
Jam terus berputar kini sudah jam delapan malam tapi Michele belum juga terlihat. Laura sudah sangat badmood saat ini entahlah ia ingin marah rasanya.
Sementara Michele masih terus melakukan peninjauan ia bahkan lupa di mana ia menyimpan ponselnya. Jam terus nergulir hingga sekarang pukul sebelas malam. Pekerjaan Michele telah selesai ia melihat jam yang mwlingkar di tanganya dan menutup laptopnya.
ia ingat akan ponselnya ia segera mencari benda tipis itu .
Sesaat ia tertegun melihat panggilan yang tidak dia angkat sangat banyak dan juga chat yang tidak ia balas. Michele segera berlari ke Lift dan menuju parkiran mobil ia lupa jika ada Laura yang menunggunya di rumah sakit.
" bodoh " gerutunya Sesampainya di lantai bawah sangsopir sudah siap dengan mobilnya Michele segera masuk ke dalam dan pergi ke rumah sakit.
" aku yakin dia pasti marah " gerutu Michele ia menelfon Laura berulang ulang tapi tak di angkat mengirim pesan pun juga tidak di angkat.
Michele bertambah frustasi " aa ****" ia bahkan mengumpat di dalam mobil.
Tak lama mobil sampai di rumah sakit Michele berlari menuju ruangan Fabio dia tidak menemukan Laura ia berlari ke euangan jhontan dan ia menemukan Laura tidur dengan posisis terduduk serta ponsel yang berada di tanganya.
Michele menghampiri Laura pelan pelan ia tak ingin membangunkan istrinya itu sesaat ia melihat Jhontan yang tengah tertidur pulas.
" sorry baby " Michele mengelus pelan kepala Laura lalu menciumnya dengan lembut . Ia mengangkat tubuh Laura dan membawanya ke mobil.
" kita pulang sekarang" ujar Michele pada sopirnya
.
__ADS_1
.
Michele membawa Laura masuk ke dalam kamar entah ia merasa begitu bersalah pada Laura. Setelah membaringkan wanita itu di ranjang Michele memilih untuk membersihkan diri. Setelahnya ia menusul Laura yang telah tidur dengan pulas wajahnya negitu damai.
Michele ikut terlelap setelah memeluk tubuh langsing milik istrinya.
.
💮
Malam sudah berganti pagi . Matahari telah menampakkan sinarnya membuat Laura menggèliat .
" emmh" Laura menoleh kesana kemari ia sudah ada di kamarnya dan juga perutnya sudah di kalungi tangan besar milik Michele.
Laura berbalik dan menatap wajah Michele yang tampan ada guratan lelah di wajahnya. Tapi sesaat Laura masih begitu marah pada michele ia memutuskan untuk bangun dan membersihkan diri.
Laura telah bersih dan segar setelah keluar dari kamar gantinya.
Michele segera memeluk Laura dengan erat seolah ia sedang mimpi sesuatu yang mengerikan . Laura kaget dengan suaminya
Sepertinya dia mimpi buruk batin Laura.
" maafkan aku sayang aku terlalu sibuk hingga aku tak bisa memegang ponsel maafkan aku " michele terus memeluk tubuh laura
__ADS_1
" setidaknya beri aku kabar Michele aku khawatir kau tahu aku menunggumu sepanjang waktu " ucap Laura
" maafkan aku sayang maafkan aku ada masalah di kantor penggelapan dana dan itu bukan jumlah yang kecil " jelas Michele
" ck" Laura mencoba melepaskan dirinya dari Michele tapi itu sia sia tenaganya tidak sebanding dengan Michele. Bukanya di lepaskan tapi pelukanya bertambah erat.
" maafkan aku laura maafkan aku " ucap Michel terus menerus bahkan ia mengekuarkan air mata. Sesayang itu Michele pada Laura.
Laura yang mendengar suara Michele bergetar melonggarkan dirinya dan benar saja Michele menangis.
" duduklah " Laura membawa michel duduk di ranjang dan menyeka air matanya dengan lembut.
" aku memaafkan mu jauh sebelum kau meminta maaf michele akj hanya khawatir padamu kau tidak ada kabar sama sekali membuat ku takut jangan ulangi lagi oke.?" Laura menatap Michele dengan lembut.
" aku tahu laura maafkan aku " Michele kembali memeluk Laura
" sudahlah tenanglah " laura menepuk punggung Michele dengan lembut.
💮
💮💮
💮💮💮 ***Bersambung
__ADS_1
baru kali ini ya wak liat Bos Mafia nanges wkwkkwkw
oh ya author mau promisiin karya ke dua ku judulnya JODOH jangan lupa mampir ya***.