
"maaf tuan putri, apakah ada yang salah dengan perkataan hamba ? " yue tampak bingung dan terkejut, " bukan seperti itu, maksudku kamu jangan terlalu mempercayai apa yang dibicarakan dari mulut ke mulut."
"Sebaiknya kita pulang dulu, aku akan mencoba meminta uang bulanan ku ke ayah tapi kalau ayah tidak memberikan, maka satu minggu lagi kita akan kembali ke sini",
putri astin kembali ke kediamannya, tapi putri astin tidak tahu bahwa di kediamannya sudah menanti para selir dan anak-anaknya untuk melihat apakah yang diberitahukan putri mereka kalau putri astin benar benar telah berbeda dari biasanya.
" hmm lihatlah yue, sekumpulan orang bodoh sudah menanti kepulangan kita " dengan senyum manis putri astin pergi untuk menyapa mereka, " maaf bibi-bibi aku tidak tahu bahwa anda sangat peduli kepadaku sampai sampai menunggu kepulangan ku " dengan nada yang sedikit penyendir putri astin memberi hormat kepada para selir.
__ADS_1
" Putri astin, apakah kamu tahu bahwa disini juga ada kakak pertamamu kamu juga harus menghormati dia" selir pertama lin menyuruh putri astin menundukan kepala kepada putri mei, " maaf bibi lin yang saya tahu status saya lebih tinggi dengan kakak pertama, sebagai anak sah dari ayahanda sudah seharusnya kakak pertama menghormatiku, dan itu juga termasuk para bibi " .
karna kesal kepada putri astin, selir kedua yu mengangkat tangan mau menampar putri astin tapi belum sempat tangannya sampai, putri astin dengan cepat menarik putri ketiga karen dan menjadikannya perisai hingga yang tertampar adalah putri karen.
aaaaaaaa
"apakah bibi lin dan kakak pertama juga mau aku perlakukan seperti mereka atau mau lebih" , putri astin memberi tatapan tajam.
__ADS_1
" kamu jangan harap bisa berbuat seperti itu kepadaku dengan kekuatanmu yang sekarang kamu tidak akan bisa melukai ibu ataupun diriku, Ingat itu " putri mei dengan ekspresi kesal meninggalkan putri astin, " bibi mereka semua sudah pergi jadi kenapa kamu tidak pergi? " dengan senyuman licik putri astin menatap selir lin yang masih berdiri didepannya, " tidak aku akan pergi, tapi ingat satu hal kamu akan bernasib sama dengan ibumu " denga berbisik ditelinga putri astin selir lin lalu meninggalkan mereka.
" putri jangan dengarkan mereka, lebih baik anda mandi dan beristirahat dengan nyaman"
yue sang pelayan mencoba menenangkan tuan putrinya, " tidak yue untuk apa kita mendengarkar perkataan mereka, sebaiknya kita kembali dan besok aku akan mencoba berbicara kepada ayah " , walaupun putri astin memcoba bersikap tenang tapi pikirannya masih terbayang perkataan dari selir lin.
sudah 5 hari putri astin bertapa untuk menguatkan spiritnya dan belum makan ataupun membuka matanya hingga membuat pelayannya yue berfikir bahwa sang putri menyiksa dirinya karna sang tuan jendral tidak memberikan uang bulanan dan malah menuduh tuan putri menyiksa selir dan saudaranya, walaupun yue memanggil sang putri tapi tidak ada respon seperti tuan putri , karna belum ada respon maka yue mulai panik dan menangis.
__ADS_1
" yue kenapa kamu kenangis, aku tidak akan mati " dengan pelan putri membuka matanya dan berdiri menghampiri yue sambil mengelus kepala yue, " yue besok kita akan pergi ke kota lagi ".