
semakin pangeran han mengerang semakin bertambah kuat pertahanan pria berotot itu, sesekali pangeran han mendapatkan hantaman dari pria itu dan membuat pangeran han terjatuh.
" pulanglah dan merengek kepada ibumu,.hahahaha" ucap pria itu
ucapannya membuat pangeran han marah mengingat ibunya yang terbunuh saat kebakaran terjadi, kemarahannya sudah membuat pangeran han tidak bisa lagi menahan kekuatannya, lalu keluarlah monster spirit berbentuk naga kecil dan menyerang pria itu, walaupun masih bisa ditahan tapi pertahanan pria itu harus runtuh saat tombak angin di arahkan keleher pria berotot itu hingga tertembus tanpa sempat melawan.
" sepertinya kamu yang harus merengek ke ibumu yang sudah menanti mayatmu dirumah"pangeran hanb tidak sadar kalau kata-kata kasar yang keluar dari mulutnya akan menjadi pisau yang akan menusuknya dimasa depan.
kemenangan pangeran han dimeriahkan oleh tepuk tangan dari para penonton, setelah itu tibalah waktu pertarungan pangeran ega yang duduk berdampingan dengan seorang pendekar dari kota tua tepatnya tempat pangeran han biasa berpergian.
" siapa yang akan menjadi lawan kakak ketiga" ucap pangeran fei yang tepat di belakang pangeran han,
__ADS_1
" namanya julian, yang aku tahu dia adalah orang kuat dan tanpa pandang bulu pada lawannya " ucap pangeran han.
sementara itu diarena, pangeran ega dan pendekar julian sudah saling bertatapan, baju hitam dan biru dengan ikatan kain didahinya juga rambut yang hitam serta tatapan pembunuh menjadi ciri yang sangat tepat bagi seorang pembunuh.
" haaaah, aku memang belum lama ini terluka tapi itu tidak menjadikanku takut untuk melawanmu " ucap pangeran ega
" hmmm " ucapan datar pendekar julian hampir membuat pengeran ega canggung
tanpa basa basi, pendekar itu langsung mengerang seakan sudah terlatih dimedan peperangan pendekar julian mengayunkan pedangnya seakan tidak menganggap pangeran ega lawan yang sepadan, tapi disisi lain pangeran ega juga sama sekali belum mengeluarkan kekuatannya dan masih mengamati pergerakan dari pendekar itu.
saat didalam pertandingan pangeran ega masih saja bisa berbicara tidak jelas kepada pangeran han
__ADS_1
" kakak, kalau aku menang, bolehkah putri astin untukku "
" kau, apa kamu meremehkanku " ucap pendekar julian kembali menyerang tapi kali ini dia tidak hanya memainkan pedangnya tapi memanggil monster spiritnya yang berbentuk kelabang raksasa.
tidak mau kalah pangeran ega juga mengeluarkan monster spiritnya yang berbentuk ular yang beracun, kedua monster yang sama-sama memiliki racun yang mematikan membuat pertempuran menjadi tegang serta penonton yang ikut tegang menyaksikan pertarungan mereka.
segera ular dan kelabang itu saling menghamtamkan tubuh mereka dan ular itu mengigit tubuh kelabang begitu juga sebaliknya kelabang raksasa itu.
perbedaan terasa sangat berbeda saat pangeran ega terjatuh berlutut dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya tanpa sebab yang pasti hingga ularnya kembali.
" apa kau selemah ini " ucap pendekar julian
__ADS_1
" diam kau " ucap pangeran ega yang mulai bangkit lagi tapi saat melihat kearah penonton tidak sengaja mata pangeran ega berpapasan dengan yin dan pangeran ega baru mengingat bahwa yin pernah berkata kepadanya bahwa dia tidak hanya memberikan penawar untuk obatnya dulu tapi memberi mantra pembatas saat menggunakan spiritnya.
pendekar julian yang melihat pandangan pangeran han yang berubah arah menjadi keuntungan baginya.