
"kenapa kalian tidak membiarkan kami masuk, siapa kalian" tanya yin yang ingin menerobos masuk kesekolah,
"ini tidak ada kaitannya denganmu" jawab seorang yang berdiri diantara mereka,
"jadi apakah ini ada hubungannya denganku" tanya putri astin sambil menyembunyikan yue dibelakangnya,
"apa kau putri astin?, kami adalah penggemar xiaomei dan tidak rela dewi kami dilukai dirimu" mereka bersiap untuk menantang putri astin.
"apa kalian tidak menghargaiku sebagai pangeran," pangeran han yang tetap tersenyum tetapi senyumannya membuat mereka takut.
"maafkan kami pangeran, kami hanya tidak rela dewi kami disakiti" ucapa salah seorang dari mereka,
"jadi kalian kemari hanya untuk membalasnya, apa kalian tahu bahwa yang kalian ingin sakiti adalah calon istriku" pangeran han maju selangkah demi selangkah dan membuat mereka mundur dan berpencar setelah itu mereka mulai pergi karena takut dengan pangeran han tapi tetap menatap tajam putri astin.
__ADS_1
"sepertinya senyum dan sikap lembut pangeran menjadi misteri dan racun bagi yang terlena" putri astin tersenyum dan mulai masuk kedalam sekolah.
"kalian sudah datang, karna kami tahu apa yang sedang kalian alami, kepala Sekolah memaklumi kalian, jadi aku akan perkenalan master yang telah memilih kalian" ucap senior yang menjadi juri adu tanding.
"yue dan yin kalian akan dididik oleh master mu dan untuk putri astin kamu akan dididik oleh master chen yang merupakan guru pangeran han " setelah mereka mengetahui master mereka, maka mereka pergi kemaster masing-masing.
"yin jaga yue, kalau tidak rambutmu yang lebat itu hanya tinggal kulit " ancam putri astin yang mengelus kepala yue dan mengucapkan sampai jumpa.
"aku tidak tahu ini takdir atau kesialan sampai aku bisa satu master denganmu" ejek putri astin kepada pangeran han,
"kalian sudah datang " ucap pria berambut putih tapi masih terlihat muda yang sedang memegang sebuah kipas.
"kenapa seorang master masih terlihat muda" putri astin yang seakan tidak percaya dengan kekuatan masternya.
__ADS_1
"ehem anak muda, walaupun aku masih tampan, aku sudah berumur 200 tahun" dengan bangga master chen berjalan mendekati putri astin.
"kyaaa ternyata benar kamu sangat cantik dilihat dari dekat, aku kira sianak bodoh ini tidak akan mendapat wanita cantik " master chen yang terus mencubit pipi putri astin merasa bahwa aura putri astin sangat bereda.
"tapi walaupun cantik kamu punya mulut yang tajam" master chen kembali dan duduk diatas jendela.
"yaa aku akan mengannggap itu adalah pujian" ucap putri astin dengan wajah sedikit geram.
"setiap 5 bulan sekali, sekolah ini akan mengadakan pertarungan diarena hidup dan mati, jika kamu tidak ingin mati maka ikuti cara pengajaranku dan han akan memberitahumu aturan yang harus kamu patuhi " master chen yang tadinya senang bergurau menjadi sedikit serius.
"baik master " ucap putri astin mengerti
"bukan master, tapi guru" sambil mengipas master chen segera meninggalkan ruangan dan memegang bahu pangeran han seakan memberi pertanda bahwa ia sudah mengizinkam pangeran han dan putri astin berduaan.
__ADS_1
"jadi karna kita sudah berdua disini maka cepat beritahu apa rencanamu, tapi kenapa tidak ada orang disini " ucap putri astin .