RESTA CON ME BABY..

RESTA CON ME BABY..
Part 46


__ADS_3

" mereka selalu saja bertengkar ck " Decak sebal Laura ia mengambil tas dan memasukkan benerapa barang ke dalamnya.


Ia melangkah meninggalakan kamar dan berpapasan dengan Michele ketika di tangga.


" kau akan kemana Laura"


" aku akan ke Kedai saja aku malas melihat kalian " Laura berjalan cepat tapi hap . Tanganya di cekal oleh Michele


" apa yang kau lakukan Michele" Laura menoleh melihat Michele yang memegang tanganya


" tidak ku izinkan kau pergi dalam keadaan marah seperti ini oke " tutur Michele


" oke baiklah aku tidak marah bisakah aku pergi sekarang aku akan mengadakan rapat Michele aku tidak akan lama " ucap Laura.


" oke tapi bawa supir jangan pergi sendiri sepulang dari kedai pergilah ke kantor ku" jelas Michele


" kenapa..?"


" kenapa harus ada alasan untuk mendatangi suami mu Laura" suara Michele sedikit meninggi.


Kebetulan saat itu Jhontan keluar dari kamarnya.


" natan " panggil Laura


" apa"


" ayo ikut aku" Laura berjalan ke arah natan dan menarik lengan Jhontan untuk pergi.


" lihat dia memilih Natan untuk pergi dari pada aku sebenarnya suaminya itu aku atau dia " Michele mengusap wajahnya dengan kasar.


Sedangkan Jhontan tampak kebingungan ketika ia di masukkan ke mobil oleh Laura.


" kemana kita..?" Tanya Natan kebingungan


" diam dan duduklah pakai sabuk pengaman mu oke "


Mobil melaju dengan kecepatan sedang di dalam mobil Jhontan melirik Laura yang tampaknya sedang sangat kesal.


" jangan melirik ku Natan" ucap Laura


" ti tidak " elak Jhontan


" kita akan ke kedai mu..?" lanjutnya


" ya " .


Tak butuh waktu lama mobil telah sampai di depan kedai yang masih sepi itu Laura keluar terlebih dulu di susul Jhontan di belakangnya.


" pagi" sapa Laura. Membuat seluruh orang yang ada di dalam menoleh ke padanya


" pagi kak" sahut Loly


" pagi" sahut yang lain.


" siapa dia kak" Loly menunjuk Jhontan yang berjalan di belakang Laura


" dia adik ipar ku Jhontan" jawab Laura.

__ADS_1


" aa seperti itu" Loly mengangguk tanda mengerti ia memperhatikan wajah Jhontan dengan teliti Tampan ya itulah kata di dalam batinya.


" di mana Bianca dan Alex.?" tanya Laura sedari tadi ia celingukan tak menemukan dua orang itu.


" tidak tahu kak tadi mereka bilang mau keluar sebentar " sahut Stifen


" oh seperti itu Natan kau mau kopi..?" ucap Laura


" ah tidak nanti saja ini masih terlalu pagi" tolak Jhonatan ia duduk di pojok Kedai yang menghadap ke jalan raya


" baiklah " Laura masuk ke ruangan khusus pekerja di susul Loly di sana.


" kak apa kakak tahu.?" ucap Loly tiba tiba


" apa.?"


" kak Alex dan kak Bianca tinggal serumah " bisik Loly


" iya kah yang benar saja " Laura menutup mulutnya tidak percaya


" ya aku kemarin dan Stifen tidak sengaja melihat mereka memasuki rumah yang sama "


" apa orang tua Alex tahu..?" tanya Laura


" entahlah tapi yang aku dengar akhir akhir ini orang tua Kak Alex datang dan melihat mereka saat makan bersama dan orang tua kak Alex memutuskan untuk menikahkan mereka " imbuh Loly


" whattt" Laura melonggo tidak percaya.


Tak lama Alex dan Bianca datang.


" Laura apa kau sudah lama " tanya Alex


" nona Laura " sapa Bianca


" panggil Laura saja ku rasa kita seumuran " sambung Laura


" ah ya " Bianca menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" ah ya aku akan mengadakan rapat dulu jadi Loly tutup dulu pintunya takut ada pelanggan yang masuk .


" ah ya " Loly berlari ke pintu dan menutupnya lalu kembali ke ruangan itu dan sedikit melirik Jhontan yang masih setia duduk di bangku itu.


" ada apa Laura sepertinya sangat penting ..?" Tanya Alex


" Jadi begini mengingat kedai kita semakin ramai aku memiliki ide untuk merenovasi kedai kita menjadi Cafe bagaimana..?" ungkap Laura


" aku sih setuju setuju saja "


" ya aku juga setuju ku rasa tempat ini mulai sempit " sahut Loly dan Stifen


" oke jadi aku memiliki sedikit rancangan tentang cafe kita jadi jika kalian tidak suka kalian bisa menambahkannya oke " Laura mengeluarkan I pad dari dalam tasnya dan menunjukkan contoh desain miliknya.


" ini adalah cafe dengan model dua lantai jadi kita bisa sedikit memberikan pemandangan kota Roma yang ramai dan aku berencana membuat pertunjukan musik setiap weekand " imbuh Laura


" woow kak kau mempunyai ide yang brilian" puji Loly ia mengacungkan kedua jempolnya seca bersamaan


" oke juga Laura aku terserah kau saja untuk pembangunan tidak usah mencari orang luar aku memiliki teman seorang arsitek yang mungkin kau mau dengan jasanya aku bisa mengabarinya nanti. " imbuh Alex

__ADS_1


" oke baiklah jadi deal kita membesarkan cafe kita..?" tanya Laura


" deal" jawab mereka bersamaan


" utuk dana kalian tidak usah khawatir berhubung untung kita lumayan banyak aku juga memiliki tabungan jadi kalian jangan khawatir" imbuh Laura


" benar saja Alex begitu terpesona dengan gadis ini dia bukan hanya cantik tapi juga cerdas" batin Bianca sambil terus memperhatikan wajah Laura.


" jadi kapan kakak akan merenovasi..?" tanya Loly


" aku terserah kalian bagaimana jika minggu ini ..?"


" oke saja " jawab Alex itu adalah waktu yang tepat karna minggu itu Alex akan menikahi Bianca.


" oke kalau begitu Loly buka kedainya sepertinya di luar sudah ada pelanggan " Dan benar saja pelanggan sudah mulai berdatangan ke kedai mereka.


Laura membantu meracik kopi untuk pelanggan dan itu semua tak luput dari pandangan Jhontan walaupun dia sedari diam tapi dia terus memperhatikan gerak gerik Laura.


" dia sangat bersemangat juga sangat cerdas oh Tuhan bisakah kau turunkan gadis seperti itu untuk ku " batin Jhontan saat ia asik bergelut dengan fikiranya ada seorsng yang datang membuyarkan lamunanya.


" hay Natan kau disini " sapa gadis itu yang tak lain Alice


" oh hay kau disini ..?" sapa balik Jhontan ia sedikit kaget agaknya


" hahaha kau ini lucu sekali bagaimana tubuh mu sudah mulai membaik ..?" tanya Alice


" ya aku baik saja tapi kakak ku bahkan tidak mengizinkan aku bekerja " dengus kesal Jhontan


" jika kau menjadi tuan Michele aku juga tidak akan mengijinkan mu bekerja Michele ah ngomong ngoming kenapa kau disini..? kau menunggu seseorang ..?" Alice melihat ke kanan dan kekiri.


" tidak aku ikut kakak ipar ku Laura " Jhontan menunjuk Laura yang sedang sibuk


" aaah jadi dia bekerja di sini " Alice menengok Laura


" lebih tepatnya owner" sisip Jhontan


" aah begitu aku mendapat rekomendasi dari teman ku dia berkata jika kopi di sini sangat enak " ucao Alice


" benarkah aku dengar juga begitu " sambung Jhonatan.


Tak lama Loly datang membawa kopi pesanan Alice juga segelas untuk Jhontan dan anda kertas di sana


(Ayo Natan semangat dapatkan hati Alice dan minumlah ini ) bunyi Note itu


" ck yang benar saja " Jhintan melirik Laura yang tersenyum menatapnya sambil mengacungkan dua jempolnya


" ada apa ..?" Alice penasaran sebab wajah Jhontan berubah


" tidak ada " Jhontan memasukkan note ìtu ke saku jaketnya dan meminum minuman di depanya dan benar saja rasanya sangat nikmat.


Jhonatan dan Alice berbincang ke sana kemari sesekali gadis itu tersenyum dan semua itu tak luput dari pandangan Jhontan untuk sesaat ia terpesona dengan senyuman Alice.


🦋


🦋🦋


🦋🦋🦋

__ADS_1


**Bersambung ...


Jangan lupa mampir ke karya baru aku JODOH thanks**..


__ADS_2