
seketika semua yang menonton terdiam karna siapa yang menyangka pangeran ega kalah dalam pertandingan.
"apakah baik-baik saja kalau muridmu melakukan hal yang curang seperti itu" tanya master chen
"dia adalah anak yang tidak bisa diajak bicara, dia sangat ahli dalam racun dan aku tidak tahu apakah adalagi orang sepertinya didunia ini" jawab master mu dengan senyuman bangga.
"dasar tua bangka, kau malah senang dengan kelicikan muridmu"
"master chen, aku saja sudah lelah menasehatinya dan aku juga pernah terkena racunnya, itu membuatku terasa ingin mati"
setelah yin selesai bertanding, pangeran ega segera dibawa untuk diobati .
"pangeran han apa kamu tidak pergi melihat adikmu? " tanya putri astin karna melihat pangeran han hanya berdiam tanpa berkata,
"kita tidak akan bisa kemana-mana sebelum pertandingan selesai " jawab pangeran han dengan wajah datar
__ADS_1
sudah lama mereka menanti akhirnya giliran yue tiba tapi sebelum yue memilih lawan, putri karen sudah mengangkat tangannya dan memilih bertanding dengan yue.
"apakah boleh seperti itu" tanya yue kepada pembawa acara
"selama kamu setuju maka tidak masalah "
"baiklah" ucap yue setuju
putri karen pun memasuki arena dan berhadapan dengan yue dengan wajah yang sangat ingin merendahkan yue,
"tidak putri karen, aku bukan yang dulu lagi, putri astin sudah melatihku dengan sabar dan membuat hatiku kebal dengan hinaanmu, daripada terus bicara biarkan kekuatan yang menentukan "
mereka berdua sudah siap menggerakan badan dan saling menatap waspada, serangan pertama dari yue langsung mengenai perut putri karen.
"gerakan macam apa itu, dasar rakyat jelata!!"
__ADS_1
putri karen kembali membalas tapi bisa dihadang oleh yue, sementara itu yue segera mengeluarkan monster spiritnya dan mengelilingi putri karen dengan api birunya.
"kau kira ini bisa melukai dengan apimu" putri karen juga mengeluarkan monster spiritnya yaitu elang api
"apakah anda bodoh putri astin, melawan api dengan api boleh saja tapi melawan raja burung itu adalah hal yang mustahil" yue kembali menyerang dengab apinya begitu juga dengan putri karen.
sudah lama tapi mereka masih bertanding saling menyerang dengan api, karna sudah bosan yue menyerang lagi tapi kali ini ia menggunakan jurus yang pernah putri astin ajarkan, yue memejamkan mata lalu membuat pisau dari api dan menerbangkanya melalui sela api yang dia keluarkan disaat beramaan.
putri karen yang tidak mengetahuinya hanya membalasnya dengan api biasa dan siapa sangka putri karen sangat terkejut setelah pisau itu menancap didadanya.
"k.. a.. u,! " putri karen tergeletak dengan darah yang mengalir diarena,
"tuan putri, oh tidak dia sudah tidak bernafas" ucap yue kaget dan gemetaran,
"tidak apa-apa ini adalah arena hidup dan mati, semua yang terjadi disini adalah keberuntungan dan nasib kalian sendiri" ucap pembawa acara menenangkan yue.
__ADS_1
tapi walaupun itu adalah arena hidup dan mati, selir yu dan putri mei pasti tidak akan melepaskan yue dengan mudah, putri astin yang melihat juga merasa was was dengan apa yang ia saksikan tapi putri astin sudah bersiap untuk apa yang akan terjadi nantinya