RESTA CON ME BABY..

RESTA CON ME BABY..
Visual and part 6


__ADS_3

hai Raiders ini sedikit visual yang bisa Author bagikan maaf bila tak sesuai dengan Expetasi kalian.



Don Michele morrone



Jhonatan Agosto Morrone tapi ia sering tidak memakai Marga Morrone untuk menutupi identitasnya




Dan ini mbak Laura mendez


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" kurasa ada yang mengikutiku " ucap Laura ia segera berlari ke rumahnya sebelum ia memasuki rumah ia melihat Leon sedang tidur di depan pintu rumahnya .


" aa apakah kau sudah miskin ...?" bisiknya lirih ia menggulingkan tubuh Leon dengan pelan agar dia tidak bangun dan segera masuk rumahnya.


" eemmmhhh apa dia belum pulang tapi kenapa aku berguling di sini" ucap Leon ia mengetuk pintu rumah Laura


" Laura maafkan aku bukakan pintu untuk ku ku mohon Lau aku sangat miskin biarkan aku masuk . Aku tahu kau sudaah pulang tolong kasihani aku ku mohon " rengek Leon


" pergilah Leon tidak guna juga kau di situ pergilah atau akan ku Panggil polisi kemari " teriak Laura dari dalam


" Laura maafkan aku kumohon " ucap Leon


" pergilah bajingan kau yang memulainya dan sekarang rasakan karmamu " sahut Laura


" akan ku pastikan kau menyesal Laura kau menyesal " teriak Leon ia membawa tas nya pergi entah kemana pun kakinya melangkah


Laura segera membersihkan tubuhnya yang penuh dengan keringat dan segera memasak mie yang ada di lemari pendinginya


" selamat makan " Laura memakan Mie dengan penuh ketenangan dan melihat lihat media sosial yang ia miliki


setelah selesai makan ia membersihkan sisa sampah yang ada dan tidur untuk mengisi tenaga di tubuhnya tak lupa ia memasang alarm di ponselnya agar tidak kesiangan.


.


.


.


Malam ini adalah malam yang sangat menyiksa untuk Jhontan bagaiman tidak ia harus menyurvei banyak warga yang tinggal di daerah tadi..


" aaaaaaaggghhhh" Natan berteriak dengan kencang untung saja kamarnya di lapisi dengan peredam suara jadi tidak satupun orang bisa mendengarnya


" kenapa sial sekali hidupku ini " ucap Natan tanganya tak lepas dari mouse dan komputer besar di depanya kepalanya sangat pusing saat melihat ada banyak sekali orang di dalam perumahan itu ternyata ada 500 lebih orang di sana .

__ADS_1


ia mulai melihat dan mencetak data orang yang ada di komputer itu ia mengambil kaca matanya dan keluar untuk membuat kopi sementara komputer dan printnya masih bekerja keras di dalam kamarnya


" apa yang kau lakukan nak " tanya Lukasz ia melihat jam dan sudah menunjukan pukul 1 malam


" membuat kopi tuan " Natan melanjutkan pekerjaanya sambil menoleh Tuanya


" panggil aku ayah aku ini ayah mu "


" iya ayah baiklah " ucap Natan menurut


" apa yang sedang kau kerjakan hingga jam segini belum tidur " tanya Lukasz terlihat mata Jhonatan seperti panda,Lukasz sangat ingin tertawa melihat Jhonatan


" apa ayah menertawai ku " tanya Natan


" a tidak apa yang kau lakukan ..?"


" hanya sedikit masalah Ayah,kenpa ayah belum tidur ..?"


" ayah ingin mengambil air ,jaga kesehatan mu nak ayah akan kembali ke kamar " ucap Lukasz setelah mengisi gelasnya ia menepuk punggung Natan dan kembali ke kamarnya


Setelah selesai membuat kopi dan mengambil sedikit kue kering ia kembali ke kamarnya dan melihat data yang sudah di muat komputernya . Selang beberapa jam mata Jhonatan sudah tidak kuat menahan kantuk yang begitu berat ia tertidur di depan komputernya .


.


.


.


Mentari mulai menampakkan dirinya dari ufuk timur . Alarm Laura sudah berteriak berulang kali Laura meraih ponselnya dan mematikan alarm nya di lihatnya ponselnya menunjukan pukul 7 pagi ia menyadarkan dirinya dan mengumpulkan nyawanya entah kenapa ia ingin menelfon nenek dan kakeknya .


" hai nenek selamat pagi " sapa Laura


" oh hai cucu ku sayang , kakek lihatlah ini cucumu" ucap Nenek laura


" bagaimana kabar nenek ..?"


" nenek dan kakek baik baik saja Laura bagaimana dengan mu .?"


" a aku baik nek aku merindukan nenek " ucap Laura sedih


" pulang lah nak ah di mana Leon ..?" nenek menanyakan keberadaan pacar cucunya itu


" jangan bicarakan dia lagi Nek di laki laki bajingan dia berselingkuh di belakang ku " ucap Laura


" benarkah ya tuhan tega sekali laki laki itu menyakiti cucu ku yang cantik " kata nenek Laura


" ya sudah nek Laura akan bersiap bekerja nenek dan kakek baik baik di sana jika ada apa pun segera hubungi aku nek dadah nenek " Laura menutup telfon dan bergegas untuk mandi selesai mandi ia segera membuat sarapan untuk dirinya ia membuat dua buah sandwich untuk dirinya dan juga Alex.


Laura berlari ke halte bus ia menunggu lumayan lama hingga bis datang dan ia masuk ke dalam nya 15 menit kemudian ia telah sampai di kedai nya dan ia mulai masuk serta membersihkan tempat itu dan menata perlengkapan bertempurnya.


" kemana Alex tidak biasanya dia belum berangkat " Laura mengambil ponselnya dan menghubungi Alex

__ADS_1


" halo Alex di mana kau "


" maaf Laura aku sepertinya telat ada sedikit masalah dengan motor ku " suara Alex di seberang


" a baiklah aku akan menunggu mu " Laura menutup telfon dan melanjutkan aktivitasnya.


" kenapa aku terbayang bayang wajah nenek dan kakek perasaan ku juga tidak enak apa yang terjadi sebenarnya ..?" Laura menerka nerka dengan perasaanya entah ia selalu memikirkan dua orang itu


selang 1 jam Alex datang begitu pula dengan para pelanggan yang mulai berdatangan tepat jam 12 siang kedai lumayan sepi jadi Laura bisa beristirahat dan memakan sandwich buatanya .


" makan lah Alex aku membuatnya untukmu " ucap Laura menyodorkan kotak makan nya


" benarkah aa terima kasih Laura ada apa dengan mu sepertinya kau banyak fikiran " ucap Alex sambil mengigit sandwich nya


" tidak ada hanya saja aku tidak fokus karna bayang bayang kakek dan nenek ku sedari tadi aku selalu memikirkan mereka " ucap Laura ada sorot mata sedih di sana


" apa kau sudah menelfon mereka ..?" tanya Alex


" sudah tadi pagi " jawab Laura


" tenangkan fikiran mu mungkin kau hanya rindu mereka " ucap Alex sambil menepuk pundak Laura dengan lembut


" thanks Alex " ucap Laura


" oke "


tak berapa lama ponsel Laura berdering, neneknya menelfon Laura ,


"oh halo nenek apa yang terjadi ..?" tanya Laura ,


tetapi ponsel itu malah jatuh dan tubuh Laura ambruk beruntung Alex berada di samping nya Alex menyambar tubuh Laura.


"Laura apa yang terjadi katakan padaku apa yang terjadi padamu .?" Tetapi laura hanya diam dan menatap lurus dengan kosong.


Laura menangis sejadi jadinya air matanya jatuh tidak bisa di kontrol lagi rasanya dunianya kini runtuh.


" kakek dan nenek ku Lex mereka ... mereka meninggalkan ku " ucap Laura di sandingi dengan suara sesengukan dan tangisanya . Alex refleks memeluk laura menenangkan gadis itu


" sabar Lau kau harus kuat kau wanita hebat "


" aku harus pulang Alex aku akan terbang ke Korea ku titipkan kedai ini kepadamu kumohon " ucap Laura ia segera bangun dan menyambar tasnya ia segera pergi meninggalkan Alex sendiri di kedai itu.


" Laura tunggu " laura menoleh ke arah Alex


" bawalah ini untukmu gunakan sebaiknya " Alex memberikan amplop coklat pada Laura . Laura memeluk Alex dengan erat


" aku titip ini Alex aku akan kembali " Laura berlari dan mencegat Taxi yang lewat ia segera menuju rumahnya dan membereskan barang dan koper yang akan ia bawa dan terbang menuju Korea.


BERSAMBUNG


like

__ADS_1


komen


vote


__ADS_2