
" Maaf om Tante Bianca mau bicara "
"Silahkan nak silahkan panggil kami mama dan papa sebentar lagi kamu jadi anak kami rasanya tidak pantas jika kamu manggil kami begitu" Sovia menepuk kursi di sebelahnya. Dengan ragu ragu Bianca duduk di seberang kedua orang tua Alex ini kali kedua setelah kejadian kemarin malam.
" Ma sepertinya..."
" Ma kami ingin menikah secepatnya " Imbuh Alex ia berjalan dari belakang dan langsung memotong pembicaraan Bianca.
"wow bagus baiklah kami akan mempersiapkannya ya kan pa..?" Sovia meminta persetujuan suaminya.
"ya tentu saja lebih cepat lebih baik"imbuh Tomy
"ta tapi " ucapAn Bianca terbata bata entah ia harus senang atau sedih.
" ya bagus dong oke mama sama papa akan segera siapkan tiga hari ini gimana Lex..?"tanya Sovia
"Alex ikut Mama aja enaknya gimana"
"oke kalau begitu"
"tapi Alex mau acaranya sederhana aja ma aku sama Bianca gak terlalu suka sama yang ribet ribet yang penting udah ada pemberkatan dan pesta keluarga udah gitu aja " imbuh Alex
"gak bisa dong kamu anak satu satunya mama harus mewah pokoknya" ketus Sovia Alex hanya mengangguk saja percuma berdebat dengan mamanya hanya akan membuatnya pusing saja
"Alex apa maksud kamu aku gak mau ya kita terpaksa menikah hanya karna kamu ingin lupa dari Laura." Bianca mengeluarkan suaranya setelah sekian lama dia diam.
"Bi dengar aku aku akan nikahi kamu karna aku cinta dan sayang sama kamu selama bertahun tahu aku caari kamu dan kamu tidak ada sampai hari ini aku juga masih sayang sama kamu mau atau tidak aku akan tetap nikahin kamu oh ya besok pagi kita ke ruamah orang tua kamu buat minta restu" Alex yang sudah tersulut emosi memilih masuk ke kamarnya dan meredam emosinya di sana.
Alex mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Laura jika ia dan Bianca akan meninta Izin cuti untuk beberapa hari ke depan.
Alex [Laura aku dan Bianca akan meminta libur untuk beberapa hari ke depan dan untuk pembangunan Cafe aku usul untuk mempercepat pembangunanya teman ku sudah menerima desain dari mu dan ia siap membangunya kapan pun] Tulis Alex.
__ADS_1
tak lama ada balasan chat dari Laura di sana
Laura [ya baiklah aku ikut dengan mu saja bagaimana enaknya aku juga akan ke luar negri minggu minggu ini kurasa bagaimana jika besok saja]
Alex [baiklah]
Selesai mengirim pesan pada Laura . Alex juga mengirim pesan pada Loly dan Stifen agar besok mereka libur karna pembangunan di majukan.
" semoga ini pilihan terbaik yang aku ambil " Alex merebahkan dirinya di ranjang miliknya dan mentap langit langit kamar miliknya pikirannya entah melayang kemana saja saat itu sampai ia tertidur.
Sementara di kamar lain Bainca tampak duduk di pinggiran ranjang dan menatap kosong ke arah jendela apa yang di katakan Alex barusan memang benar tidak salah jika Alex mencintai Laura.
Dia yang meninggalakan Alex saat itu dan dengan bencana yang ia ciptakan sendiri ia bisa bertemu dengan Alex walau dalam kondisi yang bisa di bilang menjijikan.
Bianca meraih ponsel di nakasnya dan mengirim pesan pada kedua orang tuanya .
[Ayah,Ibu aku akan berkunjung besok jadi ku mohon beri aku sedikit waktu untuk bertemu kalian ] tulis Bianca.
Ia merebahkan dirinya dan menutup kedua matanya hati dan pikirnya seakan lelah dengan apa yang ia lalui akhir akhir ini.
.
Pagi ini seperti yang sudah di rencanakan Alex dan Bianca mengunjungi rumah kedua orang tua Bianca yang sudah terpisah.
Tetapi di tengah perjalanan kedua orang tua itu memilih untuk bertemu di restoran saja demi menjaga privasi masing masing Bianca hanya bisa tersenyum kecut saat itu .
Apa mereka sudah menganggap ku orang lain begitulah kira kira isi pikiran Bianca saat ini.
Alex untuk pertama kalinya memakai mobil yang telah lama tidak ia gunakan ia sudah rapi dengan kaos dan celana panjang serta rambut yang di tata rapi agar memberikan kesan dewasa begitu juga Bianca ia memakai dres bunga warna senada yang membuatnya tampak cantik dan angun .
" tidak usah bersedih " Seakan tahu apa yang Bianca fikirkan Alex mengenggap tangan gadis itu dan memberi sedikit energi agar dia tidak berlarut dalam kesedihan.
__ADS_1
" hem" Bianca tersenyum hangat kepada Alex mobil mereka telah memasuki Restoran yang telah orang tuanya pilih.
Alex dan Bianca masuk ke dalam restoran dan langsung menemukan dua orang yang seakan bertingkah tidak kenal itu.
" selamat siang ayah ibu " sapa Bainca dia duduk di seberang kedua orang taunya di susul Alex
" siang langsung ke intinya saja Bianca ayah sibuk harus ke kantor" ucap ayah Bianca.
Alex sedikit geram dengan tingkah ayah Bianca tapi ia mencoba bersikap setenang mungkin.
" maaf aku menganggu waktu kalian yang berharga tapi dua hari lagi aku akan menikah dan dialah calon Suami ku" Bainca melirik Alex.
" ah begitu selamat kalau begitu tapi sepertinya aku tidak bisa datang Bi aku akan ke Jepang karna ada urusan " sahut ibu Bianca.
" aku juga aku akan ke luar kota untuk mengurus beberapa bisnis ku " imbuh ayah Bianca.
" tidak bisakah kalian luangkan waktu kalian sebetar saja untuk mengadiri pernikahan ku ,Aku tidak akan meminta kalian memberi ku hadiah yang besar aku hanya ingin kalian melihat ku " bujuk Bianca air matanya lolos begitu saja.
" maaf tapi kami tidak bisa "
" hah kalian ini orang tua yang bagaimana ini anak kalian dan saat anak kalian akan menikah kalian bingung dengan urusan masing masing maaf tuan dan nyonya jika saya tidak sopan perkenalkan nama saya ALEX MORETTI saya sungguh tidak menyangka jika ada keluarga seperti kalian aku tak habis fikir dengan pola berpikir kalian. Memang benar kalian sudah saling memiliki keluarga tapi ingat anda juga memiliki anak dari pernikahan kalian jika kalian memang tidak menganggap Bianca hidup kenapa tidak kalian bunuh saja anak anda wah saya sangat kecewa jika memiliki orang tua seperti kalian berdua ayo sayang kau bisa mendapat kan orang tua yang lebih baik dari kedua sampah ini " Alex menarik tangan Bianca dan pergi dari restoran itu tanpa permisi.
Ia tak habis pikir bagaimana bisa semua itu terjadi dan lebih parahnya itu pada anak perempuan mereka.
Alex membawa pergi Bianca dan memutuskan untuk sekedar jalan jalan saja mengalihkan pikiran Bianca.
.
🦋
🦋🦋
__ADS_1
🦋🦋🦋
Bersambung...