renkarnasi ratu monster

renkarnasi ratu monster
bunga api


__ADS_3

selangkah demi selangkah putri astin dan bulfi mengikuti langkah baihuang hingga sudah bisa melihat bunga api itu.


bunga api yang mengeluarkan hawa api merah dan memiliki kelopak warna biru dengan tangkai yang panjang dan memiliki duri diujung kelopaknya, sekali tangan manusia menyentuh tangkainya maka bunga itu akan mati.


"baihuang, bisa kau ambilkan untukku" ucap putri astin ,


"ratu, saat ini aku akan bicara serius denganmu, nanti saat kekuatanmu sudah sepenuhnya kembali, datanglah kesini dan aku ingin memintamu untuk memadamkan separuh api dilereng gunung ini, " pinta baihuang kepada putri astin.


"baiklah "


"kalau begitu aku akan mengambilkan bunga itu sekarang, tapi awasi sekitar" ucap baihuang serius


"tunggu dulu, apakah masih ada bunga api lain, " tanya putri astin

__ADS_1


"ada, tapi aku tidak bisa memberikannya pada siapapun karna bunga itu sudah ada sebelum gunung ini aktif, sekali dipetik maka gunung ini akan meletus, ratu tahu bahwa bunga api ini tumbuh 100 tahun sekali jadi bunga yang akan aku petik baru berusia 200 tahun" jawab baihuang.


tidak lama setelah itu baihuang pergi memetik bunga itu, kekuatan yang dikeluarkan bunga itu lumayan kuat saat dipetik oleh baihuang, setelah dipetik tanah disekitar mereka bergetar ringan dan berhenti seketika.


baihuang membungkus bunga api itu dengan mantra lalu membuat tas dari daun bunga api untuk mencegah duri yang menusuk ,


"baiklah ratu, sepertinya tugasku untuk membantumu sudah selesai dan sekarang aku akan menemanimu keluar" ucap baihuang sambil berjalan lagi menuju arah keluar.


setelah berjalan mereka heran dimana bangkai cacing besi yang telah dibunuh itu, tiba-tiba baihuang melindungi putri astin dan bulfi karna serangan mendadak dari cacing itu.


"ratu, jangan keluar dari lingkaran mantraku ucap baihuang,


baihuang sangat tenang saat melawan cacing itu, gerakan tangan baihuang sangat cepat hingga dia bisa membuat seribu tangan sekaligus lalu menekan cacing itu dengan keras hingga terjatuh ketanah dan hempasannya membuat batu-batu dari atas terjatuh.

__ADS_1


"tenang cacing kecil, aku tahu kamu membalas dendamkan temanmu, tapi aku tidak bisa melihat ratuku kerepotan karenamu" baihuang pergi melihat cacing itu dan memantrainya hingga ukurannya yang raksasa menjadi sekecil lengan.


"kau.. kau bisa melakukannya, tapi kenapa dari tadi tidak membuat mereka mengecil hingga aku tidak harus membunuh yang satunya" ucap bulfi kesal.


"kenapa aku harus Susah-susah melawan monster lemah itu, aku melawan cacing ini karna memang kekuatannya lebih besar darimu" ucap baihuang,


ucapan baihuang membuat bulfi sedikit jengkel lalu berjalan didepan,


"ratu, jika kamu ingin mengeluarkan tubuh phoenix itu, bukankah spiritmu akan terkuras setengahnya, dengan keadaanmu yang sekarang kamu harus berhati-hati, aku sudah tidak bisa menjagamu seperti dahulu " ucapan baihuang membuat putri astin sedikit menunduk.


"aku sudah menemukan anakmu, dia disegel oleh xuyin, tapi segera mungkin aku akan membebaskannya" ucap putri astin


"syukurlah dia masih hidup, tapi tidak mudah mengalahkan xuyin karna mahkota ratumu sudah direbutnya dan surulingmu yang asli berada didalam perut naga kecilku" ucap baihuang melanjutkan jalan bersama putri astin.

__ADS_1


"mahkota itu memang membuat dia kuat, tapi tidak sepenuhnya bisa dikendalikan karna dia bukan adik kandungku" ucap putri astin


__ADS_2