
"apa hubungannya dengan pangeran? tentu saja ada bukankah begitu pangeran han " ucap yin dan melirik kearah pangeran.
karna sakit hati, pangeran han menarik tangan yin dan membawanya keluar ,
"apa yang kau tahu tentangku" tanya pangeran han
"banyak, tapi yang aku tahu sekarang kita dalam perahu yang sama dengan nona astin yaitu membunuh xuyin" jawab yin dan melepaskan genggaman pangeran han.
"kenapa kamu bisa tahu rencanaku" pengeran han semakin penasaran dengan siapa yin ini,
"bagaimana aku tidak tahu, aku juga tahu bahwa kamu menggunakan jurus pemindah roh dari tubuh aslimu saat sekarat, dan waktu itu lehermu ditebas oleh xuyin ketika ingin membalaskan dendam ratu, benarkan huangzi " yin seakan tahu segalanya dan bertapa kagetnya pangeran han bahwa yin mengetahui apa yang terjadi 500 tahun yang lalu.
"siapa kau" tanya pangeran han marah.
__ADS_1
"aku, aku adalah seseorang yang telah berdosa karna yang membuat racun untuk ratu adalah aku, aku bekerja dikerjaan menjadi ahli racun tanpa mengetahui untuk apa dan siapa racun itu diberikan, aku dulunya sangat mengagumi sang ratu dan siapa sangka adiknya membunuhnya dengan racun " ucap yin dengan sedikit tersenyum sinis.
"jadi apa maumu "
"mauku sekarang, jangan ganggu rencana ku dan jangan buat nona astin merasakan kematian yang kedua kali" ancam yin
"apa hubungannya dengan putri astin " tanya pangeran kembali
"apa kau bodoh, kenapa aku harus melayani nona astin tanpa mengetahui asal usulnya"
"hah, sekarang kita lihat bagaimana kalian mengatasi masalah ini" ucap yin yang senang dan tertawa puas.
"ratu" ucap pangeran han didalam ruangan
"j. ja... jangan mendekat, kamu bukan dia, dan aku bukan ratu " ucap putri astin yang menangis tak menyangka bahwa kekasih masa lalunya selalu disampingnya dan siapa yang menyangka bahwa kejadian dimasa lalu adalah kesalah pahaman.
__ADS_1
"wei lian" teriak pangeran han dan langsung berlari kearah putri astin
"aku bukan wei lian " ucap putri astin mengarahkan pisau kepada pangeran han.
"lian lian ini aku huangzi, ternyata kamu masih hidup, aku sangat bahagia dan maafkan aku karna tidak bisa menyelamatkanmu saat itu" pangeran han langsung memeluk putri astin walaupun pisau sudah tertancap diperutnya dan membuat putri astin kaget.
"tidak, jangan apa yang kau lakukan, kamu sudah tertusuk " ucap putri astin melepas pisau ditangannya yang sudah berlumuran darah
"syukurlah kamu masih mengkhawatirkanku" ucap pangeran han terjatuh dan pingsan dipelukan putri astin.
"yin, cepat kemari san bawa pangeran ketempat tidur lalu obati dia, kalau tidak aku tidak akan mengampunimu detik ini juga, semua ini gara-gara kamu, ingat itu" putri astin dan yin langsung membawa pangeran han dan mengobati lukanya.
"Kenapa ini bisa terjadi, dulu semuanya sesuai rencana, kenapa sekarang menjadi berantakan begini" putri astin serasa tersambar petir dihari yang cerah dan semua hal yang terjadi seakan dewa sudah tidak berpihak kepadanya.
"maaf nona ini semua aku lakukan agar tidak adalagi kejadian sama yang akan menimpamu" ucap yin
__ADS_1