
Setelah michele tenang ia memilih membersihkan dirinya. Laura menyiapkan baju suaminya dan turun ke dapur.
Sampai di sana para pelayan sudah sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka Laura yang bingung akan mengerjakan apa memilih masuk kembali ke kamarnya.
Michele sudah siap dengan kemeja dan jas yang pas di tubuhnya.
" kau akan pergi ke kantor michele.?" ucap Laura pasalnya bukan baju itu yang ia siapkan tadi.
" ya begitulah banyak pekerjaanku yang tertunda sayang dan aku tidak mau kejadian kemarin terulang lagi " jwab Michele.
" baiklah kemari biar ku pakaikan dasimu " Michele menuruti perintah istrinya dan kembali mengendong istrinya dan sesekali meremas bo*kong sang istri .
Dan berhasil mendapat tatapan tajam dari Laura.
" sudah selesai ayo sarapan "
Michele dan laura sarapan dengan tenang tidak ada percakapan di sana hanya suara dentingan sendok dan garbu yang beradu di sana.
"em michele aku akan mengunjungi kedai ku hari ini kemarin aku tidak jadi menyunjunginya " ucap Laura yang sedikit menyindir suaminya.
" ya ya baiklah pergilah minta antar sopir ya aku merasa aman jika kau di antar " tukas Michele
" benarkah " mata laura berbinar
" ya makan siang mungkin aku akan mengunjungi mu jika tidak sibuk " imbuh Michele.
" baiklah " Wajah Laura tampak sangat bahagia di sana.
.
Michele sudah bersiap pergi ke kantornya ia memilih mengendarai mobil sport miliknya dan menyuruh sopir mengantar Laura ke kedai miliknya.
" aku berangkat sayang " ucap Michele sambil mencium kening laura dengan lembut.
" hati hati semangat ya " ujer Laura memberi semangat .
Michele yang sudah siap berangkat keluar dari mobilnya dan menuju arah Laura.
" kenapa..."
Michele ******* bibir Laura dengan lembut dan membuat tanda kepemilikanya di leher jenjang Laura.
" michele aku malu " Bagaimana tidak para Pelayan masih berdiri di belakang mereka.
" aku berangkat "Michelè kembali menaiki Kuda basinya dan meninggalakan Mansion mewah itu.
Sementara laura masih begitu malu setelah mendapat pandangan aneh dari pelayannya. Ia berlari ke kamarnya dengan cepat.
" ck memalukan sekali " gerutunya sambil menyembunyikan pipinya yang sudah merah merona.
.
🦋
Setelah menyingkirkan rasa malunya Laura turun ke lantai satu dan pergi menghampiri sopir keluarga untuk mengantarnya ke kedai miliknya.
Tak butuh waktu lama Laura sampai di kedai miliknya di sana pelanggan sedang ramai bahkan kursi terisi penuh .
" hay semua " sapa Laura . Semua menatap secara serempak.
" kak laura " sapa Loly.
" hay " Laura masuk di tempat pembuatan dan duduk di kasir sebentar.
" boleh ku bantu .?" ucap Laura menghampiri Alex yang tengah sibuk meracik kopi
__ADS_1
" tentu " Laura mengambil celemekmya dan mengikat rambutnya memperlihatkan leher jenjang miliknya dan segera meracik kopi sesuai pesanan pelanggan.
" nona Laura " sapa pelanggan
" oh hay lama tidak bertemu " sapa Laura ia adalah pelanggan lama Laura.
" bagaimana kabar mu ah ya selamat atas pernikahan mu ku rasa sudah tidak ada kesempatan ku mendekat mu " ucap Pria itu dengan sendu.
" ck kau ini tetap saja mau pesan apa.?"
" beri aku kopi terenak yang bisa kau buat " jawab pria itu.
" baiklah tunggu "
" pasti dia selalu menggempur mu siang malam Laura " ucap Pria itu sambil terkekeh lalu berlalu pergi
" apa maksudnya " Laura tampak kebingungan denga ucapan pria itu.
Alex yang melihatnya mendekati Laura lalu " tutupi lehermu itu sangat menggelikan " bisiknya
" laura ingat tingkah aneh suaminya tadi pagi ia segera menaikkan bajunya
awas kau michele batin Laura.
Hari mulai berganti siang sudah saatnya makan siang Kedai Mulai sepi Laura berjalan ke meja miliknya dan beristirahat di sana.
Alex menusulnya dengan membawa Air mineral.
" terima kasih " ucap Laura ia segera menegak air itu hingga tersisa setengah.
" hm bagaimana kabar mu sepertinya kau sangat bahagia " ujar Alex
" ya begitulah em alex sepertinya kita harus membesarkan tempat ini ,ini sudah mulai sempit ku rasa pelanggan tidak bisa seluruhnya masuk ke kedai " keluh Laura.
" aku terserah kau saja Laura " Alex hanya melempar jawaban itu
" baiklah aku ikut saja dengan mu . Dan ini adalah Laba yang kita peroleh akhir akhir ini sudah ku kurangi Gaji kariawan dan logistik lainya." ucap Alex ia memberikan amplop coklat pada Laura.
Laura membukanya dan menghitunya.
" ini keuntungan kita berdua akan ku tambah uang pribadi ku dan kita besarkan kedai ini menjadi Cafe yang lebih besar bagaimana " usul Laura.
" baiklah aku akan menghubungi teman ku dia bisa memberimu beberapa referensi bangunan " usul Alex
" baiklah "
Mobil Sport mewah terparkir di depan Kedai Laura . Pria tampaan gagah dan berkharisma itu turun dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam Kedai.
" laura " panggilnya ya siapa lagi kalau bukan Michele. Ia sedikit tidak senang istrinya berdekatan dengan pria itu.
" kau sudah datang " Laura segera menghampiri suaminya.
" kau sudah makan..?" ucap Michele sambil melepas kaca mata hitamnya.
" belum aku menunggumu sayang " ucap laura seolah ia ingin menunjukan pada Alex
" baiklah ayo " Michele menarik tangan Laura menuju Mobil mewahñya.
di sana ada hati panas yang sangat panas melihat Laura yang di gandeng pria walaupun itu suaminya.
Bianca melihat reaksi Alex sudah pasti gadis itu adalah Laura yang selalu Alex cintai. Bianca sedikit kecewa pada Alex tapi bagaimana lagi kesalahan dahulu ia yang memulai bukan Alex.
" aku tidak suka kau terlalu dekat denganya Laura " ucap Michele setelah sedari tadi dia diam
" siapa Alex .?" Laura kebingungan
__ADS_1
" ya kau bahkan dengan bangganya menyebut namanya di depan ku " decak sebal Michele.
" baiklah baiklah maafkan aku suamiku " Laura mendekatkan tubuhnya dan mencium pipi Michele dengan gemas.
" laura hentikan ini di jalan Raya bahaya nanti saja di kamar " ucap Michele mencoba fokus berkendara karna ada yang sudah berdiri tegak di bawah sana.
" eeemm benarkah " bukanya diam Laura malah menggoda Michel terus menerus tanganya merayap di dada bidang milik suaminya dan bermain di sana ia terus menurunkan belaianya hingga ke sebuah benda keras yang menonjol di celana Suaminya.
" hentikan Laura kau akan dapat hukuman jika tidak berhenti " tegas Michele.
tapi Laura tidak mendengarkanya ia terus menggodanya Hingga Michele memilih meminggirkan Mobilnya dan berhenti di seberang jalan.
" kau menggoda ku Laura akan ku pastikan kau tidak bisa bangun siang ini " ucap michele dengan seringai nya yang mengerikan.
Ia melajukan Mobilnya menuju Hotel yang tidak jauh dari sana dan Membawa Laura masuk ke dalam sana.
Laura tertegun dengan sifat Michele ia hanya ingin menggodanya tapi malah mendatangkan Bahaya padanya. Ia hanya bisa pasrah dan mengerutuki dirinya dengan apa yang terjadi
matilah aku ' batin Laura.
Michele menarik tangan Laura naik ke Lift menuju kamar di dalam sana Michele terus menciumi wajah Laura dengan Ganas hasratnya sudah di puncak saat ini.
Michele membuka pintu kamar dengan kasar dan menggendong Tubuh Laura lalu menghempaskan tubuh wanita itu di Ranjang besar di kamar itu.
" sekarang rasakan hukuman mu sayang " Michele menarik baju yang menempel di tubuh Laura lalu membuangnya ke segala arah .
Ia juga membuka pakainya dan ia buang begitu saja kini tubuh mereka telah polos tanpa sehelai kain pun yang menutupi mereka berdua.
" I want you baby puaskan aku sekarang " Michele naik ke atas tubuh Laura dan menciuminya dengan rakusnya.
Menyesap bibir Mungil milik Laura terkadang ia mengigitnya . Sementara tanganya terus berjalan kesana kemari menelusuri tubuh istrinya yang seperti candu baginya.
Ia mulai turun ke dada Laura dan mel*mat gunung himalaya yang menggodanya itu.
" eemmmhhhh" erangan Laura menambah semangat Michele. Puas bermain di Gunung istrinya michele turun hingga pusar Laura.
Dan berakhir di inti istrinya. Ia membenamkan wajahnya di sana dan menciuminya bahkan Mel*matnya dengan penuh Gairah.
Laura menjambak rambut Michele dan menekanya lebih dalam di sana ia merasakan tubuhnya bergetar dengan hebat .
" eemmh Michele "
Michele segera bangun dan mengangkat tubuh Laura di atasnya.
" puaskan aku sayang "
dengan sekali hentakan benda pusaka Milik Michele masuk ke daalam inti Laura.
" uugghhhh" erang keduanya.
" come on baby " Michele mengerakkan tubuh Laura ke atas kebawah .
Ia bahkan mendesis tak karuan menikmati Milik istrinya yang begitu sempit dan Nikmat.
" Move baby Ugghh" racau Michele.
Mereka pun melakukan adegan panas itu dengan penuh Gairah, desisan yang membara hingga semburan cairan kental mengalir di rahim Laura
🦋
🦋🦋
🦋🦋 **Bersambung.
Gak bisa liar liar aku takut gak di Acc. jujur aku terauma revisi terus
__ADS_1
a kalau ada waktu mampir di karya aku yang berjudul JODOH
like komen ya guys**