku biarkan kamu mengambil keluargaku lagi" ucap selir yu kembali menyerang
__ADS_1
karna putri astin yang belum bisa melawan ia tidak bisa menghindar dari serangan selir yu tapi tiba-tiba jendral menghadang serangan selir yu dengan tubuhnya.
"ayah!! , shiroi keluar, antar ayah kepada pangeran han " ucap putri astin sangat marah.