
" yue lihatlah baju ini sangat cantik, makanan ini juga enak, yaa ampuuun aku sudah lama tidak merasakan kesenangan berbelanja" dengan senang mereka membeli dan memakan makanan yang mereka jumpai.
" tuan putri, berapa banyak uang yang kamu peroleh dari pertarungan ? "
" tidak banyak hanya 1000 koin " dengan makanan yang masih penuh ditangan, tuan putri kembali melihat makanan enak lainnya dan mencoba pergi melihatnya tapi belum sampai ditempat penjual, segerombolan wanita dan juga warga kota bergerumun disamping jalan seakan menunggu kedatangan seseorang hingga membuat tuan putri dan yue tidak bisa pergi keseberang jalan.
Kyaaaaaaaaaa
semua wanita histeris dan sorak kagum semua orang semakin besar membuat tuan putri heran dan bertanya kepada salah seorang dari wanita tersebut,
" permisi nona apa yang membuat kalian begitu senang ?" .
__ADS_1
" apa kamu tidak tahu itu adalah putra mahkota dan pangeran ketiga ega yang baru saja kembali dari medan perang, seharusnya pangeran kedua juga ada disini tapi dia tidak suka dengan keramaian jadi dia tidak ikut" wanita tadi kembali bersorak histeris.
" yue apa kamu tahu juga, biasanya kau tahu segalanya " putri yang sengaja melirik yue yang daritadi juga senang melihat kedatangan pangeran.
" maaf tuan putri, hamba juga baru melihat sendiri bagaiman seorang pangeran " dengan wajah sedikit memerah yue mengambil barang bawaan sang putri dan mengajak putri astin kembali kekediaman, tapi saat waktu yang bersamaan putra mahkota tidak sengaja melihat putri astin dan merasa tidak asing dengan gadis tersebut.
" tuan putri, bukankah tuan putri sudah ditunangkan dengan salah seorang dari pangeran, anda sungguh beruntung tuan putri",
"kau tahu yue aku tidak tertarik dengan pertunangan atau apapun itu karna sekarang aku mempunyai tujuan lain" putri mengatakannya dengan wajah serius dan kembali meletakan barang bawaannya.
" yue sepertinya baju ini tidak cocok danganku ini terlalu kecil aku rasa akan cocok denganmu, sekarang cobalah pakai"
__ADS_1
"benarkah putri, terima kasih hamba akan mencobanya " yue sangat senang memakai pakaian baru yang diberi oleh sang putri.
tapi saat mereka sedang berberes, putri mei dan putri karen masuk kedalam ruangan putri astin.
" kalian dari mana kalian mendapatkan uang dan membeli baju itu" dengan sinis putri mei bertanya kepada putri astin,
" sudahlah kakak pertama, kalau bukan mencuri bagaimana mungkin wanita gila ini mendapatkan uang " putri karen melanjutkan perkataan putri mei.
" hati-hati dengan ucapan kalian tuan putriku tidak mungkin mencuri dia mendapatkannya saat menang pertarungan " dengan berani yue membela sang putri.
"kau pelayan rendahan berani sakali membalas perkataanku" putri karen menampar yue dengan keras, tapi karna tidak tahan pelayannya diperlakukan seperti itu putri astin membalas tamparan itu kepada putri karen hingga membekas dipipinya.
__ADS_1
" kau berani dengan pelayanku maka aku juga bisa membunuhmu serta pelayanmu" putri astin mengancam putri karen sampai putri karen tidak bisa berkata.
" adik kedua kau sangat keterlaluan menampar adik ketiga demi membela pelayanmu, aku akan mengingat ini lalu melaporkan kepada ayahanda, dan ingat juga besok saat pangeran datang dan membatalkan pertunangan maka saat itupun aku bisa menyakitimu ingat itu "