renkarnasi ratu monster

renkarnasi ratu monster
sisi lain sang putri


__ADS_3

tidak lama kemudian, pangeran han meninggalkan kamarnya dan untung saja tidak melihat putri astin yang sedang bersembunyi.


"oh aku salah paham dengan pangeran han, aku kira dia suka kepadaku" putri astin keluar dari kamar pangeran han sedikit merinding dan masih menggenggam barang ditangannya.


"tidak, aku lupa mengembalikannya" saat ingin mengembalikan barang itu, ia ketahuan oleh pangeran han,


"putri, sedang apa kau didepan kamarku, dan kenapa tusuk rambut itu ada ditanganmu" tanya pangeran han sambil melihat tusuk rambut itu.


"ehem aku tahu sekarang pangeran, aku tidak akan mempermasalahkan kamu menciumku barusan, dan sebaiknya kamu ketabib meminta pemulihan yang penuh dan aku ingatkan, kamu adalah seorang pangeran jadi walaupun akan susah mendapat seorang anak tidak apa-apa, apalagi sekarang aku tahu kamu menyukai dirimu sendiri dan suka memakai perhiasan wanita....hmmm semangat untuk pemulihannya" dengan tenang putri astin menepuk bahu pangeran dan berjalan menjauh dengan pelan.


"kauuuu, ap..... apa.. apa kau menganggap aku ini kurang waras dan menganggap it... ituku tidak bisa berfungsi dengan baik," pangeran mendesah panjang karna putri astin yang salah paham dengannya.

__ADS_1


"tusuk rambut itu aku beli dikota dan akan aku berikan padamu, dan kau bilang aku suka perhiasan wanita...apa kamu pernah melihatnya, atau jangan-jangan kamu tadi mengintipku saat aku bercermin dikamarku" pangeran han yang sebenarnya sudah curiga dari tadi semakin berjalan mendekati putri astin.


"apa kau mau mencobanya, apa kamu mau melihat apakah aku sehat atau tidak? " dengan tatapan nakal pangeran han membelai rambut putri astin.


"kyaaa apa yang kau lakukan, aku... aku akan pergi ke guru dan berlatih " putri astin langsung lari dan menuju ketempat latihan.


"sangat menarik putri " pangeran han kembali masuk kedalam kamarnya dan mengambil kembali cermin didalam laci yang ternyata adalah cermin bayang yang memperlihatkan wajah seseorang yang kita cintai.


"barang? "putri astin bingung dengan perkataan master chen


"kamu hari ini sudah resmi jadi muridku jadi kamu akan tinggal selama latihan disini dan sebelum pertandingan dimulai kamu tidak boleh keluar dari tempat ini"

__ADS_1


"tapi, semua barangku ada bersama yue, apakah aku boleh mengambilnya sebentar "


"tidak boleh, kamu tidak boleh keluar, kalau begitu biarkan pangeran han yang membantumu mengambilnya" ucap master chen sembari meminum kembali tehnya.


"guru, tidak baik menyuruh seorang laki-laki mengambil pakaian wanita asing, apakah guru tahu sifat pangeran han yang sesungguhnya " putri astin membisiki telinga master chen dan membuat master chen tertawa keras.


"hahahaha apakah benar yang kau bilang, dari kecil dia sudah beramaku tapi aku baru mengetahuinya sekarang" master chen tertawa tanpa henti dan tidak tahu bahwa pangeran han sudah ada dibelakang mereka berdua.


"ehem sepertinya, kalian sangat senang" dengan wajah datar pangeran han melihat putri astin yang sedang menahan tawanya sementara master chen kembali meminum tehnya.


"guru, sebaiknya aku menyuruh shin membawakan barang milik putri karna mulai hari ini kami akan berlatih "pangeran menarik tangan putri astin dan pergi berlatih

__ADS_1


"apakah dari tadi dia menguping" ucap master chen penasaran .


__ADS_2