
Michele dan Laura kini tengah duduk sambil menunggu di depan pintu operasi Fabio sudah hampir 2 jam sejak kedatangan mereka tapi lampu di ruangan itu belum juga berubah warna.
Michele terus berlalu kesana kemari duduk pun rasanya amat tidak tenang di fikiranya . Walaupun jujur kepalanya masih sangat pusing karna alkohol yang di tenggaknya.
Laura terus memperhatikan suaminya wajah tegas Michele begitu khawatir.
" sayang duduklah" Laura menepuk bangku di sebelahnya. Michele menuruti perintah istrinya dan langsung memeluk Laura untuk sekedar menghilangkan gusar hatinya.
Laura menepuk pelan punggung Michele.
" sabar kita bisa melewati semua ini aku akan selalu bersama mu dan selalu bersama mu sampai akhir hayatku Michele jadi tolong mulai sekarang jangan sembunyikan apapun dari diriku Bisa.?" ucap laura sambil memandang mata Michele dengan dalam.
" terima kasih sayang " Michele memeluk laura kembali dengan erat.
Lampu berubah warna menjadi Hijau menandakan operasi telah usai Dokter Daniel dan Alice keluar secara bersamaan.
" bagaimana keadaan adikku" michele langsung berdiri dan menanyai dua dokter itu.
" lukanya sangat dalam kemungkinan tembakan dari arah dekat tuan dan ada robekan di ususnya tapi ia sangat beruntung walaupun darah terus mengalir dari luka pasien tapi ketahanan tubuhnya sangat baik sehingga ia bisa melewati masa kritisnya dengan cepat " tutir dokter Daniel
" usahakan yang terbaik untuknya "
" baik kami akan memindahkan pasien ke ruang inap saya permisi " Daniel meninggalakn dua orang itu bersama Alice.
" syukurlah " Laura mengenggam tangan Michele dengan lembut.
" dia akan baik baik saja Michele ayo kita ke ruangan Jhontan kau belum melihatnya bukan "
Michele mengangguk bahkan ia lupa dengan adik kecilnya itu Laura mengajaknya mengunjungi Jhontan di kamarnya.
Klek
Jhontan memandang pintu yang terbuka ternyata ada Laura dan Michele yang datang.
" natan bagaimana keadaanmu" Michele menghampiri adiknya dan duduk di sebelahnya
" aku baik baik saja aku sudah sembuh kak bawa aku pulang " ucap Jhontan dengan riang
" tidak kau harus 100% normal dan sehat jika ingin keluar dari sini " tegas michele
" ayolah kak lihat aku sudah sangat kuat " rengek Jhontan
" tidak ya tidak " Rahang Michele menegas
" sudahlah kalian ini bertengkar terus apa tidak capek " Laura yang sedari tadi memperhatikan interaksi dua manusia itu kini jengah.
" baiklah maafkan aku akau yang salah " Jhontan meraih selimutnya dan menutupi kepalanya.
" ck lihat dia jika ibu ada di sini pasti aku yang akan di salahkan " Michele menggerutu pada adiknya
" bagaimana keadaan Fabio " Jhontan menurunkan Selimutnya dan memandang Michele dengan intens
__ADS_1
" dia sudah selesai operasi mungkin saat ini belum sepenuhnya sadar " tutur Michele.
" siapa yang menyakitinya kak "
" aku " jawab Michele ia langsung mengalihkan pandanganya rasanya ia sangat malu ia bahkan tidak bisa mengontrol emosinya.
" kak aku pernah berkata padamu untuk mengatur emosimu lihat jika kau emosi orang lain bahkan menjadi korban tenangkan dirimu " ucap jhontan
" hem"
" natan aku tidak ingin kau menyembunyikan apapun dariku mulai sekarang " tegas Michele
" a aapa maksud mu kak aku tidak tahu " ucap Jhontan terbata
" tidak usah berbohong Natan aku tahu semua Fabio memberitahu ku" tegas Michele
" dasar mulut wanita " batin Jhontan rasanyà ia ingin segera sembuh dan memukul kepala pria itu
" aku tidak mau kau terluka dan meninggalkan ku seperti ayah dan ibu kau tahu beri tahu aku jika kau curiga terhadap sesuatu " tegas Michele
" aku tahu kau tidak akan percaya kak karna dia lebih lama bersama mu ketimbang aku justru aku ingin melindungimu karna hanya kau keluarga ku " Ucap Jhontan
" aku sudah tahu semua dan sudah ku urus tikus itu " ucap Michele.
" kak apa kau..." Jhontan menggantung ucapanya
" ya "
" dia lebih gila dari yang ku bayangakan " batin Jhontan
" baiklah baiklah semua untukmu "
Pintu ruangan di ketuk dan Alice mengintip dari celah itu.
" permisi saya ingin melakukan pemeriksaan pada tuan Jhontan " ucap Alice
" silahkan " Michele berdiri dari tempatnya dan menghampiri istrinya yang duduk di sofa sedang sibuk dengan ponsel di tanganya.
hap...
Michele menyahut benda pipih itu dengan paksa lalu membacanya.
" apa ini sayang ..?" Michele menunjukkan benda itu pada laura
" siapa Teddy " Michele tampak cemburu setelah melihat pesan di ponsel istrinya.
" dia teman ku sayang apa kau cemburu " Laura menggoda Michele ia tahu pria itu pasti akan seperti itu.
" dimana dia akan ku patahkan tangan dan mencongkel matanya jika ia ingin menggodamu " Michele segera berdiri dan ingin pergi.
" hey sudah lah aku hanya bercanda Michele dia hanya ingin mengucapkan selamat padaku" laura menarik tangan michele dan mengenggamnya kuat kuat.
__ADS_1
" aku tidak suka kau seperti itu Laura kau hanya milikku dan selamanya akan seperti itu "
" ya ya aku tahu aku tahu Maafkan aku Tuan Michele yang Agung " ujar Laura
" aku akan menghukum mu karna kau berani mengerjaiku " ujar Michele
" apa "
" kita lihat saja jika kita sampai di rumah " Michele tersenyum menampilkan seringainya yang membuat Laura bergidik ngeri.
.
.tok tok tok
" permisi atas keluarga tuan Fabio,Pasien sudah sadar dari kritis silahkan jika ingin menjenguk " ucap suster
" ayo sayang kita jenguk fabio" ucap Michele sambil menggandeng tangan istrinya dan di balas anggukan oleh laura.
Ia ingin beeterima kasih pada fabio dan meminta maaf padanya.
" kak bolehkah aku ikut " ucap Natan
" kau belum sembuh Natan sebentar saja aku akan kembali " Michele segera pergi dari ruangan jhontan jika ia terus menerus di sana anak itu pasti tidak akan berhenti merengek.
" ck selalu seperti itu " Jhontan berdecak sebal inilah yang ia tidak sukai dari Michele dan mendiang ayahnya terlalu khawatir..
" hah rasanya aku menyesal berdoa jika mereka selesai menikah aku masuk rumah sakit kurasa aku ingin mengganti profesiku menjadi Cenayang saja " Jhontan terus mengerutuki dirinya sendiri sampai Dokter alice masuk pun ia tak tahu.
" hahhahaha kau sangat lucu Natan " Aluce tertawa melihat tingkah Natan yang seperti anak kecil ia membawa Kursi roda dan mendekatkannya pada Jhontan.
" duduklah disini aku akan mendorong mu " ujar Alice
" aku bisa berjalan Alice aku baik baik saja kau lihat " Jhontan bangun dan berdiri memperlihatkan dirinya dan benar saja dalam sekejab ia hampir kehilangan keseimbangan dan jatuh jika Dokter Alice telat satu menit saja.
Alice membopong tubuh nerat Jhontan dan mendudukkannya di kursi roda yang ia bawa.
" apa kau masih percaya jika kau baik baik saja cairan tubuhmu belum sebelumnya pulih Jhontan darahmu juga masih sangat rendah kau ceroboh sekali" Alice begitu jengah dengan sifat Jhontan ia tak pernah bisa menurut sedari dulu.
" baiklah maaf aku salah " Jhontan menundukkan kepalnya jujur Alce jika marah sangatlah seram menurutnya.
" ya jangan kaù ulangi lagi pegang ini " Alice mencopot infus yang di gantung dan memberikanya pada Jhontan lalu mendorong pria itu keluar dari kamarnya menuju ruangan Fabio yang tidak jauh darinya.
🦋
🦋
.
.
🦋 **Bersambung
__ADS_1
please beri like dan komen kalian. Satu like kalian adalah dopping buat aku .
thanks teman teman**