RESTA CON ME BABY..

RESTA CON ME BABY..
Part 35


__ADS_3

Michele,Laura Alice dan juga Jhontan telah sampai di ruangan inap Fabio terlihat Fabio sedang di periksa oleh dokter Daniel.


" jaga kesehatan anda tuan saya permisi " ucap dokter Daniel yang belum menyadari kedatangan rombongan manusia itu.


" terima kasih dok" ucap Fabio.


" oh Tuan Michele anda di sini kondisi tuan Fabio lumayan membaik tapi untuk sementara biarkan dia disini sampai dia sembuh tuan " tutur dokter Daniel.


" terima kasih dok" ucap Michele sambil menjabat tangan Daniel.


Ketika Daniel ingin keluar ia melirik Alice yang tengah mendorong kursi seorang pria .


" siapa dia " batin Daniel tapi ia memutuskan untuk keluar dan menanyakan hal itu nanti pada Alice


" tuan michele " Fabio menatap tuanya itu


" maafkan aku fabio" Michele mendekati Fabio yang terbaring lemah di Bankar


" tidak apa tuan saya tahu anda sedang emosi " tutur Fabio


" sekali lagi maafkan aku fabio "


" tuan tenanglah aku baik baik saja " tegas Fabio


" fabio maafkan aku dan terima kasih kau sudah melindungi ku" ucap Laura.


" iya nyonya aku tahu sudahlah rasanya aku ingin menangis saja aku baik baik saja " ucap nya sambil memegang perutnya sebab ingin tertawa


" tuan Natan kau sudah sadar '' Fabio melihat Jhontan yang tengah duduk di kursi rodanya


" ya kurasa begitu cepatlah sembuh Jhontan akan ku ajak kau bersenang senang " ucap Jhontan


" baiklah sepetlah sembuh wahai perutku " ucap fabio sambil menepuk perutnya.


membuat semua orang di dalam ruangan itu tertawa.


🦋


🦋 Cafe Lau


Kini Alex yang memegang kendali Kedai itu. Ia juga merekrut Bianca seperti yang di usulkan Laura .


" ayo makan siang aku lapar " tutur Bianca Entah mengapa rasanya ia jatuh cinta kembali pada Alex


" ayo" Alex mulai membuka hatinyaa untuk orang lain percuma juga ia mengharapkan Laura sedangkan ia sudah bahagia bersama suaminnya."


" loly ,Stif kalian jaga dulu ya aku akan cepat kembali " ujar Alex


" siap kak nikmati kencan kalian " ucap loly dengan polosnya dan langsung mendapat tatapan tajam dari Stifen


" ya ya ya " Bianca dan Alex pergi ke seberang kedai mereka di sana banyak Restoran yang menawarkan segala jenis makanan.


" kau mau makan apa Bi .?"


" aku ikut dengan mu saja " tukas Bianca


" baiklah kita masuk ke sini saja aku pernah mencobanya dan rasanya enak

__ADS_1


Alex memilih masuk ke restoran khas jepang. Setelah memilih beberapa menu makanan Alex dan Bianca duduk di tempat yang mereka pilih..


" alex aku ingin pindah dari rumahmu aku malu jika harus menumpang lama di rumahmu " tutur Bianca membuka pembicaraan


Alex meletakkan ponselnya dan menatap Bianca dengan intens


" kau tidak merepotkan ku Bianca " tegas Alex


" tapi aku malu bagaimana jika ayah dan ibu mu tiba tiba pulang apa yang akan aku dan kau katakan " ucap Bianca


Alex diam dan berfikir benar juga apa yang Bianca katakan ia juga bingung jika kedua orang tuanya pulang apa yang akan ia katakan.


" em aku ingat aku memiliki apartemen si sekitar sini kau bisa memakainya lagian aku jarang menempatinya sayang juga kau bisa menempatinya " ucap Alex


" benarkah,apa tidak apa Alex .?"


" ya tentu saja apartemen itu bahakn orang tuaku saja tidak tahu kau bebas di sana nanti sepulang bekerja aku akan mengajakmu ke sana bagaimana.?"


" terima kasih alex aku tidak tahu bagaimana jika ku tak bertemu dengan mu " ucap Bianca


" santai saja ah makanan nya sudah datang ayo makan kasihan anak anak bisa kelaparan mereka jika kita tinggal terlalu lama " ucap Alex dan di balas senyuman oleh Bianca.


" bahkan senyumanya tak berubah dari dulu " batin alex.


.


Selesai makan Alex dan Bianca kembali ke Kedai. Sialnya saat akan masuk ke dalam Kedai mantan pacar Bianca menyapa gadis cantik itu.


" oh hay mantan ku tersayang " sapa Dion


" kenapa kau terburu buru sayang "


" lepaskan aku Dion " ucap bianca setengah berteriak Alex langsung menarik tangan Bianca dan menyembunyikan gadis itu di Belakangnya.


" hey siapa kau aku ingin berbicara denganya " ucap Dion


" ck diamlah dan pergilah kau masih punya wajah datang menemui mantan mu ha aaa atau kau sudah tidak punya uang " sindir Alex


" diam kau " Dion melayangkan tinjuanya pada Alex tapi dengan cepat Alex mengelak dan berbalik menyerang Dion.


Dion tersungkur di tanah dengan luka di bibirnya.


" sudah ku katakan pergilah dan kau malah menyerang ku rasakan itu " ucap Alex sambil mengibaskan tanganya


" bajingan " Dion berdiri dan ingin menyerang kembali Alex. tapi sayang dia kalah cepat ia malah mendapat tambahan pukulan di perutnya dari Alex yang membuatnya tersungkur ke tanah untuk kesua kalinya


" kau ini sangat keras kepala " Alex berjongkok dan menyamakan tingginya dengan Dion lalu memegang kerah pria itu.


" menjauhlah darinya jika kau tidak ingin mati " bisik Alex lalu menghempaskan Dion ke tanah


Alex membawa Bianca masuk dan mengandeng tanganya .


Bianca sempat mematung melihat tanganya di gandeng oleh tangan Alex tapi sesaat kemudia ia diam sungguh ia merindukan Alex dan selalu ingin berada di sampingnya.


" terima kasih alex " ucap Bianca


" hem hati hati mungkin saja Bajingan itu terus mengintaimu malam ini kau tidur di rumahku saja " ucap Alex ia langsung melepaskan tangan Bianca.

__ADS_1


.


Malam pun telah tiba kini Alex dan Bianca pulang bersama sesampainya di rumah alex dan Bianca masuk ke kamar masing masing. Sebelum masuk ke kamarnya Bianca sempat melihat Alex yang sedang mengambil air di dapur.


Selesai membersihkan diri Bianca keluar dari kamarnya ia ingin mengucapkan terima kasih pada Alex ia berniat untuk membuatkan makanan.


Bianca memasak dengan tenang tak jarang ia bernyanyi untuk menghilangkan sunyi yang begitu mencekam.


Tiga puluh menit kemudian." Fiuhh.. akhirnya selesai " Bianca menata makanan di meja makan dan segera naik ke kamar Alex.


tok tok tok..


" ya sebentar " sahut Alex . Tak lama Alex pun membukakan pintu


" ada apa bianca " ucap Alex ia keluar hanya menggunakan celana yang ia oakai bekerja tadi pagi dan tanpa menggunakan baju


" em kau belum makankan ayo makan aku memasak sesuatu untuk mu aku tunggi di bawah " Bianca segera berlari meninggalkan Alex . Jantungnya bergetar begitu cepat.Pipinya begitu merona karna malu


" hufftt.. hampir saja " Bianca duduk menunggu Alex .


Tak berapa lama Alex turun menggunakan Celana pendek juga kaos yang melekat pas di tubuhnya yang sempurna juga rambutnya yang basah sepertinya dia baru saja mandi.


Bianca mencium wangi shampo dan sabun yang Alex gunakan sesaat ia terpanah oleh penampilan Alex hingga tak menyadari jika Alex sudah duduk di depanya.


" ehem"


" ah kau sudah datang baiklah ayo kita makan " ucap Bianca kelabakan ia segera mengambilkan makanan yang ada di atas meja.


" hem baunya wangi sepertinya enak " ujar Alex


" makanlah "


Alex menyuapkan makanan itu ke mulutnya. Matanya berbinar masakan itu begitu enak.


" em wow enak kau pintar juga memasak " puji Alex


" ya tentu kau suka.?"


" ya tentu saja ini enak" ucap alex tak henti hentinya ia menyuapkan makanan itu ke mulutnya..


"benarkah hem baiklah aku akan memasak untukmu jika kau mau " ucap Bianca ia merasa begitu bahagia saat ini


" baiklah aku menunggu masakkan mu selanjutnya " ucap Alex sambil tersenyum dengan lembut


Mereka pun makan dengan di selingi canda dan tawa di setiap ucapan mereka.


semoga saja mereka berjodoh


🦋


🦋


.


🦋 **Bersambung..


ayo dong mana like dan komenya Author tunggu 😉**

__ADS_1


__ADS_2