
tak puas melihat putri mei masih berdiri, putri astin masih ingin memukul putri mei tapi dihadang oleh pembawa acara, dan karna amarah putri astin yang memuncak, pembawa acara itu didorong dan menabrak kembali putri mei.
"kalian kenapa diam, cepat hela mereka" ucap master mu , kepala sekolah serta master lainnya berdiri dan kaget melihat kejadian yang tidak terduga itu.
melihat yue yang masih tergeletak, putri astin segera mengangkat yue kepinggir lapangan dan memanggil yin untuk membawanya keluar dari arena.
dari belakang putri astin, putri mei melayangkan satu serangan kepada putri astin tapi dihadang oleh pangeran han.
"kalian! kenapa membuat keributan disini, ayo tangkap putri astin dan pangeran han " ucap kepala sekolah
"kepala sekolah, kalau kamu menyentuh pangeran han maka aku tidak akan melepaskanmu, " ancam master chen dan mentatap tajam kepala sekolah hingga terduduk diam.
"ingat putri mei kalau terjadi apa-apa dengan yue, aku akan membunuhmu dan melahap jiwamu" ucap putri astin yang kembali lalu pergi bersama pangeran han untuk melihat keadaan yue,
"cih, dasar anak gila, pelayan itu tidak akan selamat" putri mei masih saja angkuh walaupun badannya sudah luka dan pergi meninggalkan arena.
__ADS_1
"kepala sekolah, cepat jelaskan apa yang terjadi, kenapa kamu membela putri mei " tanya master mu yang mulai curiga,
"t.. tadi dibelakangku ada energi yang tidak biasa hingga saat aku berbicara, tidak seperti kemauanku" jawab kepala sekolah gemetaran,
"hah, kenapa raja memilihnya menjadi kepala sekolah " ucap master mu mendesah,
master chen yang terdiam sejenak, bisa merasakan bahwa putri mei menggunakan kekuatan yang tidak biasa karna bisa memanipulasi kata.
"baiklah masalah ini kita selesaikan setelah pertandingan berakhir " ucap master chen meredakan suasana
"yin, bagaimana keadaan yue " tanya putri astin sementara pangeran han pergi melihat adiknya ,
"maaf nona, tapi luka yue sangatlah parah, mungkin tidak akan selamat " ucap yin
"apa, cepat cari bagaimana caranya dia bisa selamat!!" putri astin menarik kerah baju yin dan mentatapnya dengan tajam
__ADS_1
"ba.. baik nona, tapi aku hanya bisa membuat racun dan membuat penawar racunku, tapi bukan obat" jawab yin dengan canggung
"kalau begitu cepat obati adikku" ucap pangeran han
"kenapa aku harus menyelamatkannya, semua anggota kerajaan adalah musuhku dan oh mungkin kamu pengecualian " jawab yin menatap tajam pangeran han
"sudahlah yin, cepat sembuhkan pangeran han kalau kamu masih ingin mengikutiku" putri astin menyuruh yin membuat penawar bagi pangeran ega.
tidak puas dihajar oleh putri astin, putri mei kembali mendatangi ruangan tempat yue dirawat dan berdiri dipintu,
"hahaha dia tidak akan selamat, dan jika kamu melukaiku lagi, ayahanda tidak akan tinggal diam dan akan menghukummu karna dia tidak menyayangimu " ucap putri mei masih berlagak,
"kauuu " dengan cepat putri astin mengeluarkan kekuatannya dan membentuk katana lalu berjalan dengan sangat cepat kearah putri mei lalu menebas tangan kanannya dengan katana hingga putri mei merintih kesakitan.
"sudah aku bilang, jangan macam-macam denganku apalagi berada didepanku saat aku sedang marah " ucap putri astin kembali mengayunkan katananya tapi tangannya ditangkap pangeran.
__ADS_1