
"apa yang kau katakan putri?, itu memang benar tapi aku akan menyingkirkan setiap penghalang dijalanku" ucap pangeran han,
" ya itu memang benar, hanya saja ketika melihat darah seseorang yang tidak terlibat masalahku, aku merasa seperti yang jadi penjahatnya"
pangeran han mendekati mayat selir yu dan melihat keadaannya.
"kau sudah dianggap jahat oleh sebagian orang, jadi untuk apa kau ragu" ucap pangeran han sembari menutup mata selir yu.
"jadi mana yang lain? "tanya pangeran han penasaran karna tidak melihat seorangpun disekitar mereka,
"oh aku lupa memberitahumu, bahwa xuyin sudah mengajarkan ilmu hitamnya kepada seluruh bawahannya, dan itu sangat mengerikan mengambil raga seseorang beserta kekuatan spirit dari orang itu" jawab putri astin
tak lama kemudian saat mereka ingin mengangkat mayat dari selir yu, tiba-tiba selir yu melayang dibawa oleh kabut hitam tebal lalu menjauh meninggalkan putri astin dan pangeran han.
__ADS_1
"apa itu" tanya putri astin
"sepertinya xuyin sudah mulai merasakan gerakanku, kau tau selama ratusan tahun, tak terhitung kalinya aku hampir mati saat membalaskan dendam, untungnya aku selalu membawa serangga atau benda saat bertemu dengannya jadi saat sekarat aku memindahkan jiwaku hingga aku sudah dianggap mati dan saat kecil tubuh pangeran ini hampir terpanggang karena api, dan saat Itulah aku memasuki tubuhnya" ucap pangeran .
"kau kejam seperti biasanya, berarti dia sudah tahu bahwa kamu akan datang lagi" tanya putri astin
"tidak ada yang bisa membunuh bawahannya kalau bukan aku, tapi sekarang kamu sudah membunuh selir yu dan itu tentu saja aku yang dianggap telah membunuhnya" jawab pangeran han sambil melirik putri astin.
"biarkan saja mereka membunuhmu, itu tidak masalah bagiku" putri astin mulai berjalan lagi menuju ibukota menemui yue.
"ratu, apakah anda ratu monster? " ucap monster spirit berbentuk kalajengking.
"kalian mengenalku, "
__ADS_1
"tentu saja ratu, monster yang sudah lama hidup memberitahu kami, bahwa aura sang ratu dapat menenangkan para monster dan juga tanda dikeningmu yang hanya kami para monster yang bisa melihatnya dan anda juga mengerti bahasa kami, bagaimana mana mungkin kami tidak mengenali sang ratu" semua monster spirit itu seakan menunduk dihadapan putri astin.
"baiklah, jadi apa mau kalian" ucap putri astin,
"kami hanya ingin menyapa sang ratu, dan jika anda butuh bantuan kami akan segera datang membantu" ucap monster spirit berbentuk kadal.
"baiklah, suatu saat pasti aku akan meminta tolong kepada kalian, kalau begitu cepatlah kalian pergi sebelum pemburu melihat kalian"
setelah para monster pergi, putri astin dan pangeran han kembali melanjutkan perjalanan ke ibukota,
"kalau boleh tau, karna kamu adalah pangeran dan juga sudah sering bertemu xuyin, apa kamu mengetahui apakah ada seekor monster spirit yang berbentuk naga bertanduk emas? " tanya putri astin
"ya aku melihatnya, bukankah dia adalah naga yang kamu rawat dari bayi, tapi sekarang dia sudah sangat besar tapi karna dia tidak mau patuh terhadap xuyin jadi dia disegel ditempat xuyin, aku juga tidak bisa membuka segelnya" ucap pangeran han
__ADS_1
"tunggu aku naga kecil, aku akan datang sebentar lagi dan membebaskanmu" ucap putri astin semakin bersemangat