
"kenapa kamu menghadangku untuk membunuhnya" tanya putri astin kepada pangeran han,
melihat putri mei yang merintih kesakitan, pangeran han mengeluarkan kekuatannya dan menghentikan aliran darah dari lengan putri mei dan meringankan sakitnya.
"putri astin, berfikir jernih sedikit kalau kamu membunuhnya sekarang, kamu akan ditangkap dan siapa yang akan menjaga yue " ucap pangeran han dan membuat putri astin sedikit tenang
"penjaga, bawa dia pergi jangan sampai aku melihatnya, kalau tidak kalian juga akan ikut aku bunuh " ancam putri astin
siapa sangka hari yang cerah seakan langsung gelap dan meneteskan air hujan membuat jiwa yang marah menjadi terdiam tak berkata, begitulah putri astin yang berdiri tak bergerak mengingat kalau bukan karna dia ingin cepat membalaskan dendam dan membuat yue berlatih spirit maka ini semua tidak akan terjadi.
sementara itu, para master yang melihat putri mei dibawa dengan keadaan lengan yang terputus membuat mereka kaget.
"apa yang terjadi" ucap kepala sekolah
__ADS_1
"maaf kepala sekolah, putri mei membuat marah putri astin hingga putri astin hilang kendali " ucap penjaga yang ketakutan.
"baik bawa dia untuk diobati"
"bagaimana ini, dalam sehari anak dari jendral bertengkar dan yang satunya meninggal, bagaimana cara kita menjelaskannya" ucap salah seorang master
"siapa sangka kejadian ini berlalu sangat cepat, sebagai kepala sekolah kamu yang akan menjelaskannya" ujar master chen yang berdiri dan meninggalkan tempat.
kabar secepat kilat menghampiri kediamam jendral dan selir yu, kabar mengenai anaknya yang mati saat pertandingan dan kabar bahwa tangan anak pertamanya ditebas oleh adiknya sendiri membuat jendral kaget terdiam diruangannya.
"jendral, jendral, apa yang terjadi dengan anakku" ucap selir yu yang menangis mendatangi ruangan jendral,
"anak sialan, cepat siapkan kuda kita akan pergi ibukota" jendral berdiri dengan marah dan segera mengambil peralatannya lalu berisiap untuk pergi.
__ADS_1
"jendral aku juga ikut" ucap selir yu dengan wajah merah dan segera pergi menaiki kereta kuda.
sementara putri astin yang masih melihat bahwa tidak ada tanda yue akan sadar dan denyut nadinya yang melemah membuat putri astin bersumpah jika terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap yue, maka putri astin tidak akan lagi mengampuni keluarganya itu.
"pangeran han, ini penawar untuk adikmu, aku memberikan ini hanya karna nona meminta, kalau tidak aku tidak akan sudi memberikannya" ucap yin yang memberikan obat penawar kepada pangeran han.
"aku tidak akan berterima kasih " pangeran han segera memberikan penawar itu kepada pangeran ega dan tidak lama setelah panawar itu diberikan, tubuh pangeran ega kembali stabil walaupun ia belum sadar.
"putri astin, pangeran han apakah kalian tahu bahwa kejadian hari ini mengingatkan kalian akan sesuatu, aku meracuni pangeran ega, saudara yang ingin membunuh saudaranya, apakah ini mengingatkan kalian dengan keadaan dimasa lalu misalnya" perkataan yin membuat kedua orang itu berfikir bahwa perkataan yin ada benarnya dan membuat pangeran han dan putri astin saling menatap.
" apakah kau tau itu putri? " ucap pangeran han.
"oh itu seperti kisah ratu monster walaupun kejadiannya sedikit berbeda dari kejadian ini, dan apa hubungannya dengan pangeran han " ucap polos putri astin ,
__ADS_1