
Pernikahan Laura dan Michele mengemparkan Negara itu. Walaupun terkesan tertutup tapi Acara tersebut amat sangatlah megah. Pernikahan yang akan berjalan beberpaa jam saja sudah membuat semua orang seisi rumah sibuk bukan main.
Laura kini tengah di rias dengan seorang perias profesional dan juga mahal yang di undang khusus Michele untuk merias calon istrinya.
Wajah laura begitu memancarkan aura yang begitu memukau dengan sedikit polesan Make up wajah Laura begitu sangat cantik dan menawan.
Laura menatap wajahnya di cermin besar di hadapanya. Ia melihat dirinya dalam balutan gaun berwarna putih yang sangat cantik. Matanya berkaca kaca ia akan menjadi seorang istri setelah beberapa menit ini.
Di lantai bawah semua tamu mulai berdatangan para penjaga sibuk mengecek apapun dadi scan wajah,iris mata sampai pemeriksaat tas dan tubuh untuk menghindari hal yang tidak di inginkan .
Michele berdiri dengan gagahnya dia terlihat sangat menonjol di banding lainya tubuhnya yabg besar dan tinggi di balut dengan kemeja dan jas yang pas di tubuhnya menambah ketampanan Michele .
Tak kalah tampan Jhontan juga memakai jas yang hampir serupa dengan Michele bedanya jika Michele menyambut tamu dengan tenang sedangkan Jhonatan berjalan ke sana kemari untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana.
" fabio " Jhontan memanggil Anak buah nya menggunkan alat yang selalu menempel di telinganya dan para anggota lain agar mudah untuk memanggil satu sama lain
" ya bos"
" jangan sampai tua bangka itu keluar dari rumah jaga keamanan rumahnya aku punya firasat buruk tentangnya " ucap Jhontan .
" aku tahu tuan aku sudah menaruh beberapa anggota di sana baru saja aku menerima laporan bahwa di rumah paman anda terdapat banyak senjata untung saja anak buah ku sigap mengunci dan menyita seluruh senjata itu " tukas fabio
" bagus terus perhatikan keadaan" Jhontan kembali mengecek apa yang kurang ia berjalan ke sana kemari
" hah rasanya kakinku ingiñ copot saja " gerutu Jhontan
" sabar bos " langsung di jawab oleh para anggota yang mendengarnya lewat alat yang menempel di jasnya. Membuat Jhontan jengah dan ingin menghajar mereka saja
Michele menyambut tamu yang datang dengan tenang sesekali ia melirik ke lantai dua di mana Laura sedang di rias. Tak lama Laura turun di bantu beberapa pelayan semua mata tertuju pada Laura.
Gadis Asia itu kini sangat menawan siapapun akan terpesona dengan wajah Laura. Michele menusul laura dan membantunya turun dengan hati hati pandanganya tak pernah beralih dari wajah cantik Laura.
" sayang kau sangat cantik" bisik michele
" kau juga sangat tampan Michele"
Akhirnya acara yang di tunggu tunggu pun akan di mulai Laura berjalan menuju Altar di gandeng oleh Pamnanya yang mana tadi malam ia di jemput oleh jett pribadi milik Michele. Michele sengaja tidak memberi tahu Laura agaR ini menjadi kejutan untuk sang istri.
Laura berjalan begitu anggun dan sangat menawan . Alex melihat itu semua matanya berkaca kaca rasanya ia ingin pergi saja dari sana.
Pemberkatan pun di mulai Michele dan laura saling mengucap janji pernikahan.
Pendeta mulai membacakan doa untuk mereka berdua.
"Maka tibalah saatnya untuk meresmikan perkawinan saudara. Saya persilahkan saudara masing-masing menjawab pertanyaan saya" ucap pendeta
"Tuan DON MICHELE MORRONE maukah saudara menikah dengaN Laura Mendez yang hadir di sini dan mencintainya dengan setia seumur hidup baik dalam suka maupun dalam duka?"
"Ya, saya mau."
"Nona LAURA MENDEZ maukah saudara menikah dengan Tuan DON MICHELE MORRONE yang hadir di sini dan mencintainya dengan setia seumur hidup baik dalam suka maupun dalam duka?"
"Ya, saya mau.”
" baiklah kini tiba saatnya untuk kedua pangantin untuk memakaikan cincin pada pasangan " ucap Pendeta
“Cincin ini bulat, tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang kasih Kristus, yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu, cincin ini menyatakan bagi saudara berdua, untuk meniru kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangga; dengan mengasihi pasangan tanpa awal, juga tanpa akhir.“ imbuh sang pendeta
Michele memakaikan cincin itu di jari manis milik laura lalu ia berkata " Cincin ini ku berika padamu sebagai tanda kasih dan kesetiaan ku padamu " setelahnya Michele mencium tangan Laura dengan lembut.
Suara riuh undangan bergema di dalam mansion itu Bibi laura terharu dengan pasangan itu.
Mata laura seprah ingin banjir saat ini juga.
setelah Laura memasangkan cincin itu di tangan Michele pendeta memberikan doa untuk pengantin itu.
“Hiduplah menurut janjimu, hayatilah tugas dan tanggung jawabmu dan terimalah berkat Tuhan:
Allah, Bapa Tuhan Yesus Kristus yang telah memanggil dan mempersatukan kamu dalam perkawinan ini, akan memberkati kamu dan memenuhi rumah tanggamu dengan kasih karunia Roh Kudus; supaya dalam iman, pengharapan dan kasih, kamu hidup suci dan bahagia selama-Iamanya.”
" selamat tuan Michele dan nona Laura anda berdua sah menjadi pasangan suami istri sekali lagi saya ucapkan selamat" ucap pendeta.
Setelahnya Michele mencium Kening dan bibir laura dengan lembut para undangan bersorak bahagia.
" terima kasih laura akhirnya kau menjadi istriku temani aku saat aku susah dan senang " ucap Michele
" terimakasih michele telah memilihku berjanjilah kau selalu setia dan menyanyangiku seumur hidupmu " ucap Laura.
Kini tiba saatnya untuk berfoto dan memberika selamat pada pengantin.Suara musik bergema di dalam ruangan itu. Band yang di pilih jhontan mulai memainkan alat musik mereka.
__ADS_1
" hay natan" sapa dokter Alice.
" oh hay dokter alice" ucap Jhontan sambil mengudap matanya yang sembab terharu melihat kakaknya menikah.
" apa kau baik baik saja " selidik Alice
" ya aku baik dokter apa anda sudah lama di sini " alih Jhontan
" lumayan bisakah kau memanggil namaku saja agar kita tidak cangung " ucap Alice ia memang menyukai Jhontan sejak lama tapi ia takut untuk mengungkapkanya.
" ah baiklah Alice kau sudah makan " gagu Jhontan ia malu bila berdekatan dengan wanita akn membuatnya konyol.
" belum kau mau berfoto dengan ku dan kakak mu ayo" Alice menggandeng tangan Jhontan untuk naik ke panggung memberi selamat pada Michele.
Jhontan menatap tanganya yang di gengam erat oleh Alice dadanya berdebar dengan cepat ia sangat gugub saat ini.
" tuan Michele selamat atas pernikahan anda " ucap Alice ia menjabat tangan Michele dan juga Laura laku mentap tangan kirinya yang masih mengenggam tangan Jhontan langsung ia lepaskan.
" kak selamat atas pernikahan mu " ucap Jhontan ia langsung memeluk Michele dengan erat.
" terima kasih natan " michele menepuk pundak Michele dengan pelan entah ia begitu menyayangi adiknya itu.
" baiklah mari kita berfoto" tambah laura.
Michele dan laura berpose begitu juga khontan dan Alice mereka tampak bahagia di dalam foto tersebut.
" pusing sekali kepala ku ini " gerutu Jhontan saat turun dari panggung.
" natan " panggil Alice
" hem " Jhontan berbalik menatap Alice yang membawa kue di tanganya.
" kau mau .?" tukas Alice tanpa persetujuan Jhontan Alice menhendokkan kue itu dan memasukkanya pada mulut Jhontan
" makanlah kau sangat pucat aku takut kau sakit " ucap alice ia terus menyiuapi jhontan tampa berhenti dan sesekali memasukkan sendok itu ke mulutnya.
Hati jhontan menghangat saat ini entah apa yang ia rasakan tapi detak jantungnya terasa begitu cepat.
" apa aku menderita jantung padahal aku masih muda aku akan periksakan jantungku setelah ini selesai " batin Jhontan
" a alice aku akan pergi sebentar nikmati pesta ini aku akan kembali " ucap Jhontan berada di dekat Alice membuat jantungnya tidak aman lebih baik ia sedikit menjauh dari Alice. Haei ini Alice begitu menawan dengan dress selutut bunga bunganya menambah kecantikanya saja.
" sayang aku ingin bernyanyi untukmu " tukas Michele
" kau bisa beryanyi .?" tanya Laura tidak percaya
" dengarkan " Michele berjalan ke arah para pemusik dan berbisik sesuatu di sana .
Mc memberi tahukan pada para tamu apabila Michele akan menyumbangkan lagu semua tamu bertepuk tangan dengan antusias.
" lagu ini ku persembahkan untuk istriku yang cantik Laura Morrone " dentingan piano dan biola mulai berbunyi .
Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I couldn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
What we have is timeless
__ADS_1
My love is endless
And with this ring I
Say to the world
You're my every reason
You're all that I believe in
With all my heart I mean every word
So as long as I live I love you
Will haven and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
You look so beautiful in white, yeah yeah
Na na na na
So beautiful in white
Tonight
And if a daughter is what our future holds
I hope she has your eyes
Finds love like you and I did
Yeah, and if she falls in love, we'll let her go
I'll walk her down the aisle
She'll look so beautiful in white, yeah yeah
So beautiful in white
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
Na na na na
So beautiful in white
Tonight
🦋🦋🦋
🦋
Penonton bertepuk tangan dengan merdu Laura terharu dengan nyanyian Michele. Ia bertepuk tangan sambil mengelap matanya yang sembab karna air mata.
.
.
🦋 Bersambung
__ADS_1
Sampai sini dulu 😪