
" putri, tadi aku bertemu perempuan yang mulutnya minta jahit " ucap bulfi yang datang dengan membawa hong cha ( teh merah) di tangannya dan bergerutu tidak jelas.
" apa yang kau bicarakan" tanya putri astin
" katanya dia akan melawanmu dan kamu tidak akan menang darinya " jawab bulfi
" kamu tidak perlu mendengarkannya " ucap putri astin tidak peduli
" eh, mana minumanku " tanya yin
" aku tidak punya uang untuk membeli minumanmu " ucap
" haaah, dasar pelit"
malam itu mereka asik berbincang sampai tengah malam, hingga paginya mereka tidak sadar tertidur diruangan yin dan kembali ke arena pertandingan.
" kalau sampai pangeran han tau putri tidak berada dikamar tadi malam, pasti hari ini matanya akan menatap tajam putri dan penuh tanda tanya, hahahahaha " ucap bulfi sambil mencari pangeran han.
" beritahu saja, maka aku akan mengikatmu terbalik " ucap putri astin
" kita berpisah disini " ucap kembali putri astin
semakin lama semakin banyak orang yang pergi melihat pertandingan di hari kedua, putri astin kembali duduk ditempatnya semula walaupun hari ini peserta sudah mulai berkurang.
" hai hai hai, astin hari ini kita akan menjadi lawan, semoga kamu tidak mengecewakanku" ucap hanabi
" benarkah, semoga saja " ucap putri astin
__ADS_1
" hari ini sepertinya pengeran terkecil kerajaan ini akan memulai pertandingan , siapa ya namanya " tanya hanabi
" fei, pangeran fei " jawab putri astin
pangeran fei sudah memasuki arena dan lawannya adalah seorang murid sekolah spirit
" senior, sepertinya aku menjadi lawanmu kali ini" ucap pangeran fei
" hahaha anak kecil, aku tahu kamu pangeran, kamu lebih lemah dari yang lainnya karna kamu tidak pernah bertarung sebelumnya "
" benarkah, Semoga saja hari ini keberuntunganku hehehe " ucap pangeran fei sok imut
setelah saling memberi hormat, pangeran fei malah duduk sambil tersenyum menatap seniornya, sudah beberap menit berlalu tidak ada pergerakan dari seniornya itu.
" apa yang terjadi "
banyak dari penonton dan juga peserta menjadi kebingungan,
" senior ayo lawan aku " ejek pangeran fei
seniornya bukan hanya tidak bisa bergerak tetapi juga tidak bisa berbicara lalu pengaran fei bangun dan menendang seniornya sampai keluar arena.
" pe.. pemenangnya pangeran fei " ucap juri
" hahaha terima kasih, terima kasih" ucap pangeran fei keluar dari arena
hanabi yang melihat sangat tidak percaya bahwa pangeran yang dianggapnya lemah malah menang tanpa harus mengeluarkan keringat.
__ADS_1
" apa yang terjadi " tanya hanabi
" apa kau tidak lihat, ia memakai trik kecil tapi jarang diketahui " jawab putri astin
" trik? "
" dia memakai monster spiritnya saat pertama pertandingan, dan juga hebatnya lagi monster spiritnya dapat masuk ketanah dan menghisap spirit lawannya sampai lawannya tidak bisa bergerak atau berbicara " jelas putri astin
" woow sangat hebat, jadi kalau aku menang darimu berarti aku akan melawan pangeran fei itu " ucap hanabi dengan mata yang berbinar
" ya begitulah "
selang setelah senior dari pangeran fei dibawa untuk diobati maka giliran yushiro memasuki arena,
" huaaaah, itu adalah kakak kenalanku " ucap hanabi melambaikan tangan
" haaai hanabi, putri astin " sapa yushiro
"apakah dia bodoh " ucap putri astin
yushiro tampak bersemangat dan kegirangan melihat lawannya,
" salam kenal, aku yushiro hari ini aku akan melawanmu" ucap yushiro bersemangat
lawannya tidak menghiraukannya dan tetap menatap yushiro,
" aku akan mengalahkanmu lalu menikahi master agung " ucap yushiro
__ADS_1