
sudah hampir seminggu setelah jamuan makan malam kerajaan, putri astin dan pangeran han berlatih untuk pertandingan yang akan berlangsung lusa, tapi putri astin masih kepikiran atas ajakan xuyin ke istana bunga, ia tidak tahu apakah xuyin sudah tahu siapa dirinya atau dia memang tertarik dengan putri astin.
" aarrgg, apa yang direncanakan xuyin " ucap putri astin melempar batu keair
" ikuti saja kemauannya, kalau tidak dia akan curiga kepadamu " ucap pangeran han yang baru selesai meditasi,
"benarkah, kalau begitu aku akan pergi nanti, dan juga siapa tahu disana aku menemukan sesuatu " ucap putri astin berdiri dan langsung pergi membersihkan dirinya.
tidak lama kemudian putri astin Pergi ke istana bunga dengan pakaian rapi dan perasaan yang campur aduk menimaninya memasuki gerbang istana.
" siapa kamu ! ada perlu apa disini " ucap penjaga
"aku disini atas undangan dari master agung " ucap putri astin
" biarkan dia masuk " ucap pelayan istana bunga memberikan jalan kepada putri astin,
__ADS_1
setelah masuk, seperti bayangan putri astin bahwa istana bunga memang dipenuhi oleh bunga dengan desain istana yang mewah , putri astin berjalan mengikuti pelayan sampau ke ruang istirahat.
" dimana Master agung " tanya putri astin
" master sedang mandi, tunggu saja disini "
tidak lama menunggu akhirnya xuyin datang dengan gaun indah bak dewi membalai lembut rambutnya dengan bunga mawar ditangan kirinya.
" selamat datang putri, kau tampak cantik seperti biasanya" ucap xuyin dengan lembut.
" Terima kasih master " ucap putri astin memberi hormat kepada xuyin,
" baik "
" kau tau, aku sangat senang mempunyai teman berbicara, sudah lama aku jarang berbicara dengan seseorang " ucap xuyin tersenyum manis
__ADS_1
" iya, Terima kasih master, saya juga tidak menyangka bertemu seseorang yang hampir menyamai dewa " ucapan putri astin mengenai hati xuyin karna dia sudah berlatih ratusan tahun tapi belum bisa mencapai tingkat dewa.
"mulutmu sangat manis putri, apa kau mau minum teh " ucap xuyin dan menyuruh pelayannya membawakan teh,
tiba-tiba dari kejauhan ada seorang pelayan yang berjalan tergesa-gesa menghampiri xuyin.
"master, dia mengamuk lagi " ucap si pelayan
" putri, bisa tunggu disini sebentar, kalau mau kamu bisa berkeliling melihat-lihat isi istanaku " ucap xuyin meninggalkan putri astin sendiri.
" apa mungkin dia tidak curiga kepadaku dan hanya tertarik kepada putri astin " pikir putri astin sambil berjalan-jalan melihat sekitar,
putri astin hampir menjelajahi setengah ruangan yang ada di istana bunga tapi belum milihat ada yang aneh , putri astin yang merasa capek berfikir untuk kembali ketempat semula tapi ketika melewati satu ruangan dia terkejut dan mulai masuk melihat isi dari rungan tersebut.
" ini... ini... Kenapa mereka tidak mengubur atau membakar semua bajuku dan tongkatku" ucap putri astin yang kaget melihat baju yang biasa ia pakai dan tongkat untuk melatih para monster, lalu putri astin melihat lagi dan memasuki seluruh ruangan yang ia lewati hingga sampai saat ia melihat xuyin yang sedang memukuli naga kecil yaitu anak dari baihuang.
__ADS_1
" siapa disana!! " ucap seorang pelayan
" maaf master tadi aku hanya berkeliling melihat isi istana ini tapi malah tersesat kesini, kalau begitu aku akan kembali lagi mencari jalan keluar " ucap putri astin membalikkan badannya, sekilas saat berbalik putri astin tidak sengaja melihat sebuah peti mayat.