
melihat keanehan yushiro , putri astin dan bulfi segera pergi meninggalkan yushiro yang masih berbicara sendiri dan mereka pergi kearena melihat banyak sekali para murid dan juga guru mereka yang mempersiapkan anak didiknya agar bisa menang dipertandingan.
" eeeee, apakah menjadi murid xuyin sehebat itukah " ucap putri yang yang melipatkan tangannya lalu duduk dikursi ,
" putri, putri, menurutku kalau dia kuat dan cantik pasti banyak orang yang berlomba, itu pasti hahahaha " ucapan bulfi membuat putri astin menatapnya dengan tajam.
setelah melihat-lihat ternyata acaranya sudah dimulai dan para murid yang ikut lomba dipersilakan duduk ditempat duduk murid,
" huh, kalau saja si mu jelek itu memberikanku izin bertanding pasti aku akan mendapatkan uang yang banyak " ucap bulfi megejek master mu,
" sudahlah aku pergi dulu " ucap putri astin
" semangat, jangan sampai uangnya hilang "
putri astin segera berpindah tempat ke kursi murid dan ternyata pangeran han duduk dikursi pertama dan jauh dari putri astin.
__ADS_1
" boleh aku duduk disini "
suara seseorang yang disamping putri astin tidak dihiraukannya dan masih melihat wajah seluru peserta,
" aku harus mendapatkan juara kedua," gumam putri astin dengan sedikit memberi semangat kepada dirinya.
" biasanya peserta yang datang kesini bertujuan untuk menjadi murid master agung tapi kamu memilih menjadi juara 2 " ucap orang yang disampingnya
" siapa? "
" oh iya, panggil saja aku astin, aku asli sini ," ucap putri astin kembali menyodorkan tangannya
ketika putri astin asyik berkenalan, pertandingan sudah dimulai urutan duduk menjadi nomor masuk arena dan lawannya adalah orang yang duduk disampingnya.
pangaran han mendapat urutan ke 2 semetara putri astin mendapat urutan ke 26,
__ADS_1
" wah sepertinya kita akan menjadi lawan di arena " ucap hanabi
" ya begitulah "
urutan pertama Maju dan mulai saling memberi hormat lalu sudah saling mengeluarkan monster spirit diawal pertandingan, kekuatan mereka tidak bisa diremehkan, banyak dari peserta yang sudah mencapai tingkat master awal.
pertarungan mereka semakin lama semakin serius hingga salah satu dari mereka terjatuh dan keluar dari arena dengan luka yang cukup parah, selanjutnya giliran pangeran han yang harus berhadapan dengan seseorang yang berbadan besar dengaj kekuatan otot melebihi batas manusia, setidaknya dihadapan orang itu tinggi pangeran han hanya sampai dadanya.
" anak kecil, sebaiknya menyerah saja daripada kamu pergi menagis kedepan ibumu dengan luka memar diwajah halusmu itu " ucapan pria berotot itu membuat pangeran han sedikit kesal dan menatap pria itu dengan tajam.
" badanmu itu memang besar, tapi otakmu itu tidak lebih dari otak udang " ejek balik pangeran han
" kaaauuu! "
pria itu langsung melancarkan tinjunya kearah pangeran tapi masih bisa di hindari, karna kerasnya kekuatan tinjunya itu membuat lantai arena menjadi retak.
__ADS_1
pria itu masih melancarkan tinjunya dan sekarang dengan kecepatan dibatas normal, tinju seribu tangan itulah namanya, pangeran han yang juga menghindar dengan sangat cepat juga lelah jika tidak melawan, segera pangeran han mundur dan mulai mengeluarkan kekuatannya dan terbang kebelakang pria berotot itu lalu dengan cepat menyerang tepat dipunggung pria itu, tetapi serangannya sama sekali tidak mempan.