
sinar matahari menembus gorden kamar Bianca tenggorokanya kering dan ingin minum air . Ia menoleh ke sisi kanan ranjang di sana air sudah habis dari gelas nya.
Sambil duduk ia mulai mengumpulkan nyawanya setelahnya ia baru sadar bahwa ia di rumah Alex ia memutuskan untuk langsung keluar kamar menuju dapur.Disana ia melihat seorang pembantu yang lumayan sudah berumur. Pembantu itu melihat Bianca dengan heran pasalnya ia sangat asing .
" ada yang bisa saya bantu " tanya pembantu itu
" tidak " ucap Bianca singkat ia lalu menuangkan Air di dalam gelasnya dan menenguknya hingga tidak tersisa.
Ia menoleh kamar Alex belum ada tanda tanda kehidupan di sana ia ingin membuatkan Alex sarapan sebagai tanda terima kasih.
" a bibi sudah memasak.?" tanya Bianca dengan sopan
" ini baru mau memasak nona " jawab bibi
" boleh ku bantu "
" tentu saja "
Bianca langsung memasak daging yang telah di siapkan . Ia memasak dengan lihai tak kaget karna ia mengambil kelas memasak akhir akhir ini kepintaranya dalam memasak tak dapat di ragukan lagi.
Setelah semua matang ia menata di meja makan . Bibi begitu terpesona selain cantik ia juga lihai dalam memasak. Setelah selesai ia membuat kopi dan langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Karna ia tak mempunyai pakaian ia membuka lemari di kamar itu dan melihat kaos yang ukuranya lumayan besar ia yakin itu milik Alex ia memakainya dengan sembarang lalu keluar . Di tempat makan ia belum menemukan Alex ia berjalan ke pintu kamar Alex yang berada di lantai dua .
Ia mengetok pintu tapi tak ada jawabn di sana ia memberanikan membuka pintu dan melihat Alex masih tidur dengan pulas.
" haaa anak ini apakah dia tidak bekerja " Bianca mendekati ranjang Alex dan mengguncang kan tubuh alex
" hey bangunlah ini sudah siang apa kau tak berangkat bekerja .?" ucap Bianca
" eeemmmhhhhhh" jawab Alex tapi matanya tetap tertutup dengan sempurnya . Tak menyerah Bianca kembali mengguncang tubuh Alex dengan keras tapi
Happp
Bianca malah di tarik ke dalam pelukan Alex . Jantung Bianca rasanya ingin cobot walaupun mereka pernah bersama tapi itu waktu yang sudah lama. Bianca berteriak dengan kencang
" aaaalexxx"
Alex terbangun dengan kaget ditambah ia melihat Bianca yang berada di sampingnya sambil menutup mata.
" apa yang kau lakukan Bianca"
" baiknya aku yang bertanya padamu apa yang kau lakukan padaku" bentak Bianca.Ia berlari keluar kamar dan membanting pintu dengan keras
"aneh sekali"ucap Alex ia mengambil pinselnya dan melihat jamnya sudah menunjukkan pukul 9
" what aku telat " ia berlari ke kamar mandi dan membersihkan diri dengan terburu buru. Lalu ke luar kamar dan berlari ke parkiran motor dan hilang entah kemana .
Bianca yang melihatnya hatinya dongkol ia sudah memasakkan makanan yang enak untuk Alex tapi ia tak memakan nya malah sekarang ia di tinggal.
" non tuan Alex memang seperti itu ia suka terburu buru kalau mau Nona bisa mengantar makanan ke tempat kerjanya " ucap Bibi
" dimana dia bekerja bi "
" Dikedai kopi Lau sebelah taman kota "
" benarkah ?'"
"iya nona kalau kau mau akan ku siapkan bekalnya" ucap Bibi
__ADS_1
" baiklah aku akan mengunjunginya aku minta tolong bibi " ucap Bianca dia masuk ke kamarnya dan berganti celana panjang . celana bekas kemarin..
.
.
.
" pagi Loly dimana Stifen .?" sapa Laura
" mungkin sebentar lagi datang kak aaa itu dia" ucap Loly sambil menunjuk ke arah Stifen yang berlari
" ma maafkan aku kak Laura aku terlambat " ucap Stifen sambil ter enggah engah
" tidak kau tidak telat ayo masuk " ucap Laura ia masuk duluan ke dalam kedai
" Loly kenapa kau tak membangunkan ku " tanya Stifen
" apa kau menyuruh ku stif.?"
" tapi seperti biasanya kau selalu membangunkan ku " tanya Stif curiga. Mereka adalah pasangan kekasih dan tinggal di apartemen yang sama . Kemarin malam dua sejoli itu sempat berbeda pendapat dan bertengkar. Untuk membalas dendam Loly tidak membangunkan Stifen dan tidak membuatkannya sarapan.
" apa kau masih marah Loly..?" tanya Stifen selidik . tapi Loly hanya melewatinya dan masuk ke dalam kedai tanpa mengeluarkan kata sedikit pun
" aaa sial" umpat Stifen ia masuk ke dalam kedai dan segera membersihkan kedai seperti yang lain.
Jam sudah menunjukan pukul 9 tapi batang hidung Alex belum terlibat sedikit pun . Laura terus menelfon Alex tapi tidak di angkat .
" hah dimana manusia aneh ini " gerutu Laura . Saat Laura berbalik ke dapur mengambil sesuatu Alex masuk ke kedai dengan tampilan yang sangat berantakan dan nafas yang ter enggah enggah.
"Loly dimana Laura.?" tanya Alex
" di belakang " jawab Loly yang masih sibuk dengan pekerjaan nya. Laura dari belakang menatap Alex dengan selidik saat mulut Alex mulai terbuka
" hafal sudah aku dengan alasan mu Alex " ucap Laura acuh tak acuh.
" maafkan aku "
" kau pasti bangun kesiangan kan " tebak Laaura tanpa melihat Alex
" ehehhee " ale hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
Sekilas ia melihat hal yang tidak biasa dari Laura ia memakai cincin . Ia tahu betul Laura bukan tipe pencinta Aksesoris tapi sepertinya cincin itu sangat mahal
Alex meraih tangan Laura dan melihat cincin permata itu .
" darimana kau dapatkan cicin ini laura ?" tanya Alex tegas entah mengapa hatinya sangat panas
" aa ini ku beli kemarin " jawab Laura berbohong
" kau berbohong " ucap Alex ia menatap Laura dengan wajah tegasnya
" lepaskan tangan ku Alex sakit " rengek Laura . Alex melepaskan tangan Laura dan langsung masuk ke ruangan kariawan dan membanting pintunya
" kenapa dia sangat aneh .?" bisik Laura
" aku yakin itu cincin dari pria itu cincin itu sangat mahal tak mungkin ia bisa membelinya berlian itu sangat langka dan sangat mahal hanya beberapa orang saja yang memilikinya. Apa mereka sudah ..." batin Alex.
Alex sangat tahu betul jenis jenis berlian karna orang tuanya Mempunyai toko Berlian dan Aksesoris lainya. Jadi ia sangat faham hanya dengan sekali melihat ia bisa membedakan mana yang asli dan tidak mana yang mahal dan murah.
__ADS_1
Sudah jelas cincin yang di pakai Laura itu sangatlah mahal . Ia mulai sibuk dengan fikiranya sampai Loly memanggilnya karna terlalu lama di dalam ruangan itu .
Pelanggan mulai berdatangan satu persatu dan bangku Kedai mulai ramai oleh pelanggan . Tak beberapa lama Bianca sampai di kedai dan mencari Alex ia melihat Alex sedang berbicara dengan seorang gadis yang cantik. Hatinya sempat terbakar tapi apakah ia harus pulang .
Dengan engan akhirnya ia menghampiri alex dan menyapanya
" hay " sapa Bianca Alex dan laura melihat Bianca dengan bersamaan
" Bianca bagaimana kau bisa tahu tempat kerjaku .?" tanya Alex
" aaa bibi memberi takuku ,aku hanya ingin mengantarkan ini " Bianca menyerahkan tas berisi makanan itu
" eheeem Ajak dia duduk Alex apa kau hanya akan berdiri mematung disanna " sindirLaura ia meninggalakan dua orang itu dan pergi ke kasir
" aa ayo duduk bi apa kau mau minum kopi.?"
" boleh " ucap bianca
" a baiklah tunggu aku di bangku itu " Alex menunjuk meja yang tidak jauh dari tempat ia melayani .
Laura bingung memilih lagu apa yang akan ia nyanyikan nanti bolak balik ia mencari lagu di youtube sampai ponselnya panas.
" aarrrggghhh " keluh Laura otaknya seperti tak bisa berfikir saat ini sekilas ia melihat cincin cantik yang melingkar di jari manisnya. Ia tersenyum dan hatinya berdebar membayangkan wajah Michele entah mengapa ia tiba tiba merindukan pria itu .
Laura membuka aplikasi Chatting di ponselnya dan mencari nama Michele ia ingin sekali mengirim pesan tapi ia takut bila menggangu pria itu akhirnya ia pun kembali pusing mencari lagu yang akan ia bawakan .
Setelah selesai membuat Kopi ia menghampiri Bianca yang sedang asik dèngan ponsel di tanganya.
" maaf membuatmu menunggu minumlah " ucap Alex
" thanks " Bianca menyeruput kopi itu
" wow ini sangat enak " puji Bianca
" apa yang membuat mu datang kemari " tanya Alex
" aku membawakan sarapan mu kau belum sarapan kan " Bianca mengeluarkan kotak makan dan mengeluarkan makanan itu
" apa kau yan memasaknya .?" tanya alex ia melihat makanan itu sangat lezat sepertinya
" cobalah"
Alex menyendok makanan dan memasukan ke mulutnya
" waw ini sanagt enak bianca kau pintar memasak " puji Alex ia terus mengunyah makanan itu
" kau suka .?" tanya Bianca
" ya aku menyukainya "jawab alex ia masih sibuk dengan makanan nya diam diam Bainca tersenyum dan memotret Alex diam diam .
Dari arah Lain Laura sedang menatap dua orang itu ia sangat senang akhir nya alex menemukan pasangan dan mampun membuat Alex perlahan melupakannya . Saat melihat arah lain di depan mesin racik ia melihat Loly dan Stifen yang sedang beradu argumen yang membuatnya iri .
secara diam diam Alex melirik Laura
" apa kau tidak cemburu laura katakan kalau kau cemburu padaku laura " batin Alex
" hah mengapa aku sangat kesepian saat ini aku iri dengan mereka haaaahh" gerutu Laura
bersambung
__ADS_1
like...
thanks