
jendral sudah memasuki ibu kota dan langsung menuju sekolah spirit untuk melihat ketiga anaknya,
"selamat datang jendral " ucap kepala sekolah
"jangan basa basi, mana anakku"
setelah mereka masuk kedalam ruangan dan selir yu langsung berlari memeluk anaknya yang sudah kaku dan ditutupi kain.
"karen, ..... bangun nak.... ini ibu" selir yu menangis sejadi jadinya sementara itu jendral menemui anaknya putri mei yang terdiam dengan tangan sudah terpotong.
"mei" saut jendral yang mengelus kepala putrinya dan memeluknya,
"aayaaah..... , lihatlah yang dilakukan adik kedua kepadaku dan adik ketiga" putri mei mengadu dan menjelaskan semuanya kepada jendral dan menambah bumbu kebohongan diceritanya,
sementara itu yin yang sedang berkeliling melihat kedatangan jendral langsung berlari memberitahu putri astin,
"nona, sepertinya ada bapak-bapak yang memeluk kakakmu dan sepertinya itu adalah ayahmu"
"apa! benarkah? biarkan saja , biarkan dia datang dan menemuiku sendiri karna aku sudah tau bahwa dia tidak akan pernah membelaku bahkan walaupun aku anak sahnya" ucap putri astin sedikit kesal,
__ADS_1
"apakah kita perlu membantumu" ucap putra mahkota,
"terima kasih putra mahkota, tapi itu tidak perlu, urusan keluargaku biar aku yang selesaikan" ucap putri astin dengan tegas ,
"yin, tolong lihat yue, aku akan pergi keluar agar tidak membuat keributan disini" putri astin langsung pergi meninggalkan ruangan dan menuju kearah jendral.
"sungguh anak biadab, aku akan menghukumnya" ucap jendral sangat marah
setelah putri mei selesai menceritakan kepada ayahandanya, jendral langsung berjalan keluar untuk mencari putri astin tapi belum lama mereka berpapasan dan tanpa pikir panjang jendral langsung menampar putri astin.
"ayah !! apa yang ayah lakukan " tanya putri astin sambil memegang pipinya ,
"kenapa aku harus membunuhnya, bibi lin diberi makanan yang beracun oleh kakak pertama dan adik kalah dalam pertandingan, tapi untuk kakak pertama dia pantas mendapatkannya karna sudah melukai yue" ucap putri astin membela diri,
tidak sadar akan keberadaan selir yu yang sudah sangat marah , ia menyerang putri astin hingga terpental tapi segera dirangkap pangeran han yang sengaja mengikutinya daru belakang,
"apa yang kau lakukan yu!!" tanya jendral
"jangan menghalangiku, hari ini aku akan membununya" jawab selir yu kembali menyerang putri astin tapi dihadang oleh pangeran han,
__ADS_1
"selir yu, mungkin kamu bisa memperalat jendral dengan kekuatanmu tapi, aku tidak akan membiarkanmu menyakiti putri astin " tatapan tajam pangeran han mengeluarkan aura membunuh.
"pangeran han ini masalah keluargaku" ucap jendral maju kehadapan pangeran han
"dia adalah tunanganku, jadi sudah sepantasnya aku membelanya " pangeran han dan jendral saling menatap seakan tidak ada yang mau mengalah,
karna suasana yang memanas, kepala sekolah serta para master datang untuk melerai mereka.
"salam jendral " ucap master chen
"salam"
"aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi sepertinya ada kesalah pahaman disini" ucap master chen mencoba mengajak jendral berbicara.
"tidak ada yang diperjelas lagi, sudah terbukti putri astin yang membunuh anakku dan melukai putri mei" selir yu yang masih tidak terima sangat ingin menyerang putri astin.
"sepertinya ini memang salah paham" master chen menjelaskan kejadian sebenarnya kepada jendral ,
"kalau begitu, aku akan membawa semua putriku pulang hari ini" ucap jendral
__ADS_1