
" kau sudah tidak marah kan sayang " Laura membelai wajah tampan Michele
" tidak tapi jika ini kau ulangi lagi entah apa yang akan terjadi padamu ayo pakai baju mu dan ayo makan siang " Michele mencium bibir raum milik Laura dengan lembut .
Laura mengangguk dan mengambil pakaian yang berserakan di ruangan Michele. Ia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu agar terlihat segar dan memoles sedikit wajahnya dengan Make up.
" kau sudah siap..?" tanya Michele
" iya ajak Natan sekalian dia juga belum makan kan" Laura dan Michele menuju ruangan Jhontan yang tidak jauh dari tempat Michele.
tok tok tok
"masuk" suara berat Jhontan
"Michele aku akan makan siang dengan kakak mu ayo ikut kami"ajak Laura
" tidak usah aku masih sibuk kalian makan duluan saja " Jhontan sibuk membaca sesuatu di laptop miliknya.
" baiklah kami pergi oh ya jangan lupa makan dan minum obat mu oke " imbuh Laura.
" ya ya ya " Pintu tertutup Jhontan menatap nanar pintu besar ruanganya itu rasanya ia sangat malu .
"bisa bisanya dia bersikap siasa saja setelah membuat diriku malu"decak sebal Jhontan
" tapi salah ku juga sih mereka kan sudah menikah sah sah saja mereka mau melakukannya setiap hari tapi harus lihat kondisi dong mana di kantor lagi bagaimana jika orang lain yang melihat " Jhontan marah marah sendiri seperti orang gila.
"Tuan.." Lexy yang sedari tadi mematung ingin memanggil Jhontan mengurungkan niatnya ia kembali menutup pintu ruangan Jhontan dan kembali ke ruanganya.
"apa dia terlalu capek jadi seperti ini..? mungkinkah karna ia tak pernah istirahat..? apakah ini efek dia keluar rumah sakit ...? apa aku akan gila juga seperti dia .?" Lexy berlari ke ruanganya dengan fikiran aneh yang terus berputar putar dan menghantuinya.
__ADS_1
.
Michele dan Laura memilih makan siang di restoran yang tidak jauh dari kantornya karna jam makan siang yang mepet mereka mempercepat acara makan siang itu.
Seseorang terus mengamati setiap gerak gerik pasangan pengantin baru itu dengan hati dongkol . Hatinya begitu panas dan muak melihat tingkah Michele yang sanyang dengan wanita di depanya itu.
"tidak akan aku biarkan semua ini tidak akan. Lihat saja Michele tunggu dan aku akan menggambil mu dari gadis menjijikkan itu " Anna meremat gelas di tanganya hingga pecah dan membuat tanganya berdarah.
"nona tangan anda " seorang pelayang menyadarkan Anna .
"aku baik baik saja " Anna berjalan ke kamar mandi dan membersihkan luka di tanganya. Obsesinya untuk memiliki Michele bertambah kuat saja setiap hari.
"aku akan membuat rencana agar dua manusia itu tidak akan bisa bersama selamanya lihat saja " batin Anna
"sudah...? ayo kembali ke kantor sebentar lagi aku ada meeting " Laura mengangguk dan meraih lengan besar Michele dan bergelayut manja di lengan pria tampan itu.
"sayang kapan kau mulai membangun cafe mu..?"
"bagaimana jika kita berangkat ke Paris " Michele menatap wajah Laura dengan intens
" benarkah ..? tanya Laura tak percaya
"tentu kita akan Honey moon di sana bagimana .?"
"ya aku mau Michele" jawab cepat Laura
"baiklah minggu ini kita berangkat tapi kita tidak bisa lama di sana hanya lima hari bagaimana .?"
"it's oke aku akan ikut kemana pun kau pergi sayang"
__ADS_1
.
.
" Bianca kita harus berbicara pada ayah dan ibu mu jika kita kan menikah " Alex duduk di samping gadis cantik yang sebentar lagi menjadi istrinya itu.
" Alex jika kau terpaksa menikah dengan ku lebih baik kita bicarakan baik baik saja dengan orang tua mu aku tidak mau kau menikahi ku hanya karna kau kasihan apalagi ingin melupakan seseorang karena ku " Bianca mulai mengeluarkan unek unek yang ia pendam sedari kemarin.
"apa maksud mu Bi siapa aku tak punya wanita " Alex menatap Baianca dengan tatapan yang tak biasa.
"tidak usah membohongi hati mu Alex aku tahu kau menyimpan rasa pada Laura tatapan mu begitu berbeda pada Laura " Bainca menahan sesak di dalam hatinya . Sekuat tenaga ia menahan agar air matanya tak ikut jatuh saat ia berbicara.
"kau tahu...?" Alex mendelik tidak percaya
"aku seorang wanita perasaan ku lebih peka terhadap apapun maafkan aku karna kau menampung ku kau jadi terkena masalah seperti ini" Bianca menatap lurus ke taman di rumah Alex
"Bianca jujur aku memang memiliki rasa pada Laura tapi itu dulu aku ingin membuang perasaan itu Bianca aku tidak terpaksa menikahi dirimu" Alex berusaha meyakinkan Bianca
"hahahah dan kau ingin menggunkan aku sebagai alat move on mu begitu...?" Bainca menatap lekat pria di sampingnya itu dan Alex hanya diam tak berkutik.
" benar kan sudahlah Alex aku akan bicara dengan kedua orang tua mu " Bianca berjalan masuk ke rumah Alex ia ingin menemui kedua orang tua Alex ia tidak bisa menikah dengan cara seperti ini lagian kedua orang tua itu salah faham tentang mereka.
.
🦋
🦋🦋
🦋🦋🦋🦋 **Bersambung
__ADS_1
thanks buat suport kalian selama ini jika ada kalimat yang tidak sesuai aku minta maaf ya oh ya jangan lupa mampir di karya ku yang lain JODOH**