
master chen, pangeran han dan shin saling memandang dan sedikit gugup karena putri astin menatap mereka satu persatu,
" putri ini teh untukmu" ucap pangeran han dengan hati-hati menungkannya,
" ehem, sepertinya kepala sekolah sudah menungguku " ucap master chen bangun lalu pergi dengan cepat.
" permisi putri astin dan pangeran han, saya ingin menjalankan sebuah misi " ucap shin yang pergi secepat kilat.
" dasar shin, padahal hari ini aku menyuruhnya istirahat " gumam pangeran han ,
"hahahaha, bagaimana jalan-jalanmu dikediaman xuyin " ucap pangeran han mengalihkan pembicaraan.
" apakah kamu tahu peti mayat didalam satu ruangan di istana bunga ? " tanya putri astin
" aku tidak pernah tahu kalau ada peti seperti itu disana , jadi apalagi yang kamu tahu" tanya balik pangeran han,
" yaa tidak ada lagi, adapun itu hanya bajuku dan tongkatku "
__ADS_1
" bukankah tongkatmu itu penting " ucap pangeran han
" ya memang, tapi itu tidak terlalu aku butuhkan, kalau aku sudah bukan ditubuh asliku" ucap putri astin
" kalau begitu kita harus segera latihan, kau tau aku setidaknya harus mengalahkan adik-adikku dipertandingan nanti, kalau tidak akan susah bagiku untuk meju ke langkah selanjutnya " ucap pangeran han berdiri lalu mulai berjalan.
" ya, dan ada satu hal lagi, aku tidak akan menikah denganmu hanya untuk kamu memukul bokongku, sebelum itu terjadi tanganmu sudah hilang " ancaman putri astin membuat pangeran han kaget dan langsung pergi dengan senyuman tipis.
keesokan paginya putri astin mulai bersiap untuk melihat orang-orang yang datang untuk pertandingan, yue yang tidak ikut serta hanya menemani putri astin berjalan dipasar dan melihat para pendatang baru.
" begitulah, itu akan baik untukku karna pertandingan ini tidak terlalu berarti untukku, tapi aku belum melihat bonus dari pertandingan ini" ucap putri astin
putri astin dan bulfi kembali melihat kertas pengumuman dan kaget akan hadiah yang mereka terima, ( juara 1 : menjadi murid master agung dan 5000 koin, juara 2 : pil penambah spirit dab 4000 koin, juara 3 : 3500 koin ) membaca pengumuman itu membuat mata putri astin tertuju ke jumlah uang yang akan didapatkan.
" yue... tidak.. bulfi, aku harus punya juara, uangku selama ini sudah hampir habis, dan yang paling penting aku harus mendapat pil penambah spirit " ucap putri astin kegirangan.
" aku tidak bisa bertanding karna master mu sudah tau kalau aku bukan yue " bulfi mendesah kurang bersemangat,
__ADS_1
dari belakang seseorang berbicara di telinga putri astin
" nona, apakah aku bisa melihat pengumuman itu " ucap seorang pria dengan meniup telinga putri astin,
putri astin yang terhentak kaget tidak sadar berbalik langsung membanting pria itu dengan kencang.
auuuuuuu
" aku tidak bermaksud menakutimu " ucap pria itu sambil mencoba untuk bangun,
" kau orang aneh, datang dari mana " ucap bulfi
"maaf nona-nona cantik, namaku yushiro aku datang dari kerajaan sebelah tapi aku bukan musuh " ucap yushiro sambil memperbaiki tatanan rambutnya.
" jadi kamu akan bertanding disini" tanya putri astin
" beeeenar sekali, hahahaha aku akan menjadi juara pertama lalu menjadi murid master agung dan membuat dia jatuh cinta padaku lalu kita akan menikah, hehehehe " ucap yushiro sambil berkhayal dan menatap kelangit lalu tertawa.
__ADS_1