RESTA CON ME BABY..

RESTA CON ME BABY..
Kematian orang tua Michele...


__ADS_3

Malam hari ketika Laura selesai mandi ia mendapat info dari temannya yang bekerja di sebelah kedainya bahwa Alex dan Leon berkelahi di Kedai miliknya dan ia juga mendengar ada pria gagah berjas yang menampar kedua pria itu. mendengar kabar itu Laura segera menelfon Alex untuk memastikan keadaanya


" halo alex"


" ya laura apa yang terjadi "


" apa Leon menyakitimu "


" tidak "


" katak sejujurnya padaku aku ingin melihat wajahmu " Laura langsung mengalihkan telfon menjadi video call


" apa yang terjadi dengan bibirmu .?" tanya laura panik


" tidak ada mungkin sariawan "


" tidak mungkin kau berbohong minggu depan aku akan pulang kesana akan ku buat dia seperti dirimu " ucap Laura walaupun wanita tapi Laura pintar beladiri ia ikut Karate waktu sekolah dan mendapat gelar master


" tidak Laura aku tidak apa apa " ucap Alex


" tidak aku akan membalasnya " Laura langsung mematikan telfon dengan sepihak dan segera berkemas ia mulai membersihkan tempat tinggal nenek nya dan membungkus semua dengan plastik dan kain putih agar tidak kotor saat ia tinggal pergi.


" nenek maafkan aku,aku harus pergi " ucap nya lirih sambil terus berbenah ia menyalakan spiker kecil di kamarnya dan memutar lagu kesukaanya.


Malam telah tiba Jhonatan Dan Michele pulang ke Mansion. Saat masuk mansion Michele tak melihat ayah dan ibunya .


" pak Nam di mana ayah ibu .?" tanya Michele ia mengecek di kamar kedu orang tuanya dan tidak ada orang di sana .


" keluar tuan " ucap pak Nam


" tidak biasanya mereka keluar jam segini " ucap Michele curiga, Ia lalu menelfon ayahnya tapi ponsel tidak aktif lalu menelfon ibunya dan juga tidak aktif khawatir Michele semakin Besar ia melacak lokasi kedua orang tuanya dan langsung keluar dengan membawa senjata dan mobilnya dengan cepat .


Jhonatan yang menyadari tidak beres lalu mengikuti Michele dan anak buah mereka yang cukup banyak .


Di dalam mobil Michele terus khawatir dengan keadaan orang tuanya bagaimana tidak mereka berada di pinggiran kota dan hanya berdua Michele menambah laju mobilnya.


Satu jam kemudian ia sampai di gudang milik mereka tidak ada orang di sana kecuali mobil orang tuanya. Michele tetap waspada karna dimanapun itu musuh selalu mengintai mereka.


Michele keluar dari mobil dan masuk ke dalam gudang saat membuka pintu gudang tersebut ia melihat kedua orang tuanya yang telah babak belur dan memar di sekujur tubuhnya .


Mereka berdua di ikat dengan kursi dan kaki mereka di tali mulut di beri sumpalan . Michele berlari ke arah orang tuanya .


" ayah bangun apa yang terjadi " tapi Lukasz tidak bergerak sama sekali ,


" Michele " Sandra memanggil anak nya dengan suara lemah darah segar keluar dari tubuhnya


" ibu apa yang terjadi ibu katakan padaku " ucap Michele sambil terus memeluk ibunya .


" pergilah nak slamatkan dirimu " ucap Sandra dan kemudian dia pingsan


dorrrr dooorrr dorrr


Punggung dan tangan Michele terkena tembakan tiga kali darah segar keluar dari sana Michele berbalik dan menatap pria itu Dave. Musuh bebuyutan keluarga Morrone ia yang selalu mengusik ketenangan Keluarga Morrone.


Ia adalah salah satu saingan terberat kelaurga Morrone mereka sering meneror bahkan tak segan segan menghancurkan yang berkaitan dengan keluarga Morrone.


" hai Michele apa kau puas dengan kejutan ku " ucap Dave .

__ADS_1


Ya dia adalah Dave Fedrick Willson . Musuh yang selalu mengintai keluarga Morrone di mana pun mereka berada dan hari ini ia melancarkan aksinya menculik Ayah dan ibu michele.


" apa yang kau lakukan Dave " Michele berteriak dengan keras suaranya menggema hingga seluruh Gedung itu


" hey jangan berteriak aku tidak tuli kau tahu hahahaha" Dave tertawa dan meledek Michele ia mengitari tubuh Michele yang penuh dengan darah .


" aku akan membuat mu membayar semua ini Dave kau akan mati di tangan ku " Michele mengarahkan pistolnya di kepala Dave.


" tenang kawan kau bisa menyakitiku " ucap Dave dengan wajah liciknya


" apa yang kau inginkan Dave aku tidak pernah berurusan dengan keluargamu kenapa kau membuat masalah dengan ku " Michele mendorong Dave sampai ia terhempas di tembok itu tanganya terus menodongkan pistol di kepala Dave.


" aku hanya ingin berteman dengan mu Don Michele Morrone apa aku salah" ucap Dave ia masih tertawa dengan keadaanya kini


" aku akan membunuh mu dan membalas apa yang telah kau lakukan pada orang tua ku Dave " Michele menarik tuas pistol nya tapi ia di pukul dengan balok kayu dan ia tersungkur dengan darah yang keluar dari belakang kepalanya


" sudah ku bilang Michele kau hanya pria lemah yang tak bisa berbuat apapun Hahahaha " Dave terus tertawa dan mengeluarkan Pistol dari dalam jasnya dan mengarahkan nya pada Michele.


" apa kau tidak ingin berdoa Michele agar arwah mu tenang di alam sana " ucap Dave saambil tertawa


" aku tidak akan memaafkan mu Dave " Michele berbalik dan kini tubuh Dave berada di bawah tubuh Michele .


Michele menahan rasa sakit di sekujur Tubuhnya tapi ia tak menerima penghinaan ini dan atas apa yang di perbuat Dave pada orang tuanya. Michele langsung menembak Dave tepat di dadanya sebanyak 3 kali Dave sangat kesakitan .


Michele berlari ke arah orang tuannya tapi merska sudah diam dan tak mengeluarkan kata kata sedikit pun saat membuka ikatan di mulut mereka Michele kaget mulut kedua orang tuanya di sayat dengan pisau.


Michele kembali ke arah Dave dan mengeluarkan pisaunya ia menyayat bibir Dave sama seperti apa yang di lakukan nya pada kedua orang tuanya.


" orang tua ku tak pernah mengajarkan ku menyakiti orang lain jika aku tak di sakiti dan kau berani menyakiti kedua orang tua ku " Michele berbalik dari arah lain Seseorang menembak punggung Michele.


Ia adalah sekertaris Dave , Michele tersungkur di tanah dan pingsan darah mulai keluar dari tubuhnya.


Jhontan melihat Sekertaris dave mengeret tubuh tuannya tapi Jhontan dengan cepat Menembak dada sekertaris itu .


Para musuh mulai mengepung Jhonatan dan para anak buahnya Mereka bersiap untuk membantai.


Tak di sangka dari luar gudang Anak buah Michele yang lain datang dengan jumlah yang banyak pertempuran tak terkendalikan anak buah Dave kalah karna jumlah mereka tidak sebanding dengan anak buah Michele.


Jhonatan membawa Michele dan kedua orang tuanya masuk kedalam mobil.


" cepat kita kerumah sakit cepatt " Jhontan memangku tubuh besar Michele darah terus keluar dari tubuhnya.


" sabar kak kau harus kuat " Mereka menuju rumah sakit terbesar di kota itu


Sesampainya di ruma sakit dokter dan perawat langsung membawa tiga pasien itu ke ruangan yang berbeda Jhontan berlari kesana kemari karna keluarga Morrone tidak memiliki sodara jadi Jhontan harus mengurus tiga orang itu sendiri .


" urus sampah itu " Jhonatan menelfon salah satu anak buahnya


" baik tuan" suara di seberang


" apa yang sebenarnya terjadi " bisiknya lirih


Michele di masukkan kedalam ruangan operasi dokter mulai mengeluarkan peluru yang bersarang di punggung dan tanganya ia banyak mengeluarkan darah dan keadaanya kini sangatlah kritis .


Jhonatan berjalan kesana kemari ia tak mau kehilangan keluarga untuk kesua kalinya .


Dari ruangan berbeda Dokter keluar dengan wajah yang tidak bisa di tebak

__ADS_1


" dengan kelaurga Tuan Lukasz dan ibu Sandra .?" tanya dokter itu


" ya saya dokter apa yang bagaiman keadaan orang tua saya .?" tanya Natan


" maaf tuan kami sudah berusaha semaksimal mungkin kedua orang tua anda kekurangan banyak darah dan mereka meninggal 1 jam yang lalu maaf tuan " ucap dokter tersebut


" appaa...?" Jhonatan terjatuh lemas tidak berdaya Lukasz dan Sandra meninggal dan kini Michele sedang berada di rungan operasi ia sedang melalui pilihan hidup atau lun mati.


Alice mendengar kabar bahwa keluarga Morrone berada di rumah sakit tempat ia bekerja ia segera berlari dan mencari keberadaan mereka di saat ia mencari cari ia melihat Jhontan yang lemas tak berdaya terjatuh di lantai .


Alice melihat tangan sebelah kanan nya terdapat sayatan pisau yang lumayan panjang dan di biarkan Alice mendekati Jhonatan.


" Natan bangun lah " ucap Alice dengan lembut . Baru kali ini ia melihat Seorang Jhonatan manusia es yang menangis .


" sudah ayo ikut dengan ku " Jhonatan hanya bangun dan ikut kemana Alice membawanya tanpa sepatah kata apapun pikiranya kini sedang kacau.


Ia tak peduli dengan pakaiannya yang Penuh dengan noda darah bahkan sayatan di tangan nya saja dia tak tahu.


" duduklah " Alice mengambil peralatan membersihkan luka dan perbannya. Jhonatan hanya diam


Alice segera mengobati luka Jhonatan dengan perlahan ia membalut luka Natan dengan hati hati setelah selesai ia keluar dari ruangan Jhonatan dan mencari informasi dari anak buah Michele ia terkejut mendengar semua berita ia langsung berlari ke kamar jenazah dan menemukan jenazah Lukasz dan Sandra yang sudah terbujur kaku di atas kasur rumah sakit itu .


Ia menangis dan menutup mulutnya rapat rapat ia tak bisa menahan air matanya. Lukasz dan sandra adalah dua orang baik yang pernah Alice temui .


Ia berlari keluar ruangan dan menuju Ruang operasi di sana ia melihat Jhonatan dengan wajah yang sanagt frustasi . Alice duduk di sampingnya dan mengusap pundak Jhonatan dengan pelan .


" Natan aku turut berduka cita sedalam dalamnya atas kematian Tuan lukasz dan nyonya Sandra " Jhonatan menoleh ke arah Alice dan sepontan memeluk tubuh Alice ia menumpahkan tangisanya di pelukan Alice.


tubuhnya sangat lemas dunianya kacau untuk kedua kalinya ia kehilangan keluarga tangisanya pecah di sana .


Alice memeluknya dengan erat ia tahu apa yang di rasakan oleh Jhontan ia memeluk dan mengusap punggung Jhontan dengan lembut.


" sabat Natan sabar " tak lama pintu operasi terbuka Natan berdiri dan dokter keluar


" bagaimana keadaan kakak saya dok..? apa dia sudah sadar .? boleh saya masuk .?" tanya Jhonatan


" tenang pak tenang operasi berjalan dengan lancar peluru dapat di keluarkan walau darah kelaur sangat banyak tapi tubuh tuan Michele sangat kuat,


sekarang dia masih belum sadar berada di bawah obat bius dan dia sudah melewati masa kritis . Tubuh tuan Michele sangat luar biasa hebat dan kami akan memindahkan tuan Michele ke ruang perawatan " ucap dokter


" usahakan sebaik mungkin untuk kakak saya dok" ucap Jhonatan


" baik tuan " Dokter masuk kembali ke ruangan operasi tak lama kemudian Dokter keluar di bantu beberapa suster mendorong Kasur pasien menuju ruangan VVIP di rumas sakit tersebut.


Jhonatan masuk dan duduk di sofa yang tak jauh dari Michele ia menatap Michele dengan rasa khawatir yang tinggi ia tak tega melihat kakak nya seperti ini ia Juga bingung apa yang akan dia katakan pada Michele tentang orang tuanya.


Alice masuk membawa makanan dan teh hangat juga membawa pakaian yang di berikan oleh anak buah Jhontantadi ia duduk di samping natan dan memberikan nya. .


" Ganti pakaian mu dan makan lah kau pasti lapar" ucap Alice.


Jhonatan bangkit dari kursinya dan masuk ke kamar mandi membawa baju gantinya sedangkan Alice memeriksa Michele dan merapikan selimut nya.


" malang sekali nasip mu Michele " ucapnya lirih.


BERSAMBUNG


like

__ADS_1


komen


vote


__ADS_2