
Laura terbangun dari mimpi indahnya karna ia merasa sesak di dadanya. Laura mengerjab gerjabkan kedua matanya. Ia masih berada di kamar Michele ia menoleh ke sisi kanannya dan melihat Michle yang tengah tidur dengan pulasnya.
Laura tersenyum melihat tangan Michele yang begitu posesif melingkar di perutnya yang ramping. Laura mengingat kejadian yang membuatnya tersipu malu siang ini.
Laura mencoba bangun dari ranjang besar itu dan mengangkat tangan Besar Michele secara perlahan ia ingin membersihkan tubuhnya yang sangat lengket dengan keringat akibat pergulatan panasnya dengan Michele.
" ahh" rintih laura daerah intinya begitu sakit dan perih . Ia melihat darah di sprei putih milik michele. Dengan tertatih tatih ia berjalan ke kamar mandi dan membersihkan diri disana.
Michele mencari Laura yang sudah menghilang dari dekapanya . Ia mendengar Gemericik air di kamar mandi tanpa pikir panjang ia segera menyusul laura ke kamar mandi dengan badan yang polos tanpa sehelai kainpun yang melekat dan bonusnya juga pintu kamar mandi tidak di kunci.
Laura yang tengah berdiri membelakangi pintu dan mengguyur dirinya dengan Shower tak menyadari kedatangan Michele.
Michele menelan salivanya dengan kasar tubuh Laura begitu menggoda imanya sangat. Michele menggabungkan dirinya berdiri di belakang laura dan langsung memeluk serta mencium tengkuk laura dalam dalam
" ahh apa yang kau lakukan michele " bisik laura yang kegelian
" kenapa kau tak mengajak ku dan membangunkan ku laura ini hukuman untukmu " Tak tinggal diam tangan Michele menggerayangi kesana kemari menyentuh seluruh bagian tubuh Laura tanpa menyisakanya sedikitpun.
Di bawah guyuran air Michele berhasil melakukan penyatuan mereka untuk kesekian kalinya ia begitu menyukai tubuh Laura yang sangat menggodanya..
Kamar mandi dengan gemericik air dan rintihan serta de*ahaan yang begitu merdu di telinga Michele seperti menambah semangatnya .
Michele memabah ritme gerakanya dengan sangat ganas..
" aaaah michele " Laura mengeluarkan rintihanya yang begitu menggoda
" panggil nama ku sayang panggil namaku " Michele terus menghentak hentakkan pinggulnya dengan hebat ..
🦋
Jhontan berjalan ke Dapur mengambil air putih di kulkas sebab persediaanya sudah habis tak tersisa.
" pak lee dimana kakak apa dia sudah turun sedari makan siang ku rasa aku tak melihat kak Michele " ucap jhontan sambil mengambil air mineral
" sedari pulang belum keluar tuan mungkin sedang tidur" jawab pak lee
__ADS_1
" ck dimana manusia manusia ini sudah sore tapi kenapa batang hidung mereka bahkan tidak terlihat " Jhontan yang kepo menoleh ke lantai dua dimana kamar Kakaknya berada.
Jhonatan berinisiatif masuk ke kamar kakaknya.
Klek.
" kak.. " belum sempat dia melanjutkan ucapanya ia sudah mendengar sura yang begitu menggelikan di telinganya.
Jhontan segera keluar dan menutup pintu dengan keras.
" aaaa **!* bodoh sekali aku ini " Jhontan berlari ke kamarnya dan menutupnya dengan keras.
Pelayan yang tengah menyiapkan makan malam kaget melihat jhontan yang berlarian seperti tengah melihat hantu saja.
" apa tuan Jhontan barusaja melihat hantu..?. " ucap salah satu pelayan
" aku tidak yakin tapi memang aku sering merinding jika membersihkan lantai dua " sahut pelayan wanita lain
" segera bekerjalah jangan hanya bergosip yang tidak jelas" tegas pak Lee pelayan kepercayaan keluarga itu
" ba baik "
" ba baik "
.
.
.
Setelah selesai acara mandi bersama atau lebih tepatnya menghajar Laura . kedua manusia itu segera keluar dari kamar mandi dan terlihat raut wajah siapa yang sedang sangat sangat bahagia ya siapa lagi kalau bukan Tuan michele yang terhormat.
Selesai berganti pakaian mereka pun turun ke lantai bawah untuk sarapan ,makan siang dan makan malam oh astaga gak meninggoy pun sudah sangat bersyukur terlihat dari wajah laura.
Semua pasang mata melihat Laura dan michele dengan tatapan yang sulit di artikan. Michele dan Laura turun dengan tangan yang bergandengan di sepanjang tangga.
__ADS_1
" duduklah laura" Michele menarikkan kursi untuk Laura.
pak lee segera menyiapkan makan untuk mereka bertiga dan mereka pun makan dengan tenang dan hanya suara denting sendok yang terdengar di ruang makan itu.
Jhontan melirik Laura dengan intens ia melihat bekas gigitan Vampir yang melekat di leher jenjangnya untuk sesaat ia teringat saat ia membuka pintu kamar kakaknya sore ini.
Jhontan tersedak dan segera mengambil air dan menghabiskanya sampai habis tak tersisa.
" pelan pelan natan aku tidak meminta bagian mu " Ucap Michele tapi matanya masih fokus ke makanannya.
" ma maaf "
" michele bisa kau antarkan aku pulang " ucap Laura
Michele menghentikan makanya dan meletakkan sendoknya mentap Laura dengan tatapan yang begitu tajam.
" kenpaa kau tak tinggal di Mansion ini saja kau tidak perlu pulang ke rumah itu " uçap michele
" ta tapi kita belum menikah michele " ucap Laura sambil menunduk jujur ia takut kepada michele tatapanya membuat jantungnya ingin meledak saat itu juga.
" minggu ini kita akan menikah bukankah aku sudah bilang padamu Natan akan mengurusnya sudah kau di sini saja aku tidak ingin kejadian kedua orang tuaku menimpa padamu laura musuhku ada di mana mana aku tak ingin kau terluka " Michele mentap laura dan mengenggam tanganya dengan lembut
" natan urus pernikahan ku dan laura seminggu dari sekarang " ucap michele dengan entengnya
" haaaa apa kau bercanda kak " Jhontan membelalakkan kedua matanya menatap Michele seaakan tidak percaya rasnaya ia ingin menghilang saat itu juga .
" apa aku terlihat bercanda ha" michele menatap Jhontan seaakan ingin memakanya.
" kerjakan secepatnya aku tidak ingin di urus orang lain kecuali dirimu perketat penjagaan mansion kita selama persiapan pernikahan ini aku tidak ingin satu orang pun terluka di dalam rumah kita '" tegas Michele
" ya baiklah " ucap Jhontan dengan suara yang lemas. Baru saja dia menghirup nafas dengan tenang setelah misinya menemukan Laura kini ia mendapat lagi batu menyiapkan pernikahan kakaknya.
"rasanya aku ingin mati saja ayah ajak aku bersama mu " batin Jhontan ia menangis meronta ronta di dalam sana
🦋
__ADS_1
Unchh kasihan nasip Jhontan
Bersambung..