
setelah beberapa hari akhirnya yue sadar,
putri astin yang sedang latihan belum mengetahui bahwa yue sudah sadar, sementara itu yin yang berada disitu langsung mendatangi yue.
"kau sudah sadar"
" kau , kenapa banyak aura hitam disekelilingmu, apa kamu akan berbuat jahat padaku" ucap yue yang segera bangun dan menatap tajam yin.
"aku yin, apa kau tidak mengenaliku"
"sudah jelas aku mengetahuimu, dasar jelek" ucapan yue terdengar sangat jelas di telinga yin,
"k.. Kau, hah baiklah aku tau kamu baru sadar jadi aku akan memaafkanmu kali ini" ucap yin menggelengkan kepala.
tidak lama kemudian yue memperhatikan sekelilingnya dan duduk lalu menaikan kakinya keatas meja.
"ambilkan air" perintah yue kepada yin,
"apa kau bilang,...baiklah" yin yang masih berfikir yue seperti itu karna baru siuman,
setelah yin memberi air kepada yue, yue melempar air itu kelantai,
__ADS_1
"apa kau anggap aku seorang pengemis, hingga memberiku gelas jelek seperti ini" yue yang marah langsung meninggalkan yin yang juga kesal melihat tingkah yue.
"dimana tuan putri " ucap yue berkeliling sekolah mencari putri astin,
sementara itu, seseorang yang melihat yue berjalan seperti orang kebingungan, ia langsung pergi ketempat latihan putri astin dan mengatakan bahwa yue sudah sadar.
"banarkah yang kamu katakan, terima kasih"
putri astin segera pergi menemui yue setelah melihatnya duduk dibawah pohon,
"yuee" panggil putri astin
yue yang melihat putri astin segera pergi dan memeluk erat putri astin, dan yue tersenyum kegirangan,
"ratu, hey bulfi apa itu kau" ucap putri astin sambil menggetok kepala yue
"maaf ratu, aku sudah selesai menyembuhkannya tapi, tubuhku tidak bisa keluar dari tubuhnya dan malah menyatu, bagaimana ini aku tidak akan memiliki keturunan sebagai pengganti raja burung " ucap bulfi menjelaskan kepada putri astin.
"oh jadi begitu, sepertinya aku harus mencarikanmu bunga api untuk memisahkan kalian, jadi bagaimana caranya aku berbicara dengan yue" ucap putri astin,
"oh tenang saja, tadi dia sempat sadar dan mencarimu tapi entah kenapa dia tidak berganti tubuh lagi denganku" ucap bulfi heran.
__ADS_1
"memang benar, aku harus mencari bunga api dulu, kalau tidak jiwa yue akan kalah denganmu, meskipun tubuhnya sudah sembuh tapi spiritnya terlalu lemah dari spiritmu" putri astin berencana pergi mencari bunga api untuk memisahkan mereka.
"mulai sekarang jangan panggil aku ratu, panggil aku putri, dan juga jaga tingkah lakumu, mengerti "
putri astin yang bingung harus mencari bunga api kemana, ia bertanya kepada master chen dan mengetahui bahwa bunga api itu berada di lereng gunung berapi yang sangat berbahaya.
"aku tidak tahu bahwa sekarang bunga api sangatlah langka" ucap putri astin
"putri, aku juga akan ikut denganmu" ucap bulfi
"tentu saja kau harus ikut "
"dan lagi, aku akan bertemu dengan teman lama disana" ucap putri astin kembali melihat sekeliling dan mencari pangeran han yang sudah beberapa hari ini tidak kelihatan.
"kau, apa kau melihat pangeran han " tanya putri astin kepada seorang murid,
" aku tidak tahu, "
"benar-banar disaat butuh dia tidak ada" ucap putri astin
"teman lama? " tanya bulfi penasaran
__ADS_1
"kau akan tahu setelah kita sampai, tapi aku juga sebenarnya malas bertemu dengannya, " jawab putri astin