
Selesai makan malam Michele menyuruh laura masuk ke dalam kamarnya sementara ia akan mengadakan rapat dadakan dengan para anak buahnya yang datang kerumah.
Laura ingat akan ponselnya ia segera mengambil benda tipis itu dan membukanya terlihat di sana banyak pangggilan yang tidak terjawab dan juga pesan . Yang tak lain tak bukan dari Alex.
Laura segera menelfon Alex ia tahu pria itu pasti sangat khawatir terhadapnya.
" halo " .sapa Laura
" kau dari mana saja laura kau sudah menghilang selama 2 hari kah tahu "
" baiklah baiklah maafkan aku Alex aku sedang ada urusan "
" apa kau keluar dengan pria itu,dengar laura ku harap kau berhati hati denganya." tegas Alex
" apa maksud mu alex sudahlah jangan pedulikan aku urusi saja kedai kita besok mungkin aku akan bekerja "
" aku tidak mau kau menyesal laura "
" sudah lah alex aku sudah dewasa aku bisa memilih jalan ku sendiri kau bukan siapa siapa ku dan ku harap hubungan kita hanya sebatas rekan kerja tidak lebih kau tahu " Laura langsung memutuskan panggilanya ia tidak terima dengan ucapan Alex.
Laura mentap cincin yang melingkar dengan manis di jarinya.
" ku harap ini keputusan terbaik yang aku ambil dan aku tidak akan menyesali apapun yang terjadi" Laura mencium cincin itu berulang kali.
Malam ini bulan purnama langit juga begitu cerah Laura berjalan ke arah balkon depan Kamar besar itu.Laura mentap bulan yang begitu cantik dan juga bintang bintang yang seaakan menari di atas sana.
" ayah,ibu,nenek,kakek Laura akan menikah laura minta restu pada kalian doakan Laura dan michele berjodoh hingga maut memisahkan kami " Laura memandang bintang yang seakan mengajaknya berbicara. Tak sadar air mata laura mengalir mengingat apa yang terjadi padanya.
Kini ia tak memiliki siapapun ia hanya bisa mengandalkan diri sendiri tapi ia beruntung bertemu dengan Michele walaupun pertemuan mereka sangat singkat tapi Michele berhasil memasuki hatinya dan membuatnya menjadi wanita paling bahagia di dunia
.
__ADS_1
🦋 di ruangan lain
Ruangan yang penuh dengan asap rokok juga bau alkohol yang sedikit menyengat. Banyak orang yang sudah menunggu kedatangan Michele dan juga jhontan. Orang orang tersebut datang atas perintah Jhontan
Sebab mengingat pernikahan dadakan ini membuat Jhontan klimpungan ia harus mengurus segala sesuatu agar semua berjalan lancar apalagi Michele tidak pernah menerima kesalahan apapun.
Michele memasuki ruangan dengan Jhontan yang selalu mengekorinya dimana pun dia berada.
" selamat malam tuan " Sapa salah satu pimpinan di dalam ruangan besar dan sedikit gelap itu serempak semua orang berdiri menyambut pimpinan utama mereka.
Michele duduk di kursi kebesaranya dan mempersilahkan semua orang untuk duduk di kursi masing masing.
"apa yang terjadi tuan " tanya salah satu pimpinan
" sebelumnya maafkan aku menganggu waktu berharga kalian dan aku ingin menyampaikan berita. Aku akan menikah minggu ini ku harap kalian tahu apa yang harus kalian lakukan. " jelas Michele sambil menyesap Wine di gelasnya
" a aapa apa aku tidak salah dengar " bisik bisik para pimpinan
"tidak kalian tidak salah dengar tuan Michele memang akan menikah aku mengumpulkan kalian sebab aku dan Tuan michele ingin kalian dan anak buah kita menjaga dan mengatur semua agar berjalan sesuai rencana.Kita harus menjaga semua ini sebab kita tidak tahu kapan datangnya bahaya bukan" ucap Jhontan
" terima kasih ah ya kabarkan pernikahan ku pada semua orang terutama anak buah kita hanya kalian yang ku miliki saat ini " ucap michele
" baik tuan saat pernikahan anda kami pastikan anggota kami hadir " sahut salah satu dari merekA.
Jhontan di panggil anak buah kepercayaanya ia meminta izin michele untuk pergi sebentar. Jhontan pergi meninggalkan Rapat itu dan pergi ke rungan lain.
" apa kau sudah mendapat sedikit petunjuk" tanya Jhontan
" tuan aku tidak yakin tapi setelah ku gali berkali kali hasilnya tetap sama apa anda pernah mendengarkan hasil rekaman telfon terakhir tuan Lukasz sebelum meninggal"
" ya aku mendengarkanya setelah pulang dari pemakaman"
__ADS_1
" aku tidak yakin tapi aku berhasil meretas nomor ponsel itu dan nomor itu milik paman anda. Tuan Simmo " Jelas Fabio
Jedarr
Bagai tersambar petir raut wajah jhontan berubah saat itu juga memang saat ia, michele dan juga anak buah mereka menyelamatkan Lukasz .Paman simmo bahkan tidak menampakkan dirinya ia baru muncul saat pemakamn kedua orang tuanya.
" bagaimana bisa aku tidak curiga padanya " Jhontan memijat kepalanya yang terasa ingin meledak saat itu juga.
" aku akan terus mencari bukti tuan tapi aku ingin anda selalu waspada kita tidak boleh gegabah " tegas fabio
" iya aku tahu dan aku ingin kau merahasiaakan semua ini Fabio aku ingin kita membongkar kebusukan pria tua bangka itu sendiri" ucap Jhontan
" baik tuan aku akan usahakan lebih baik anda fokus ke pernikahan kakak anda dan ku harap anda segera menyusulnya " ledek Fabio sedari tadi ia melihat wajah Jhontan yang sangat tidak bersemangat dan ingin sekali ia meledeknya.
" apa kau sudah bosan hidup mau ku ledakkan kepalamu saat ini juga " Mendengar ejekan Fabio membuat telinga jhontan memanas saja
" ayo kembali ke markas mereka pasti sudah menunggu " Jhontan Dan Fabio kembali ke ruangan pertemuan mereka dan menyusun rencana serta perketatan yang akan di lakukan di wilayah mansion dan kekuasaan Michele.
Sifat Michele memang foto copy an dari mendiang ayahnya walaupun terkadang sifatnya sangat keras kepala tapi ia begitu menyayagi setiap anggotanya .
Ia menganggap mereka adalah keluarga jadi jika ada penghianatan dia antara mereka Michele akan sangat marah dan murka. Ia menganggap mereka itu sama apa yang mereka butuhkan bisa atau tidak harus ia bantu.
Dan semua itu membuat Para Anggota begitu segan dengan keluarga Morrone dan siap mati untuk mereka.
.
.
.
🦋
__ADS_1
ya gitu lah di antara keluarga pasti ada udang di balik bakwan 😪
Bersambung