
setelah sampai, putri astin langsung menemui ayahnya yang sudah diobati dan dalam keadaan yang baik,
" ayah, bagaimana keadaanmu? "
" tidak ada yang perlu dikhawatirkan, aku seorang jendral, tidak akan mudah mati " sikap jendral masih saja keras kepada putri astin.
"ayah apa kau tau, selama ini otak ayah Sudah dipermainkan oleh slir yu sampai ayah membunuh ibu, " ucap putri astin kesal,
" yaa aku tau, tapi aku sudah tidak bisa terbebas kalau bukan karnamu, apapun yang ia perintah pasti ayah lakukan, tapi bagaimanapun sekarang keluargaku sudah hancur, anak-anakku sudah tidak ada" jendral berusaha tegar,
"trus aku ini apa, aku menyelamatkan ayah karna aku yakin ayah akan berubah " ucap putri astin
" sudah belasan tahun aku diperdaya, bagaimana mungkin aku bisa berubah, sedangkan aku mengingat segala yang aku lakukan, jadi dimana bibi dan semuanya" tanya jendral,
"bibi yu sudah tidak ada, dia sudah menelan semua orang kita termasuk kakak dan adik, " ucap putri astin terang-terangan.
" aku mengerti, sebaiknya kita kembali kerumah dan memulai hidup yang baru"
__ADS_1
"tidak ayah, aku akan tetap disini sampai aku menemukan ketenangan "
"apa maksudmu" tanya jendral
"ayah, aku sudah menjadi tunangan pangeran han jadi aku akan selalu disampingnya dan juga aku harus merawat yue yang masih belum sadar, alangka baiknya ayah pulang dan memohon ampun kepada roh ibu " jawab putri astin sambil perpaling dan meninggalkan ayahnya.
"apa kamu mau menikah denganku" tanya pangeran han
"jangan harap, itu hanya untuk keuntungan dalam rencanaku, kau seorang pangeran, jadi aku pasti akan mudah pergi kemanapun aku mau" jawab putri astin.
putri astin segera melihat yue yang lukanya sudah lumayan membaik dari sebelumnya sementara itu yin masih duduk mengaduk obat,
"nona, apakah masa hukumanku sudah habis" tanya yin berdiri dan menemui putri astin,
"yaa baiklah aku akan mengembalikan monster spiritmu dan juga melepas segel kekuatanmu" ucap putri astin yang waktu itu menyegel kekuatan yin karna telah membocorkan identitasnya.
"terima kasih nona" yin yang senang langsung keluar mencoba kembali kekuatannya,
__ADS_1
"bulfi, apa kamu masih menyembuhkan luka dalam yue, butuh berapa lama lagi" tanya putri astin kepada phoenix itu.
"ratu, jangan ganggu konsentrasiku" ucap bulfi dari dalam tubuh yue,
"hmm... baiklah" putri astin tampak jengkel dengan omongan bulfi.
karna sangat lelah, akhirnya putri astin tertidur dikursi dan pangeran han yang tidak tega melihatnya langsung menggendong putri astin ke tempat tidur dan tersenyum sejenak memikirkan bagaimana bisa kekasihnya hidup lagi dan membuat ia merasa sangat senang dan bahagia.
"shin" panggil pangeran han
"ya tuan, ada apa" jawab shin
"pergi ke master chen dan bilang bahwa dalam waktu dekat, kita akan menyuruh orang kita bergerak lebih cepat" perintah pangeran han kepada shin.
"baik tuan" shin langsung pergi menemui master chen,
"maaf putri, walaupun kamu tidak ingin pertumpahan darah, tapi aku tidak bisa menghentikannya karna rencanaku sudah hampir selesai, dan setelah selesai kita akan hidup bahagia lagi berdua, aku berjanji" ucap pangeran han mencium kening putri astin lalu meninggalkan ruangan dan pergi menemui putra mahkota yang berada diruangan peristirahat bersama pangeran ega yang sudah sadarkan diri.
__ADS_1