renkarnasi ratu monster

renkarnasi ratu monster
ketertarikan sang pangeran


__ADS_3

Putri mei pergi dengan keadaan marah dan membuat putri astin sedikit berfikir untuk rencana selanjutnya,


" yue, apa kamu mengerti apa yang dikatakan kakak pertama? "


" maaf tuan putri kalau saya lancang tapi, anda sudah dijodohkan dengan pangeran ega dan jika besok pangeran datang untuk membatalkan pertunangan maka sesuai aturan anda akan dihukum"


malam itu yue memberitahukan semua yang ia tahu kepada putri astin hingga keesokan paginya putri astin dan yue kembali ke kota untuk melihat pertarungan.


"yue nanti malam para pangeran akan datang kekediaman tapi aku sudah mempunyai rencana dan untuk sekarang mari kita dapatkan uang lagi" ,


putri astin pergi kependaftaran ketika hendak mendaftarkan ia melihat laki-laki yang meminjamkan uang kepadanya kemarin dan putri mendekatinya untuk mengembalikan uang tersebut.


"maaf tuan, kemarin anda sudah memberikan saya pinjaman maka hari ini saya akan kembalikan, dan terima kasih" dengan sopan putri astin memberikan uang itu.


" tidak apa-apa nona, anda sudah membuat saya puas dengan pertandingan anda kemarin tapi apakah anda hari ini akan bertanding lagi? "


" ya benar sekali tuan, saya akan mencoba keberuntungan saya hari ini " putri astin segera mendaftarkan diri dan mulai naik ketas arena.

__ADS_1


"semuanyaaa itu adalah gadis yang telah mengalahkan sibesar kemarin "


"benarkah ayo kita tonton "


semua orang yang berada diwilayah arena berkumpul untuk menyaksikan pertandingan yang seru.


"tapi siapa lawannya kali ini? " salah seorang bertanya,


"aku, aku yang akan menjadi lawannya" jawab seseorang sambil naik keatas panggung,


"bukankah anda adalah teman dari tuan uang itu" putri astin bertanya dengan melihat ke tuan yang iya tunjuk.


"baiklah shin, ayo kita mulai" dengan siap dan melihat setiap gerakan dan jurus yang keluar dari shin, putri astin menghindar dan menagkis jurus pisau angin dari shin.


"sepertinya kamu lumayan juga, jadi sekarang giliranku " putri astin mengeluarkan jurus yang sama seperti shin tapi dengan kekuatan dua kali lipat dari shin, karna serangan itu shin terjatuh dan tergores sedikit.


"kenapa? ayo bangun lagi dan kita bertarung lagi" ,

__ADS_1


karna tidak ada pilihan lain shin mengeluarkan monster spiritnya tapi tidak seperti yang sebelumnya monster spirit shin tidak kabur atau hilang saat bertemu putri astin.


"oh ternyata monster spiritmu baru 200 tahun makanya dia tidak peka " putri astin tersenyum dan membuat shin bingung tapi mereka tetap melanjutkan pertarungan.


"nona mana monster spiritmu? "


"aku belum mempunyainya" dengan santai putru astin menggelengkan kepala dan membuat semua penonton terdiam sesaat.


"jangan terlalu sombong nona bagaimana anda akan melawanku" shin kembali menyerang dengan kekuatan monster spiritnya tapi putri astin menghindar dan melawan kembali.


"baiklah sudah waktunya ini diakhiri" dengan secepat kilat putri astin mengarahkan jurusnya ke shin dan melumpuhkan shin hingga tidak bisa bergerak, sedikit demi sedikit kekuatan spirit shin menurun dan membuat monster spiritnya kembali.


"ok aku mengaku kalah" shin mengakui kekalahannya,


" tapi nona bisakah anda melepaskan jurus pelumpuh ini?"


"maaf, aku lupa" putri segera melepas jurus dan pergi mengambil hadiahnya

__ADS_1


" wanita yang menarik, dan kamu sijenius kalah dengan seorang wanita? "


"maaf tuan, ternyata dia kuat".


__ADS_2