RESTA CON ME BABY..

RESTA CON ME BABY..
Persiapan..!


__ADS_3

" apaa tidak tidak ini semua tidak boleh terjadi daddy aku tidak mau kehilangan Michele daddy aku cinta denganya bukankah daddy sudah berjanji untuk mendapatkan Michele untuku " rengek Anna ia sudah sepergi wanita yang kesetanan ia meñgamuk setelah mendengar kabar bahwa Michele akan menikah.


" tenang Anna tenang bisakah kau diam ini semua tidak semudah yang kau bayangkan" bentak Luca pada anaknya.


" tenangkan dia" Perintah Luca.


Pelayan segera mengambil suntikan dan obat penenang dan menyuntikanya ke tangan Anna.


Luca duduk dengan memijit kepalnya yang ingin pecah saat ini ia begitu menyayangi anaknya tapi untuk masalah ini kekuasaanya tidak sebesar milik michele.


Luca segera menelfon seseorang disana


" bagaimana apa kau bisa ku andalkan .?"


[..]..


" apa yang kau katakan jika kau memang takut kenapa kau meminta bekerja sama dengan ku apa kau lupa dengan perjanjian kita .?"


[..]..


" aku tunggu kabarmu jika kau tidak bisa membatalkan pernikahan ini bersiaplah aku akan meledakkan kepalamu dengan tanganku sendiri " Luca menutup telfon secara sepihak


" tenang sayang kau pasti mendapatkan apa yang kau inginkan " ucap Luca ia membelai wajah Anna dengan lembut.


🦋


🦋 Di mansion keluarga Morrone


ting...tingg..tingg....


Ponsel Jhontan berdenting menandakan nontifikasi di ponsel miliknya secara diam diam dia meretas dan menanamkan peretas di ponsel milik Paman Simmo sehingga ia bìsa mendengar panggilan apapun yang ada di ponselnya bahkan rekaman suaranya.


" bagus aku akan segera meringkusmu tua bangka " ucap Jhontan sembari mendengarkan percakapan Pamanya dan orang di seberang sana .


Jhontan menyusun apa yang akan ia kerjakan terlebih dahulu ia mulai memesan gaun dan juga beberapa W.O yang akan menghias mansion ini sebab acara ini akan sangat tertutup dan hanya orang penting saja yang akan datang.


Semalam ia juga sudah mengirimkan contoh undangan elektronik yang hanya dapat di akses melalui iris mata dan juga wajah saja .


" haahh melelahkan sekali hidupku ini " gerutu Jhontan.


" aku akan menjadi seseorang yang akan terbaring di rumah sakit saat pernikahan ini akan selesai " ucap Jhontan


Jhontan menelfon Fabio karna dialah anak buahnya yang berotak encer seperti dirinya.


" fabio datanglah ke mansion bantu aku "


Tak menunggu terlalu lama ya sekitar setengah jam ,lama kali ya wak


" halo boss " sapa fabio


" hah kau datang urus semua W.O yang akan datang hari ini kepalaku rasanya sudah ingin pecah saja untuk undangan aku sudah menyebarkanya tadi malam" ucap Jhontan


" bos" ucap Fabio ia tak bisa menahan tawanya


" apa "


" apa yang kau pakai di matamu ini apa ini kacamata nenek anda " Fabio tertawa terpingkal pingkal sampai sampai semua orang mentapnya dengan heran.


" apa kau ingin bercanda dengan ku ha " Jhontan memperbaiki kacamata tebalnya yang sedikit turun dan juga mengambil pistol yang selalu menempel setia di balik jasnya


" maaf aku bercanda " fabio seketika diam tak berkutik. Bisa bisa sekali jedar sudah beda alam Batinya


" kerjakan saja semua apa pengaman kita kurang ketat..?" tanya Jhontan meminta pendapat.


" kurasa sudah sangat ketat bos aku masuk saja sangat susah walau aku adalah anggota kita " Tidak di pungkiri pengamanan di Mansion itu sangat ketat sangat.


" baguslah ini daftar nya sudah aku susun selesaikan selebihnya aku ingin ke kamarku sebentar " Jhontan memberikan daftarnya pada Fabio dan meninggalakn pria tampan itu sendiri mematung disana.

__ADS_1


.


Kabar pernikahan Michele mulai terdengar di seluruh antero raya. Semua orang penasaran dengan keluarga mana Michele akan menikah pasalnya keluarga michele adalah keluarga terkaya di negara tersebut.


Berita itu juga sampai di telinga Alex.Alex merasakan sakit di ulu hatinya.


" apa memang sudah saatnya aku harus melepaskan Laura dan juga ia sudah mendapatkan tambatan hatinya saat ini " ucap Alex lirih ketika melihat berita itu sudah menjadi trending di seluruh media.


Alex mengusap wajahnya dengan gusar tak berapa lama ia melihat pengunjung yang begitu familiar dengan pandanganya Laura.


Dia datang dengan pria berjas yang sangat cocok dengan tubuhnya dan juga bodyguard berjas hitam di belakang mereka yang .


" kak laura " Loly berlari menghampiri Laura


" kak bagaiman kabar kakak apa kakak baik baik saja kak alex begitu khawatir dengan keadaan kakak" ucap Loly dengan polosnya .Sambil mengenggam tangan laura.


Mendengar itu darah michele seakan mendidih bisa bisanya pria lain menghawatirkan istrinya .Eh ralat maksudnya calon.


" kakak baik baik saja " sambut Laura dia melirik Michele dan mengenggam tangan Michele seakan berkata


'tidak ada yang lain di hatiku kecuali dirimu '


Baru Michele berubah lebih tenang ingin rasanya Laura tertawa melihat sifat cemburu dan posesifnya Michele.


Laura mendekat ke arah kasir dan menemukan Alex serta Stiven di sana.


" aku kemari ingin memberi undangan pada kalian " ucap Laura


" kak laura akan menikah .?" tanya spontan Stiven . laura mengangguk dengan pelan


" waah selamat kak aku turut berbahagia " ucap Loly dengan gembiranya.


" berikan ponsel kalian " pinta Laura . Ia lalu men scan kan kode ke dalam ponsel tiga orang itu.


" ku mohon datanglah ke pernikahan ku aku akan sangat bahagia." ucap Laura ia tampak sangat bahagia . Tapi lain dengan Alex rasanya ia ingin menangis melihat ini hatinya seakan tidak rela.


" oh ya "


" ya dia ingin kakak menyanyi di cafe miliknya " tukas Loly


" dia tetap seperti itu. ya sudah aku akan pergi aku menunggu kalian sampai bertemu lagi " Laura melambaikan tanganya dan berlalu meninggalakn kerumunan orang yang ingin melihat siapa istri Michele Morrone itu.


" kenapa hatiku sangat sakit.Ingat Alex dia sudah menemukan kebahagiaanya dia hanya menganggap mu rekan kerja tidak lebih" batin Alex ia segera pergi tak ingin melihat gadis yang ia cintai secara diam di gandeng dengan pria yang akan menjadi suaminya itu.


.


" maafkan aku Lukasz jika kau tidak menolak usulku aku tidak akan berbuat seperti ini padamu " ucap Paman Simmo di samping makam milik adiknya itu.


" kalau saja kau menyetujui perjodohan itu ini semua tidak akan terjadi dan aku jamin kau masih hidup hingga saat ini Lukasz tapi kau begitu Naif adik kecil ku . Sekarang ku hanya harus menyingkirkan anak pungut itu yang akan memperlambat rencana ku " Paman Simmo berdiri dan ingin pergi ketika akan masuk ke dalam mobilnya ia kembali ke pemakaman dan menungkan anggur mahal di atas Nisan yang bertuliskan nama Lukasz itu.


" Setidaknya rasakan anggur ini hahahah dan kau harus tau aku akan mengagalkan pernikahan anakmu " Paman simmo tertawa dan langsung meninggalakan makam itu


.


🦋


🦋Di dalam mobil


" sayang ayo kita mencari cincin pernikahan dan juga gaun untukmu " ucap Michele sedari tadi ia tak melepaskan genggaman tanganya pada Laura.


" hemm" Laura mengangguk dengan patuh


Mobil mewah itu melaju menuju pusat pembelanjaan terbesar di kota itu.


Michele dan Laura masuk ke dalam butik mahal milik teman Michele. Bell segera mengajak Laura melihat beberapa koleksi yang ia miliki .


Michele memilihkan gaun berwarna hitam yang sangat elegan Gaun dengan Payet yang begitu banyak dan tampak sangat menawan. Bagian bekang yang terbuka menambah kesan sexy di tubuh Laura dengan belahan yang agak tinggi ia tidak ingin Aset istrinya di nikmati orang lain.

__ADS_1


" sayang apa kau suka dengan gaun ini " Michele bertanya pada Laura


" waa ini sangat Cantik Michele mewah dan juga Elegan " puji Laura matanya sangat berbinar melihat gaun yang cantik itu.


" kau suka.?"


Laura mengangguk dengan cepat


" cobakan Bella " ucap Michele


" baiklah ayo nona Laura " ajak Bella


Sementara Laura mencoba gaunya Michele memilih stelan jas yang menawan dan juga mahal yang pas di tubuhnya .


" ini bagus " Michele membawanya dan mencobanya di kamar ganti


Sesaat kemudian Laura telah keluar dengan gaun yang di pilihkan Michele Cantik hanya kalimat itu yang mampu keluar dari mulut Michele.


Kulit putih laura berpadu dengan Gaun warna hitam yang sangat pas jika di gabungkan. Laura malu mendapat tatapan itu Dari michele . Ia juga terpukau melihat Michele yang sangat tampan dengan balutan Jas yang sangat pas di tubuhnya yang atletis.


" kau sangat cantik laura " Michele mendekati laura dan ia begitu terpukau.


" kau juga sangat tampan Michele"


" tak sabar aku ingin segera memiliki mu seutuhnya " ucap Michele.


" bagaimana Michele apa kau suka gaun itu " tanya Bella


" ya aku menyukainya dan juga jas ini aku ingin gaun dan jas ini di bungkus " ucap Michele


" baiklah apapun untukmu "


Bella mengajak Laura untuk masuk kedalam ruang ganti untuk melepas gaun itu .


" kau beruntung nona Michele adalah tipe pria pemilih ia bahkan tidak suka di sentuh wanita " ucap Bella


" ah ya mungkin" Laura malu dan disisi lain ia sangat beruntung mendapat Michele di sampingnya.


Selesai memilih gaun serta aksesoris lain Michele mengajak Laura untuk membeli cincin pernikahan mereka.


Michele masuk ke dalam toko perhiasan berlian yang sangat mahal .


" ayo sayang pilihlah " ucap michele


Laura melihat lihat cincin ia terpikat dengan sepasang cincin simpel tapi mewah yang terpasang di etalase.


" permisi bisakah aku melihat cincin itu " Laura meminta tolong pada pegawai toko tersebut.


" tentu nona " pegawai mengambilkan cincin itu dan menyerahkanya pada Laura.


" lihatlah michele ini sangat cantik " ucap Laura


" bolehkah ini di coba .?"


" tentu silahkan " . Laura mencobanya dan ternyata pas di tanganya.


" lihat michele ini pas di tangan ku cobalah di tanganmu " Michele memasukkan cincin itu dan pas di tanganya.


" waah kita memang berjodoh cincin aku mau ini tolong bukkuskan untuk ku " ucap laura


" baik nona " .


Michele dan laura berjalan ke sana kemari membeli perlengkapan untuk mereka hingga kaki Laura lelah dan memutuskan untuk pulang karna hari sudah mulai malam.


🦋


🦋

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2